Tren Athleisure Kian Berkembang di Tengah Gaya Hidup Aktif dan Sehat
31 July 2025 |
22:16 WIB
Seiring dengan meningkatnya gaya hidup sehat dan aktif di kalangan masyarakat urban beberapa tahun terakhir ini, ikut mendorong hadirnya tren athleisure yakni gaya berpakaian yang memadukan elemen olaharaga (atletic) dengan gaya yang lebih santai atau casual.
Tren gaya berpakaian ini tak hanya terbatas pada kalangan penggemar olahraga saja tetapi juga telah merambah ke dalam gaya hidup urban, terutama di kalangan perempuan muda. Produk yang menekankan kenyamanan, fleksibilitas, dan fungsionalitas menjadi kunci utama dalam gaya tersebut.
Baca juga: Tren Berpakaian Y2K Ala Romcom 2000-an yang Bisa Kamu Coba
Adanya pergeseran pola konsumsi ini tentu saja ditangkap oleh sejumlah brand untuk dapat menyesuaikan desain produk mereka dengan tren tersebut. Salah satunya adalah Keds, brand sepatu asal Amerika Serikat yang baru-baru ini memperkenalkan lini sepatu BlissWalk Collection di Jakarta lewat acara bertajuk Make Everyday a Blisswalk.
Senior Buyer Keds Indonesia, Syarifah Prima mengakui bahwa masyarakat saat ini mencari produk yang tidak hanya enak dipakai, tetapi juga bisa mengikuti ritme hidup sehari-hari. “Tren athleisure sangat relevan dengan kehidupan perempuan urban yang multitugas. Mereka ingin tampil gaya, tapi juga bebas bergerak,” ujarnya.
Blisswalk Collection ini sendiri terdiri dari tiga model utama yang semuanya dirancang dengan penekanan pada kenyamanan untuk aktivitas sehari-hari. Salah satu fitur andalanya adalah BlissFoam Tech, sol kaki antimikroba yang menawarkan bantalan ekstra untuk menopang mobilitas tinggi.
Selain itu, ada juga fitur insole yang mudah dilepas dan telah mendapatkan pengakuan dari APMA (American Podiatric Medical Assootiation). Koleksi yang tediri dari tiga model ini dibekali dengan desain ringan, bantalan ekstra di area tumit dan punggung kaki, serta bahan yang dapat dicuci menggunakan mesin.
Tren athleisure ini juga mencerminkan perubahan cara pandang terhadap fesyen dari sekadar penampilan menjadi bagian dari keseharian yang aktif dan sehat. Seperti yang disampaikan oleh Spesialis Kedokteran Olahraga Sophia Hage yang menyebutkan bahwa pemilihan alas kaki yang mendukung anatomi tubuh sangat krusial untuk mencegah cedera jangka panjang, terutama bagi mereka yang aktif bergerak sepanjang hari.
“Banyak orang tidak menyadari bahwa sepatu yang kurang sesuai bisa berdampak pada postur tubuh dan sendi, terutama saat aktivitas ringan seperti berjalan kaki dilakukan dalam durasi panjang. Maka, desain yang ergonomis dan mendukung bentuk kaki menjadi penting,” jelas dr. Sophia.
Dalam konteks industri, tren athleisure menciptakan tantangan sekaligus peluang baru. Konsumen tidak hanya membeli karena merek, tetapi karena produk bisa mengikuti tuntutan hidup mereka yang dinamis. Di sinilah inovasi, kolaborasi dengan tenaga medis, dan desain yang sadar akan fungsi menjadi pembeda utama.
Lebih dari sekadar gaya fesyen musiman, athleisure merepresentasikan semangat keseimbangan antara produktivitas dan perawatan diri. Di tengah kota yang bergerak cepat, pakaian dan alas kaki bukan hanya tentang bagaimana kita tampil, tetapi juga bagaimana kita merasa sepanjang hari.
Baca juga: Apa Itu 'Performative Male' yang Sedang Tren di Tiktok Sampai Dijadikan Kontes?
Tren gaya berpakaian ini tak hanya terbatas pada kalangan penggemar olahraga saja tetapi juga telah merambah ke dalam gaya hidup urban, terutama di kalangan perempuan muda. Produk yang menekankan kenyamanan, fleksibilitas, dan fungsionalitas menjadi kunci utama dalam gaya tersebut.
Baca juga: Tren Berpakaian Y2K Ala Romcom 2000-an yang Bisa Kamu Coba
Adanya pergeseran pola konsumsi ini tentu saja ditangkap oleh sejumlah brand untuk dapat menyesuaikan desain produk mereka dengan tren tersebut. Salah satunya adalah Keds, brand sepatu asal Amerika Serikat yang baru-baru ini memperkenalkan lini sepatu BlissWalk Collection di Jakarta lewat acara bertajuk Make Everyday a Blisswalk.
Senior Buyer Keds Indonesia, Syarifah Prima mengakui bahwa masyarakat saat ini mencari produk yang tidak hanya enak dipakai, tetapi juga bisa mengikuti ritme hidup sehari-hari. “Tren athleisure sangat relevan dengan kehidupan perempuan urban yang multitugas. Mereka ingin tampil gaya, tapi juga bebas bergerak,” ujarnya.
Blisswalk Collection ini sendiri terdiri dari tiga model utama yang semuanya dirancang dengan penekanan pada kenyamanan untuk aktivitas sehari-hari. Salah satu fitur andalanya adalah BlissFoam Tech, sol kaki antimikroba yang menawarkan bantalan ekstra untuk menopang mobilitas tinggi.
Selain itu, ada juga fitur insole yang mudah dilepas dan telah mendapatkan pengakuan dari APMA (American Podiatric Medical Assootiation). Koleksi yang tediri dari tiga model ini dibekali dengan desain ringan, bantalan ekstra di area tumit dan punggung kaki, serta bahan yang dapat dicuci menggunakan mesin.
Tren athleisure ini juga mencerminkan perubahan cara pandang terhadap fesyen dari sekadar penampilan menjadi bagian dari keseharian yang aktif dan sehat. Seperti yang disampaikan oleh Spesialis Kedokteran Olahraga Sophia Hage yang menyebutkan bahwa pemilihan alas kaki yang mendukung anatomi tubuh sangat krusial untuk mencegah cedera jangka panjang, terutama bagi mereka yang aktif bergerak sepanjang hari.
“Banyak orang tidak menyadari bahwa sepatu yang kurang sesuai bisa berdampak pada postur tubuh dan sendi, terutama saat aktivitas ringan seperti berjalan kaki dilakukan dalam durasi panjang. Maka, desain yang ergonomis dan mendukung bentuk kaki menjadi penting,” jelas dr. Sophia.
Dalam konteks industri, tren athleisure menciptakan tantangan sekaligus peluang baru. Konsumen tidak hanya membeli karena merek, tetapi karena produk bisa mengikuti tuntutan hidup mereka yang dinamis. Di sinilah inovasi, kolaborasi dengan tenaga medis, dan desain yang sadar akan fungsi menjadi pembeda utama.
Lebih dari sekadar gaya fesyen musiman, athleisure merepresentasikan semangat keseimbangan antara produktivitas dan perawatan diri. Di tengah kota yang bergerak cepat, pakaian dan alas kaki bukan hanya tentang bagaimana kita tampil, tetapi juga bagaimana kita merasa sepanjang hari.
Baca juga: Apa Itu 'Performative Male' yang Sedang Tren di Tiktok Sampai Dijadikan Kontes?
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.