Sejarah Pasar Taman Puring yang Eksis Sejak Tahun 1960
29 July 2025 |
06:00 WIB
Kebakaran hebat melanda Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (28/7/2025) malam. Kebakaran tersebut menghanguskan hampir seluruh kios yang ada di dalam pasar yang diperkirakan berjumlah 600 kios. Kerugian yang ditimbulkan dari bencana ini pun ditaksir mencapai Rp30 miliar.
Insiden kebakaran ini tentunya menyisakan kesedihan mendalam khususnya di kalangan penjual. Terlebih, Pasar Taman Puring memang telah eksis selama 60 tahun lebih, dan menjadi bagian dari kehidupan sekaligus sumber penghidupan masyarakat sekitar.
Baca juga: Kawasan Pasar Baru Dihidupkan Kembali Jadi Destinasi Wisata Urban
Baca juga: Kawasan Pasar Baru Dihidupkan Kembali Jadi Destinasi Wisata Urban
Dikutip dari jurnal "Penerapan Metode Placemaking dalam Redesain Pasar Barang Bekas di Taman Puring, Jakarta Selatan" yang diterbitkan Universitas Tarumanagara, Pasar Taman Puring telah eksis sejak tahun 1960, sebagai salah satu pasar yang cukup terkenal pada masa itu di Kebayoran Baru.
Dahulu, pasar yang berlokasi di Jalan Kyai Maja, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini merupakan pasar yang menjual barang-barang bekas dan antik. Selain di dalam pasar, para penjual juga menjajakan dagangannya di sepanjang jalan pedestrian pasar, termasuk para pedagang pikulan dan adanya pangkalan oplet.
Pasar Taman Puring sendiri dibangun bertujuan untuk menampung pedagang barang bekas dan barang antik di sekitar kawasan Kebayoran Baru. Pada tahun yang sama, yakni 1960, tepat di sebelah Pasar Taman Puring, dibangun sebuah taman rekreasi yang kini dikenal dengan nama Taman Puring (Tampur).
Pada masa krisis moneter tahun 1998, terjadinya PHK massal yang mengakibatkan perekonomian masyarakat Kebayoran Baru semakin memburuk. Wakil Walikota Jakarta Selatan kala itu akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk membangun tenda-tenda untuk pedagang di sekitar Pasar Taman Puring untuk menampung para penjual korban PHK tersebut.
Nama 'Taman Puring' berasal dari banyaknya pohon puring yang dahulu tumbuh di kawasan tersebut. Mulanya, area di sisi selatan Jalan Kyai Maja itu merupakan ruang terbuka hijau. Namun, aktivitas ekonomi yang semakin padat membuat kawasan ini berubah fungsi menjadi sentra perdagangan rakyat.
Pedagang kaki lima mulai memadati area taman dan menjajakan barang kebutuhan, onderdil, serta perlengkapan militer. Dari situ, cikal bakal Pasar Taman Puring berkembang hingga menjadi salah satu ikon pasar rakyat di Jakarta.
Sejak itu, Pasar Taman Puring tak hanya buka pada Sabtu dan Minggu, tetapi setiap hari pasar sudah mulai dipenuhi oleh para pedagang dan memenuhi jalan sepanjang Taman Puring. Seiring waktu, pasar ini pun kian berkembang. Selain barang bekas dan antik, banyak juga penjual yang menjajakan produk-produk lain seperti sepatu, baju, tas, dan elektronik.
Melansir laman Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta, Pasar Taman Puring pernah mengalami kebakaran pada 2002. Kala itu, api menghanguskan di hampir keseluruhan bagian bangunan. Selain itu, tiga tahun kemudian atau pada 2005, kebakaran kembali terjadi di Pasar Taman Puring. Namun, bangunannya akhirnya dibangun kembali dengan desain yang lebih modern.

Warga melihat kondisi pasca kebakaran di Pasar Taman Puring, Jakarta, Selasa (29/7/2025). (Sumber foto: JIBI/Hypeabis.id/Fanny Kusumawardhani)
Begitu pun dengan area Taman Puring yang berada di dekat pasar. Taman dengan luas 13.118 meter persegi itu telah mengalami revitalisasi pada 2019. Sejumlah inovasi dan perbaikan serta peningkatan fungsi taman kota secara masif dilakukan untuk mengoptimalkan ruang terbuka hijau publik di DKI Jakarta.
Taman Puring dibangun dengan kesesuaian lingkungan dan mengadopsi kebutuhan masyarakat perkotaan dengan berbagai kelompok level usia, sehingga bisa dinikmati dan dijadikan salah satu destinasi rekreasi yang menyenangkan oleh masyarakat Kota Jakarta.
Taman Puring saat ini dilengkapi dengan jogging track, skate park, area parkour, area bermain anak, dan air mancur. Dengan desain inklusif, Taman Puring kini lebih terbuka serta mudah diakses, sehingga pengunjung dapat merasa jauh lebih nyaman dan aman karena visibilitas yang baik.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.