Kampus ini menggabungkan pengajaran bertaraf internasional dengan sistem dukungan personal yang kuat (sumber gambar: Deakin University)

DLI Hadir di Bandung, Tawarkan Pendidikan Global yang Holistik dan Inklusif

25 July 2025   |   11:28 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Pendidikan tinggi kini tak bisa lagi hanya mengandalkan ruang kelas dan relasi satu arah antara dosen dan mahasiswa. Pada era serba digital dan lintas batas seperti sekarang, mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar ilmu untuk membentuk karakter dan memperluas wawasan mereka di masa depan.

Semangat inilah yang mendorong kelahiran Deakin University Lancaster University Indonesia (DLI), hasil kolaborasi dua institusi pendidikan tinggi ternama dunia: Deakin University dari Australia dan Lancaster University dari Inggris, yang bersama-sama membangun kampus baru mereka di Jawa Barat.

Berlokasi di Bandung, DLI hadir sebagai kampus internasional dengan pendekatan inovatif, fleksibel, dan inklusif. Kurikulumnya dirancang berbasis riset dan pembelajaran interaktif yang menyeimbangkan aspek akademik, sosial, emosional, dan budaya. 

Baca juga: Menanti Pengakuan Pendidikan Demokratis di Ekosistem Edukasi Indonesia 

Rektor DLI, Professor Greg Barton, menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran di DLI menggabungkan pengajaran bertaraf internasional dengan sistem dukungan personal yang kuat. Sebab, belajar idealnya membentuk individu secara utuh—baik secara intelektual, emosional, maupun sosial, bukan sekadar menghafal teori.

“Dengan sistem dukungan yang memperhatikan kebutuhan personal setiap mahasiswa, kami berharap mereka tumbuh menjadi individu yang relevan, tangguh, dan siap berkontribusi secara global,” ujar Greg. Dia menambahkan pihaknya ingin menciptakan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. 
 

Berdasarkan studi LinkedIn Future of Work 2023, lulusan dengan pengalaman belajar lintas budaya memiliki peluang 30 persen lebih besar untuk menempati posisi strategis di perusahaan multinasional. Ini menunjukkan bahwa pendidikan berwawasan global bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi menjadi investasi penting dalam menyiapkan karier. 

Greg menjelaskan bahwa salah satu keunggulan utama kampus ini terletak pada kurikulum internasionalnya, yang dirancang secara kolaboratif oleh para pakar. Mahasiswa dapat mengikuti program gelar ganda tanpa harus meninggalkan Indonesia, tapi tetap memperoleh ijazah dari dua universitas kelas dunia. 

Lebih dari itu, dia menekankan pentingnya atmosfer kampus yang dinamis dan inklusif. Oleh karena itu, pihaknya mendorong mahasiswa untuk aktif dalam komunitas, berkolaborasi lintas disiplin, dan berinteraksi lintas budaya dalam kehidupan kampus sehari-hari. 

“Mahasiswa cukup kuliah di Bandung, tapi akan membawa pulang dua ijazah internasional. Kurikulum kami juga mengutamakan pemikiran kritis, inovasi, serta pendekatan global yang relevan dengan konteks lokal,” jelasnya.

Greg menambahkan bahwa kampus ini dirancang sebagai lingkungan belajar yang menyeluruh, didukung oleh fasilitas modern seperti ruang kelas interaktif, perpustakaan digital, serta akses ke jurnal dan laboratorium berbasis teknologi. Semua ini mendukung mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal.

Tak kalah penting, pihaknya juga memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan mahasiswa melalui pendekatan yang holistik. Layanan bimbingan akademik, konsultasi personal, dan konseling profesional disiapkan agar setiap mahasiswa dapat berkembang sesuai ritme dan kebutuhannya masing-masing.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya berkembang secara intelektual, tapi juga tumbuh utuh sebagai pribadi yang siap menghadapi dunia,” tutup Greg. 

Baca juga: Tanggapan LPDP Soal Kampus Top Dunia Tolak Penerima Beasiswa RI

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Menikmati Jakarta Malam Hari dari Open Top Tour Bus

BERIKUTNYA

LEGO Ninjago Hadir dalam Bentuk Audiobook, Ada di Spotify

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga