Koleksi Sejauh Mata Memandang dan TULUS (Sumber Foto: Sejauh Mata Memandang)

Sejauh Mata Memandang X TULUS Gelar Pameran Pasar Kita dan Luncurkan Koleksi Busana Terbaru

21 July 2025   |   19:59 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Sejauh Mata Memandang (SMM), jenama tekstil yang mengusung konsep slow fashion dan sirkularitas, berkolaborasi dengan TULUS, musisi dan penulis lagu dengan lirik yang dalam dan sudut pandang unik tentang manusia, alam, dan dinamika kehidupan. Keduanya merilis koleksi baru hasil elaborasi visi artistik masing-masing.

Sejauh Mata Memandang dan TULUS menghadirkan karya kolaborasi mereka dalam sebuah pameran bertajuk Pasar Kita sebagai bentuk perayaan menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Sketsa tangan TULUS, interpretasi lirik lagu, dipadukan dengan identitas visual dari Sejauh Mata Memandang, melahirkan koleksi yang selaras.

Baca juga: Membalut Kebaya Dalam Desain Modern Kontemporer

Pada pembukaan pameran Pasar Kita, Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang mengungkapkan antusiasmenya dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia dengan menghadirkan pameran yang terinspirasi dari nilai-nilai budaya dan tradisi Indonesia, khususnya pasar rakyat.

"Selain menggambarkan semangat kebersamaan yang ada di pasar, pameran ini juga lahir sebagai respons terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang semakin menantang di mana sektor padat karya seperti tekstil dan fesyen menghadapi tekanan akibat turunnya daya beli, tingginya biaya bahan baku, hingga ketatnya persaingan global," katanya, melalui keterangan resminya, dikutip Senin (21/7/2025).

Lebih lanjut, dia memaparkan, melalui Pasar Kita, diharapkan bisa membuka ruang kolaborasi lintas sektor sekaligus mendukung keberlanjutan pelaku usaha kecil dan artisan lokal agar dapat terus bertumbuh. Karena itu, Pasar Kita juga menjadi wadah kurasi bagi berbagai UMKM dan artisan mitra Studio Sejauh dari berbagai daerah di Indonesia.

Komitmen terhadap keberlanjutan dan mendukung artisan lokal menjadi inti dari pameran Pasar Kita. Seluruh instalasi dirancang dengan pendekatan sirkular di mana 90 persen bahan yang digunakan merupakan hasil daur ulang (reuse) dan daur naik (upcycle).
 

Instalasi di pameran Pasar Kita (Sumber Foto: Sejauh Mata Memandang)

Instalasi di pameran Pasar Kita (Sumber Foto: Sejauh Mata Memandang)

Panel kayu modular yang sebelumnya telah digunakan dalam berbagai acara Sejauh Mata Memandang kembali dimanfaatkan, sementara kain perca sisa produksi Sejauh diubah menjadi ornamen dekoratif yang mempercantik suasana. Sentuhan khas juga terlihat di area kasir Warung Pop-Up Sejauh, yang dihiasi ubin semen Tegel Kunci bermotif ayam, ikon visual yang telah melekat dengan identitas jenama tersebut.

Lebih dari sekadar ruang pameran, Pasar Kita juga menjadi wadah kurasi bagi pelaku UMKM dan artisan lokal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Cusia by Shibiru, Craft Denim, Gekiori, Sakombu, Toja Indonesia, Kait Handmade, dan Vitarlenology yang turut ambil bagian, memperlihatkan kekayaan karya dan keahlian tangan-tangan kreatif anak bangsa.

Pada kesempatan yang sama, TULUS sebagai musisi yang juga merupakan Sahabat Sejauh mengungkapkan bahwa, dirinya sangat senang bisa berkolaborasi dengan Sejauh Mata Memandang. Seperti kolaborasi mereka sebelumnya dalam program Teman Gajah TULUS, dia berharap inisiatif ini juga dapat memberi dampak positif.

“Sebagai pribadi yang mencoba mempraktikkan untuk memperpanjang umur pakai pakaian, kolaborasi ini terasa selaras dan personal. Menghubungkan musik, ragam pakaian, ekspresi berkesadaran antara manusia dan bumi tempat kita tinggal," katanya.
 

Pameran Pasar Kita (Sumber Foto: Sejauh Mata Memandang)

Pameran Pasar Kita (Sumber Foto: Sejauh Mata Memandang)

Koleksi kolaborasi Sejauh Mata Memandang dan TULUS merupakan pengembangan visual yang memadukan sketsa tangan karya pribadi TULUS dengan ragam motif khas Sejauh. Hasil perpaduan ini kemudian dituangkan ke dalam ragam motif kain bernuansa hitam dan biru tua, yakni dua warna yang merefleksikan karakter artistik TULUS di berbagai kesempatan.

Setiap motif terinspirasi dari penggambaran emosi, keseimbangan alam dan kemanusiaan yang divisualisasikan melalui bentuk geometris kotak positif-negatif dalam susunan menyerupai kain poleng. Elemen lengkung organik seperti stilasi ombak laut, awan, bulan, dan matahari juga hadir sebagai simbol sumber kehidupan, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga alam.

Motif-motif ini diaplikasikan di atas kain katun dan TENCEL™️ dengan teknik cetak saring tangan yang dikerjakan bersama UMKM di Desa Duri Puri Kauh, Denpasar, Bali, serta teknik batik cap yang dikerjakan oleh mitra artisan batik di Pekalongan, Jawa Tengah. Koleksi ini mencakup beragam produk, mulai dari pakaian pria, wanita, dan anak-anak, hingga scarf, outer, dan aksesori.

Ini merupakan sebuah kolaborasi yang tidak hanya menampilkan perpaduan dua identitas kreatif, tapi juga bersama merayakan proses bermakna, kerajinan tangan, dan hubungan yang bertanggung jawab dengan para artisan lokal. Selain itu, dengan membeli satu pakaian, kita turut berpartisipasi lewat aksi menjaga alam dan lingkungan dengan menanam satu pohon di Kawasan Ekosistem Leuser, Aceh Timur.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan pengalaman pameran yang hangat, inklusif, dan penuh makna, sekaligus mengingatkan para Sahabat Sejauh, Teman TULUS, dan pengunjung akan kekayaan inspirasi budaya Indonesia yang begitu beragam, seperti halnya keberagaman bangsa Indonesia yang begitu kaya dan harus selalu kita jaga,” ujar Chitra.

Pameran Pasar Kita akan berlangsung pada 18 Juli hingga 31 Agustus 2025 di Rama Atrium, Lantai LG, Grand Indonesia East Mall, menghadirkan pengalaman visual dan kultural yang terinspirasi dari suasana pasar rakyat. Kita akan menemukan instalasi seperti gerobakan, warung, panjat pinang, dan ornamen dekoratif khas Sejauh.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Team Vitality Esport Wanita Asal Indonesia Juara MLBB Esports World Cup 2025

BERIKUTNYA

Menyalakan Ingatan Kolektif: Perang Diponegoro dalam Tafsir Artistik di Galnas

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga