Pantau Kualitas Udara, DLH DKI Jakarta Imbau Masyarakat Akses Laman Resmi
21 July 2025 |
20:30 WIB
Kualitas udara memiliki peran penting dalam kesehatan. Pada saat ini, ada banyak cara untuk mengetahui kondisi udara di DKI Jakarta sebagai kota tempat warga beraktivitas. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meminta warga yang beraktivitas di Jakarta untuk memantaunya melalu aplikasi Jakarta Kini dan website resmi udara.jakarta.go.id.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan bahwa informasi kualitas udara yang disajikan melalui JAKI dan udara.jakarta.go.id menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2020.
Baca juga: Hypereport: 5 Abad Jakarta Masih Berkutat dengan Polusi Udara
Baca juga: Hypereport: 5 Abad Jakarta Masih Berkutat dengan Polusi Udara
“ISPU ini merupakan indeks atau angka tanpa satuan, yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan atas dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika, dan makhluk hidup lainnya,” katanya dalam siaran pers, Senin (21/7/2025).
Dia menuturkan, terdapat 111 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di Jakarta pada saat ini di mana data dari stasiun-stasiun ini dapat diakses masyarakat melalui laman resmi milik Pemprov DKI Jakarta yang dilengkapi sejumlah fitur, seperti peta lokasi SPKU secara geospasial, pemeringkatan kualitas udara dari yang terbaik hingga terburuk, serta panduan langkah-langkah yang perlu diambil saat kualitas udara memburuk.
Dengan begitu, dia mengimbau warga Jakarta untuk mengakses platform resmi karena fitur-fitur yang tersedia sudah terstandardisasi, lengkap, dan mudah dipahami. Platform JAKI dan laman udara.jakarta.go.id bisa menjadi panduan utama masyarakat dalam mengambil keputusan saat beraktivitas. Menurutnya, data yang tersaji valid dan akurat.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Indonesia untuk Clean Air Asia Ririn Radiawati Kusuma menekankan bahwa setiap negara memiliki standar kualitas udara yang berbeda, disesuaikan dengan karakteristik lokal masing-masing.
Indeks kualitas udara di China berbeda dengan Amerika Serikat. Selain itu, indeks di Indonesia juga berbeda dengan kedua negara tersebut. Indeks ini biasanya disertai dengan rekomendasi aktivitas luar ruangan yang relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Pada saat ini, sejumlah institusi memiliki inisiatif untuk memasang sensor pemantauan kualitas, terutama untuk parameter PM 2,5. Langkah tersebut sebagai wujud peningkatan kesadaran publik terhadap isu udara. Meskipun begitu, dia tetap menyarankan masyarakat tetap merujuk data resmi dari pemerintah setempat.
“Sebagian besar sensor pada platform internasional seperti IQAir dipasang oleh sebagian besar individu, dan sistem perawatan serta validasinya belum tentu diketahui. Karena itu, selain memperhatikan data dari pihak swasta atau perorangan, warga Jakarta disarankan membandingkan juga dengan data resmi milik pemerintah. Yang terpenting, informasi ini menjadi panduan penting agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman setiap harinya,” katanya.
Baca juga: Polusi Udara Jadi Biang Keladi Kasus Pneumonia pada Balita di Jakarta
Berdasarkan data https://udara.jakarta.go.id/, kualitas udara Jakarta pada Senin, 21 Juli 2025 pukul 19.00 WIB menunjukkan, hanya 6 daerah berstatus baik dengan parameter PM25 alias partikel udara dengan ukuran lebih kecil atau sama dengan 2.5 mikrometer (µm) senilai 1.12 µg/m3, sangat baik untuk melakukan kegiatan di luar ruangan.
Namun pada waktu yang sama, kualitas udara di 104 daerah di Jakarta berstatus tidak sehat dengan parameter PM25 sebesar 41.49 µg/m3. Setiap orang perlu mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama di luar ruangan, dan dianjurkan menggunakan masker, terutama bagi kelompok sensitif.
Baca juga: Polusi Udara Jadi Biang Keladi Kasus Pneumonia pada Balita di Jakarta
Berdasarkan data https://udara.jakarta.go.id/, kualitas udara Jakarta pada Senin, 21 Juli 2025 pukul 19.00 WIB menunjukkan, hanya 6 daerah berstatus baik dengan parameter PM25 alias partikel udara dengan ukuran lebih kecil atau sama dengan 2.5 mikrometer (µm) senilai 1.12 µg/m3, sangat baik untuk melakukan kegiatan di luar ruangan.
Namun pada waktu yang sama, kualitas udara di 104 daerah di Jakarta berstatus tidak sehat dengan parameter PM25 sebesar 41.49 µg/m3. Setiap orang perlu mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama di luar ruangan, dan dianjurkan menggunakan masker, terutama bagi kelompok sensitif.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.