Pentingnya Sekolah Membuka Ruang Aman untuk Edukasi Seksual Anak
04 August 2025 |
21:18 WIB
Topik seksualitas masih kerap dianggap tabu di tengah masyarakat, padahal pendidikan tentang hal ini justru penting untuk diberikan sejak dini, terutama di lingkungan sekolah. Dengan pemahaman yang tepat, anak dapat mengenali tubuhnya, memahami batasan, serta melindungi diri dari berbagai risiko.
Menurut para ahli, edukasi seksualitas yang dilakukan secara sehat dan terbuka bukan hanya membentuk karakter anak, tetapi juga menjadi bagian penting dari perlindungan mereka di era digital yang serba terbuka.
Psikolog Klinis Anak dan Remaja Ratna Kusuma Dewi mengatakan bahwa edukasi seksualitas di sekolah dapat memberikan anak pemahaman tentang hak tubuh sendiri. Dengan begitu, anak dapat merasa aman dan tahu cara melindungi diri sendiri.
Baca juga: Jangan Abaikan Pendidikan Seks, Begini Pendekatan yang Bisa Dilakukan kepada Anak
“Pendidikan seks usia sekolah membantu anak mengenali batas tubuh mereka, hak atas tubuh sendiri, serta bagaimana melindungi diri. Anak juga belajar kapan harus berkata "tidak" dan kepada siapa harus melapor saat merasa tidak nyaman,” katanya melalui siaran pers yang diterima Hypeabis.id pada Senin, (4/8/2025).
Dia menuturkan, anak akan belajar bahwa perubahan dalam diri mereka merupakan sesuatu yang wajar ketika sekolah membuka ruang diskusi yang aman dan suportif tentang beragam topik sensitif, seperti seksualitas.
Selain itu, rasa percaya diri juga akan terbangun dalam diri anak dan menjadi langkah awal dalam pembentukan karakter yang sehat serta menjaga anak dari berbagai risiko sejak dini.
“Dengan membicarakan topik ini secara sehat dan terbuka, sekolah turut menciptakan budaya komunikasi yang positif, sehingga murid tidak merasa takut atau malu saat menghadapi perubahan dalam dirinya. Dengan demikian, sex education merupakan bagian penting dari pembentukan karakter dan perlindungan anak sejak dini.” katanya.
Dia menambahkan, pendidikan tentang seks penting diberikan oleh sekolah kepada anak karena berbagai alasan. Pertama adalah perkembangan digital yang begitu masif, sehingga membuat akses informasi begitu mudah.
Anak dapat memperoleh berbagai jenis informasi dari internet, termasuk topik sensitif atau yang belum sesuai dengan usianya. Tanpa pendampingan dari orang dewasa yang bertanggung jawab, ada risiko informasi salah yang akan diperoleh anak. Tidak hanya itu, anak juga memiliki kemungkinan memperoleh informasi yang menyesatkan.
Menurut Ratna, pendidikan seksualitas juga penting diberikan oleh sekolah kepada anak karena rasa ingin tahu yang begitu besar. Keingintahuan tersebut merupakan sinyal alami bahwa mereka sedang belajar mengenal dunia dan diri sendiri.
Saat rasa penasaran tersebut mendapatkan tanggapan secara terbuka dan suportif, anak akan belajar bahwa tubuh, emosi, dan identitas diri adalah segala sesuatu yang wajar untuk dipahami dan bukan sesuatu yang memalukan atau tabu.
“Rasa ingin tahu adalah bagian alami dari tumbuh kembang anak,” katanya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menurut para ahli, edukasi seksualitas yang dilakukan secara sehat dan terbuka bukan hanya membentuk karakter anak, tetapi juga menjadi bagian penting dari perlindungan mereka di era digital yang serba terbuka.
Psikolog Klinis Anak dan Remaja Ratna Kusuma Dewi mengatakan bahwa edukasi seksualitas di sekolah dapat memberikan anak pemahaman tentang hak tubuh sendiri. Dengan begitu, anak dapat merasa aman dan tahu cara melindungi diri sendiri.
Baca juga: Jangan Abaikan Pendidikan Seks, Begini Pendekatan yang Bisa Dilakukan kepada Anak
“Pendidikan seks usia sekolah membantu anak mengenali batas tubuh mereka, hak atas tubuh sendiri, serta bagaimana melindungi diri. Anak juga belajar kapan harus berkata "tidak" dan kepada siapa harus melapor saat merasa tidak nyaman,” katanya melalui siaran pers yang diterima Hypeabis.id pada Senin, (4/8/2025).
Dia menuturkan, anak akan belajar bahwa perubahan dalam diri mereka merupakan sesuatu yang wajar ketika sekolah membuka ruang diskusi yang aman dan suportif tentang beragam topik sensitif, seperti seksualitas.
Selain itu, rasa percaya diri juga akan terbangun dalam diri anak dan menjadi langkah awal dalam pembentukan karakter yang sehat serta menjaga anak dari berbagai risiko sejak dini.
“Dengan membicarakan topik ini secara sehat dan terbuka, sekolah turut menciptakan budaya komunikasi yang positif, sehingga murid tidak merasa takut atau malu saat menghadapi perubahan dalam dirinya. Dengan demikian, sex education merupakan bagian penting dari pembentukan karakter dan perlindungan anak sejak dini.” katanya.
Dia menambahkan, pendidikan tentang seks penting diberikan oleh sekolah kepada anak karena berbagai alasan. Pertama adalah perkembangan digital yang begitu masif, sehingga membuat akses informasi begitu mudah.
Anak dapat memperoleh berbagai jenis informasi dari internet, termasuk topik sensitif atau yang belum sesuai dengan usianya. Tanpa pendampingan dari orang dewasa yang bertanggung jawab, ada risiko informasi salah yang akan diperoleh anak. Tidak hanya itu, anak juga memiliki kemungkinan memperoleh informasi yang menyesatkan.
Menurut Ratna, pendidikan seksualitas juga penting diberikan oleh sekolah kepada anak karena rasa ingin tahu yang begitu besar. Keingintahuan tersebut merupakan sinyal alami bahwa mereka sedang belajar mengenal dunia dan diri sendiri.
Saat rasa penasaran tersebut mendapatkan tanggapan secara terbuka dan suportif, anak akan belajar bahwa tubuh, emosi, dan identitas diri adalah segala sesuatu yang wajar untuk dipahami dan bukan sesuatu yang memalukan atau tabu.
“Rasa ingin tahu adalah bagian alami dari tumbuh kembang anak,” katanya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.