Tema dan Logo Resmi HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia
24 July 2025 |
10:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto secara resmi memperkenalkan tema dan logo peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (23/07/2025). Peluncuran ini juga sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan perayaan hari jadi negara Indonesia.
Tema besar yang diusung tahun ini adalah "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju". Menggambarkan semangat masyarakat Indonesia untuk bersatu dalam satu tujuan, saling memahami, dan bergerak maju bersama demi kemajuan bangsa.
Baca juga: Simak Tema & Makna Logo HUT Ke-79 Kemerdekaan RI
Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju juga akan menjadi identitas utama dalam seluruh kegiatan peringatan, yang diharapkan bisa dirayakan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Tujuannya untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, keyakinan akan masa depan yang lebih cerah, serta rasa bangga menjadi warga negara Indonesia.
Sementara itu, logo resmi HUT ke-80 RI dibuat dengan semangat 'Dimiliki Bersama, Dirayakan Bersama'. Melalui logo ini, diharapkan bangsa Indonesia bisa berbangga dan menyatukan kekuatan bersama untuk menuju Indonesia yang berdaulat, sejahtera, dan maju.
Desain logonya menampilkan angka “80” berwarna merah putih dengan tampilan sederhana, terdiri dari dua bidang berbentuk silinder yang berbeda dengan garis luar angka 8 dan 0. Bagian dalam logo menggambarkan "dua inti yang kuat", yaitu semangat bersatu dan berdaulat.
Garis luar yang tegas berwarna merah terang melambangkan rakyat yang sejahtera. Selain itu, angka 8 dan 0 sering kali dipandang sebagai simbol keabadian (infinity) karena bentuknya yang tidak terputus. Ketika angka 8 dan 0 disandingkan, keduanya mewakili gambaran Indonesia Maju, sesuai dengan visi besar Indonesia di usia 100 tahun nanti, pada 2045.
Logo ini adalah hasil karya Bram Patria Yoshugi, pemenang dari sayembara yang digelar mulai 23 Mei hingga 1 Juni 2025. Sayembara tersebut diikuti oleh ratusan desainer grafis profesional dari berbagai daerah, dengan total 245 karya yang masuk sampai akhirnya dipilih satu pemenang.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa tema dan logo HUT ke-80 ini dipilih melalui proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), dan Kementerian/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf).
“Pemilihan logo ini dimulai oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama ADGI. Mereka telah bekerja keras memilih beberapa desain terbaik, dan akhirnya pemenangnya dipilih langsung oleh Bapak Presiden,” kata Mensesneg, dikutip dari laman resminya, Rabu (23/7/2025).
Di sisi lain, Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya juga menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang telah berlangsung selama satu dekade dengan ADGI. Dia berharap kolaborasi ini bisa menyalurkan semangat perjuangan dan semangat HUT ke-80.
“Kita sudah bekerja sama 10 tahun dengan ADGI, sejak masa Parekraf, Badan Ekraf, hingga kembali menjadi Kementerian Ekraf. Dalam proses pemilihan logo ini, dari awalnya 245 peserta, kemudian disaring menjadi 5 besar, dan akhirnya dipilih oleh Presiden, sesuai dengan filosofi yang tadi dijelaskan,” ujar Menekraf.
Bram, sang desainer, menjelaskan bahwa angka 8 dan 0 dalam logo rancangannya melambangkan semangat bersatu dan berdaulat, dengan garis merah sebagai simbol kesejahteraan rakyat. Secara keseluruhan, desain ini menggambarkan arah menuju Indonesia yang lebih maju.
“Di usia ke-80 ini, kita memasuki era baru, jadi desain ini hadir dengan semangat baru pula yang tetap lantang, berani, dan bisa merepresentasikan Indonesia secara utuh,” kata Bram.
Adapun peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, tahun ini akan digelar lebih meriah sebagai simbol semangat baru dari pemerintahan yang baru terbentuk. Ini juga menjadi bentuk penyegaran simbolik atas komitmen untuk terus melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa. Pemerintah berkomitmen agar peringatan ini menjadi ruang kolaborasi antara negara dan masyarakat, tanpa melupakan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan.
Keterlibatan masyarakat dari berbagai lapisan juga menjadi bagian penting dalam peringatan HUT RI Ke-80. Hal ini untuk memastikan perayaan berlangsung secara inklusif. Pemerintah berharap momentum ini bisa memperkuat rasa persatuan dan menumbuhkan semangat optimisme menuju Indonesia yang lebih berdaulat dan maju.
Baca juga: Intip Tema & Makna Logo HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia
Tema besar yang diusung tahun ini adalah "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju". Menggambarkan semangat masyarakat Indonesia untuk bersatu dalam satu tujuan, saling memahami, dan bergerak maju bersama demi kemajuan bangsa.
Baca juga: Simak Tema & Makna Logo HUT Ke-79 Kemerdekaan RI
Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju juga akan menjadi identitas utama dalam seluruh kegiatan peringatan, yang diharapkan bisa dirayakan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Tujuannya untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, keyakinan akan masa depan yang lebih cerah, serta rasa bangga menjadi warga negara Indonesia.
Sementara itu, logo resmi HUT ke-80 RI dibuat dengan semangat 'Dimiliki Bersama, Dirayakan Bersama'. Melalui logo ini, diharapkan bangsa Indonesia bisa berbangga dan menyatukan kekuatan bersama untuk menuju Indonesia yang berdaulat, sejahtera, dan maju.
Desain logonya menampilkan angka “80” berwarna merah putih dengan tampilan sederhana, terdiri dari dua bidang berbentuk silinder yang berbeda dengan garis luar angka 8 dan 0. Bagian dalam logo menggambarkan "dua inti yang kuat", yaitu semangat bersatu dan berdaulat.
Garis luar yang tegas berwarna merah terang melambangkan rakyat yang sejahtera. Selain itu, angka 8 dan 0 sering kali dipandang sebagai simbol keabadian (infinity) karena bentuknya yang tidak terputus. Ketika angka 8 dan 0 disandingkan, keduanya mewakili gambaran Indonesia Maju, sesuai dengan visi besar Indonesia di usia 100 tahun nanti, pada 2045.
Logo ini adalah hasil karya Bram Patria Yoshugi, pemenang dari sayembara yang digelar mulai 23 Mei hingga 1 Juni 2025. Sayembara tersebut diikuti oleh ratusan desainer grafis profesional dari berbagai daerah, dengan total 245 karya yang masuk sampai akhirnya dipilih satu pemenang.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa tema dan logo HUT ke-80 ini dipilih melalui proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), dan Kementerian/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf).
“Pemilihan logo ini dimulai oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama ADGI. Mereka telah bekerja keras memilih beberapa desain terbaik, dan akhirnya pemenangnya dipilih langsung oleh Bapak Presiden,” kata Mensesneg, dikutip dari laman resminya, Rabu (23/7/2025).
Di sisi lain, Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya juga menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang telah berlangsung selama satu dekade dengan ADGI. Dia berharap kolaborasi ini bisa menyalurkan semangat perjuangan dan semangat HUT ke-80.
“Kita sudah bekerja sama 10 tahun dengan ADGI, sejak masa Parekraf, Badan Ekraf, hingga kembali menjadi Kementerian Ekraf. Dalam proses pemilihan logo ini, dari awalnya 245 peserta, kemudian disaring menjadi 5 besar, dan akhirnya dipilih oleh Presiden, sesuai dengan filosofi yang tadi dijelaskan,” ujar Menekraf.
Bram, sang desainer, menjelaskan bahwa angka 8 dan 0 dalam logo rancangannya melambangkan semangat bersatu dan berdaulat, dengan garis merah sebagai simbol kesejahteraan rakyat. Secara keseluruhan, desain ini menggambarkan arah menuju Indonesia yang lebih maju.
“Di usia ke-80 ini, kita memasuki era baru, jadi desain ini hadir dengan semangat baru pula yang tetap lantang, berani, dan bisa merepresentasikan Indonesia secara utuh,” kata Bram.
Adapun peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, tahun ini akan digelar lebih meriah sebagai simbol semangat baru dari pemerintahan yang baru terbentuk. Ini juga menjadi bentuk penyegaran simbolik atas komitmen untuk terus melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa. Pemerintah berkomitmen agar peringatan ini menjadi ruang kolaborasi antara negara dan masyarakat, tanpa melupakan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan.
Keterlibatan masyarakat dari berbagai lapisan juga menjadi bagian penting dalam peringatan HUT RI Ke-80. Hal ini untuk memastikan perayaan berlangsung secara inklusif. Pemerintah berharap momentum ini bisa memperkuat rasa persatuan dan menumbuhkan semangat optimisme menuju Indonesia yang lebih berdaulat dan maju.
Baca juga: Intip Tema & Makna Logo HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.