IndoBeauty Expo 2025 Tawarkan Peluang Bisnis dan Ekspansi Pasar Global Industri Kecantikan
04 August 2025 |
14:16 WIB
Industri kecantikan dan perawatan diri di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan proyeksi pasar dari Statista, nilai industri kosmetik nasional diperkirakan akan mencapai US$9,7 miliar pada 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 4,33 persen hingga 2030.
Angka ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap produk kosmetik lokal sekaligus menunjukkan kontribusi nyata sektor ini terhadap perekonomian nasional. Selain itu, perkembangan ini juga mendorong penciptaan lapangan kerja dan membuka peluang usaha baru, terutama bagi pelaku industri kecil dan menengah di bidang kosmetik.
Seiring dengan tren tersebut, Krista Exhibitions kembali menyelenggarakan IndoBeauty Expo 2025, pameran internasional yang telah menjadi barometer pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia.
Baca juga: Mengenal Tren Perawatan Kulit Skinification dan Aplikasinya dalam Produk Kecantikan
Memasuki penyelenggaraan tahun ke-15, pameran yang berlangsung pada 7 hingga 9 Agustus 2025 di Hall C1 dan C2, Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk mempertemukan para pelaku industri dari dalam dan luar negeri serta mendorong kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Lebih dari 120 perusahaan dari sembilan negara, termasuk Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Thailand, Malaysia, Taiwan, Hong Kong, dan Uni Emirat Arab akan berpartisipasi dalam pameran tahun ini. Kehadiran berbagai pelaku industri global ini memperkaya wawasan pasar sekaligus membuka peluang kolaborasi antara merek lokal dan internasional.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyampaikan bahwa IndoBeauty Expo bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga menjadi ruang strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari produsen, pemasok, eksportir, importir, hingga pemilik merek dalam satu ekosistem bisnis yang dinamis.
“Melalui pameran ini, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan industri secara menyeluruh, memperluas akses pasar, serta menciptakan peluang kemitraan bisnis yang berkelanjutan,” ucapnya.
Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK Indonesia), Solihin Sofian menekankan bahwa industri kecantikan nasional sedang menghadapi sejumlah tantangan signifikan.
Di antaranya adalah perubahan tren konsumen yang cepat, ketatnya persaingan pasar, serta kewajiban sertifikasi halal yang akan diberlakukan pada 2026. Karena itulah dia menilai IndoBeauty Expo dapat menjadi momentum strategis untuk menjawab tantangan tersebut.
Menurutnya, pameran ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan produk, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antar pelaku industri dari berbagai segmen. “Kami berharap pameran ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem industri kecantikan Indonesia, mendorong inovasi, serta membuka peluang pasar yang lebih luas di dalam maupun luar negeri,” ucapnya.
Selama tiga hari pelaksanaannya, IndoBeauty Expo 2025 akan menghadirkan berbagai program edukatif seperti seminar, workshop, dan talkshow yang relevan dengan isu-isu aktual industri. Di antaranya adalah seminar bertema regulasi halal seperti “Claim vs Over Claim? Halal 2026?” dan “2026 Wajib Halal: Strategi Praktis untuk Industri Kosmetika” yang menghadirkan LPPOM MUI.
Selain itu, ada pula seminar kesehatan gigi anak bertajuk “The Importance of Caries Prevention for Children’s Growth and Development” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi.
Sementara itu, sesi workshop akan menghadirkan berbagai demonstrasi menarik seperti “3-Minute Commute Makeup Tutorial” dan demo rias panggung “Showty Glam the Stage”. Talkshow bisnis juga akan digelar dengan tema “Maklon Cerdas, Produk Laris”, membahas strategi memproduksi dan memasarkan produk kosmetik secara efisien dan berdaya saing.
Salah satu program unggulan IndoBeauty Expo 2025 adalah sesi Business Matching yang difasilitasi langsung oleh Krista Exhibitions bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).
Program ini berlangsung setiap hari selama pameran dan dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha kecantikan dengan mitra ritel serta calon investor. Harapannya, kegiatan ini akan mempercepat ekspansi pasar bagi merek-merek lokal dan global serta mendorong terbentuknya kemitraan bisnis yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan IndoBeauty Expo 2025 mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta sejumlah asosiasi industri seperti PPAK Indonesia, Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).
Baca juga: 5 Bahan Alami untuk Perawatan Diri & Kecantikan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Angka ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap produk kosmetik lokal sekaligus menunjukkan kontribusi nyata sektor ini terhadap perekonomian nasional. Selain itu, perkembangan ini juga mendorong penciptaan lapangan kerja dan membuka peluang usaha baru, terutama bagi pelaku industri kecil dan menengah di bidang kosmetik.
Seiring dengan tren tersebut, Krista Exhibitions kembali menyelenggarakan IndoBeauty Expo 2025, pameran internasional yang telah menjadi barometer pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia.
Baca juga: Mengenal Tren Perawatan Kulit Skinification dan Aplikasinya dalam Produk Kecantikan
Memasuki penyelenggaraan tahun ke-15, pameran yang berlangsung pada 7 hingga 9 Agustus 2025 di Hall C1 dan C2, Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk mempertemukan para pelaku industri dari dalam dan luar negeri serta mendorong kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Lebih dari 120 perusahaan dari sembilan negara, termasuk Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Thailand, Malaysia, Taiwan, Hong Kong, dan Uni Emirat Arab akan berpartisipasi dalam pameran tahun ini. Kehadiran berbagai pelaku industri global ini memperkaya wawasan pasar sekaligus membuka peluang kolaborasi antara merek lokal dan internasional.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyampaikan bahwa IndoBeauty Expo bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga menjadi ruang strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari produsen, pemasok, eksportir, importir, hingga pemilik merek dalam satu ekosistem bisnis yang dinamis.
“Melalui pameran ini, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan industri secara menyeluruh, memperluas akses pasar, serta menciptakan peluang kemitraan bisnis yang berkelanjutan,” ucapnya.
Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK Indonesia), Solihin Sofian menekankan bahwa industri kecantikan nasional sedang menghadapi sejumlah tantangan signifikan.
Di antaranya adalah perubahan tren konsumen yang cepat, ketatnya persaingan pasar, serta kewajiban sertifikasi halal yang akan diberlakukan pada 2026. Karena itulah dia menilai IndoBeauty Expo dapat menjadi momentum strategis untuk menjawab tantangan tersebut.
Menurutnya, pameran ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan produk, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antar pelaku industri dari berbagai segmen. “Kami berharap pameran ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem industri kecantikan Indonesia, mendorong inovasi, serta membuka peluang pasar yang lebih luas di dalam maupun luar negeri,” ucapnya.
Selama tiga hari pelaksanaannya, IndoBeauty Expo 2025 akan menghadirkan berbagai program edukatif seperti seminar, workshop, dan talkshow yang relevan dengan isu-isu aktual industri. Di antaranya adalah seminar bertema regulasi halal seperti “Claim vs Over Claim? Halal 2026?” dan “2026 Wajib Halal: Strategi Praktis untuk Industri Kosmetika” yang menghadirkan LPPOM MUI.
Selain itu, ada pula seminar kesehatan gigi anak bertajuk “The Importance of Caries Prevention for Children’s Growth and Development” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi.
Sementara itu, sesi workshop akan menghadirkan berbagai demonstrasi menarik seperti “3-Minute Commute Makeup Tutorial” dan demo rias panggung “Showty Glam the Stage”. Talkshow bisnis juga akan digelar dengan tema “Maklon Cerdas, Produk Laris”, membahas strategi memproduksi dan memasarkan produk kosmetik secara efisien dan berdaya saing.
Salah satu program unggulan IndoBeauty Expo 2025 adalah sesi Business Matching yang difasilitasi langsung oleh Krista Exhibitions bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).
Program ini berlangsung setiap hari selama pameran dan dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha kecantikan dengan mitra ritel serta calon investor. Harapannya, kegiatan ini akan mempercepat ekspansi pasar bagi merek-merek lokal dan global serta mendorong terbentuknya kemitraan bisnis yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan IndoBeauty Expo 2025 mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta sejumlah asosiasi industri seperti PPAK Indonesia, Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).
Baca juga: 5 Bahan Alami untuk Perawatan Diri & Kecantikan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.