Lensa kamera. (Sumber gambar: Freepik)

3 Masalah Utama Lensa Kamera yang Wajib Diwaspadai Fotografer

28 July 2025   |   09:30 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kamera digital, lensa menjadi komponen krusial yang kerap luput dari perhatian penggunanya. Padahal, kualitas gambar yang dihasilkan saat memotret sangat bergantung pada kondisi optik lensa.

Bagi para fotografer profesional maupun penghobi serius, perawatan lensa kamera bukanlah sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang yang memastikan kinerja optimal dan menjaga nilai aset. Seiring waktu dan penggunaan, lensa kamera rentan terhadap berbagai ancaman eksternal. 

Fotografer Oktavianto Dermawan mengatakan ancaman eksternal yang paling sering menyerang lensa kamera adalah jamur. Jamur pada kamera biasanya timbul karena kelembapan tinggi dan penyimpanan di tempat gelap. 

Baca juga: Hobi Fotografi? Cek Tip & Trik Penggunaan Lensa yang Tepat dari Fotografer Profesional

Kemunculan jamur pada lensa kamera bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah ventilasi yang buruk di dalam tas atau kotak penyimpanan. Selain itu, lensa yang jarang digunakan dalam waktu lama juga lebih rentan ditumbuhi jamur. Kondisi ini tak bisa dianggap sepele, karena jamur biasanya muncul dalam bentuk noda putih menyerupai benang halus pada elemen lensa bagian dalam.

“Jamur juga menurunkan kontras dan ketajaman gambar. Apalagi sulit dibersihkan sendiri, bahkan bisa permanen jika sudah parah,” ujarnya kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.

Jika jamur sudah muncul di elemen dalam lensa, sebaiknya hindari membersihkannya sendiri. Oktavianto menyarankan agar proses pembersihan dilakukan oleh teknisi profesional melalui metode pembersihan optik yang tepat.

Bila jamur baru muncul di permukaan depan atau belakang, bisa dibersihkan dengan cairan pembersih lensa khusus dan gunakan microfiber bersih. Untuk mencegah timbulnya jamur, dia mengimbau agar lensa disiimpan di dry box dengan kelembaban 40-50 persen. Gunakan pula silica gel aktif dan ganti secara berkala.

“Sesekali jemur lensa di bawah sinar matahari pagi selama 15–20 menit. Pastikan sinar matahari tidak terlalu panas,” tambahnya.

Selain jamur, debu di dalam lensa juga kerap menjadi masalah yang dihadapi para fotografer. Debu bisa masuk saat mengganti lensa di tempat berdebu, seal lensa tidak rapat atau longgar, dan lama pemakaian yang menyebabkan debu terakumulasi di dalam elemen optik.

Memang dampaknya tidak berpengaruh signifikan pada hasil foto, kecuali debu sangat besar atau banyak. Namun yang pasti, banyaknya debu bisa menurunkan nilai jual lensa.

Oleh karena itu, selain hindari mengganti lensa di tempat berdebu atau berangin, simpan lensa dengan front dan rear cap tertutup. Gunakan pula blower untuk membersihkan bagian luar lensa secara rutin.

Masalah lainnya yang kerap terjadi pada lensa yaitu baret atau goresan pada elemen depan atau belakang. Kondisi ini terjadi ketika membersihkan lensa dengan kain kasar atau kotor, tidak menggunakan lens cap saat penyimpanan, dan lensa terjatuh atau terkena benda tajam.

Oktavianto menyebut goresan kecil biasanya tidak memengaruhi foto secara langsung, tetapi bisa menyebabkan flare. Sementara goresan besar bisa menurunkan kualitas optik secara drastis.

Bila terdapat baret kecil, langkah yang bisa dilakukan yakni menutupi lensa dengan filter UV untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Namun, bila baretnya besar atau parah, elemen depan lensa harus diganti. “Biasanya dibawa ke teknisi itupun mahal dan tidak semua bisa,” jelasnya.

Untuk menghindari goresan pada lensa, Oktavianto mengimbau agar menggunakan UV filter sejak awal. Kemudian, selalu pasang lens cap saat tidak digunakan dan bersihkan hanya dengan kain microfiber serta cairan khusus lensa.

Fotografer juga sebaiknya memiliki senjata untuk membersihkan dan perawatan lensa kamera. Alat pertama yang wajib dimiliki yakni blower yang berfungsi menghembuskan udara untuk menghilangkan debu halus dari permukaan lensa dan sensor kamera tanpa menyentuh permukaannya. Blower juga digunakan sebagai langkah pertama sebelum membersihkan dengan kain atau cairan.

Kuas pembersih lensa juga penting untuk engangkat debu yang tidak bisa hilang hanya dengan blower. Biasanya kuas ini memiliki bulu yang sangat halus dan lembut sehingga tidak menggores kaca lensa.

Senjata berikutnya yaitu kain mikrofiber untuk mengelap permukaan lensa secara lembut. Oktavianto menerangkan kain ini tidak meninggalkan serat atau goresan, berbeda dengan tisu biasa. Mikrofieber juga bisa digunakan untuk membersihkan bodi kamera.

Satu lagi yang wajib dimiliki para fotografer, yakni dry box atau dry cabinet. Tempat penyimpanan kamera dan lensa ini memiliki pengatur kelembapan otomatis baik digital atau manual. Dry box dapat menjaga suhu dan kelembapan ideal (40–50 persen) untuk mencegah jamur.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Tren Outdoor Playground Melejit, Balik Modal Bisa Kurang dari Setahun

BERIKUTNYA

School of Rock The Musical: Panggung Mimpi & Perlawanan di Sekolah Elit

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: