Profil & Kisah Pangeran Al-Waleed, 'Sleeping Prince' yang Koma Selama 20 Tahun
21 July 2025 |
07:34 WIB
Pangeran Al-Waleed Bin Khalid Bin Talal Bin Abdulaziz Al Saud, yang dijuluki 'Sleeping Prince', meninggal dunia setelah koma selama lebih dari dua dekade. Kabar duka ini diumumkan oleh sang ayah, Pangeran Khalid bin Talal Al Saud, melalui unggahan di platform X pada Sabtu (19/7/2025). Sang pangeran meninggal pada usia 36 tahun.
"Dengan penuh keimanan terhadap takdir dan ketetapan Allah, serta dengan rasa duka yang dalam, kami mengumumkan wafatnya putra tercinta kami, Pangeran Al-Waleed Bin Khalid Bin Talal Bin Abdulaziz Al Saud, semoga Allah merahmatinya, yang telah berpulang hari ini," tulisnya melalui akun X @allah_cure_dede.
Pangeran Khalid juga mengunggah potret sang putra berwarna hitam-putih yang tampak sedang terbaring di sebuah tempat tidur. Dia menuliskan bahwa rangkaian prosesi pemakaman mendiang Pangeran Al-Waleed dimulai pada Minggu, (20/7/2025) hingga Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Benarkah Pangeran Arab Saudi Al-Waleed bin Khaled bin Talal Terbangun dari Koma Panjangnya?
Pangeran Al-Waleed Bin Khalid Bin Talal Bin Abdulaziz Al Saud lahir di Riyadh, Arab Saudi, pada 18 April 1989. Dia merupakan anggota keluarga kerajaan Arab Saudi, yakni putra sulung dari Pangeran Khalid Bin Talal Al Saud, sekaligus cucu dari Pangeran Talal bin Abdulaziz Al Saud.
Pria yang akrab dipanggil Dede oleh keluarganya itu dijuluki sebagai 'Sleeping Prince' atau Pangeran Tidur karena mengalami koma selama 20 tahun, setelah sebuah kecelakaan mobil tragis yang menimpanya pada 2005. Sejak itu, Pangeran Al-Waleed tidak sadarkan diri.
Selama itu pula, kondisi kesehatan dan kisah emosional Sang Pangeran Tidur kerap menyita perhatian publik, terutama di tengah rumor yang berulang tentang kemungkinan kematiannya atau tanda-tanda kebangkitannya.
Mengutip Gulf Today, Pangeran Al-Waleed mengalami kecelakaan mobil tragis pada 2005 saat dia masih menempuh studi di akademi militer di London. Sang pangeran yang kala itu masih berusia 15 tahun harus mengalami pendarahan otak parah yang membuatnya koma.
Meskipun telah dilakukan berbagai upaya medis intensif, termasuk penanganan dari dokter internasional seperti tim spesialis Amerika dan seorang ahli saraf Spanyol, hal itu tidak membuat perbaikan signifikan pada pemulihan Pangeran Al-Waleed.
Akhirnya, Pangeran Al-Waleed berada dalam keadaan koma dengan bantuan alat pernapasan di King Abdulaziz Medical City. Meski demikian, keluarganya tidak pernah kehilangan harapan akan kesembuhannya. Ayahnya sering berbagi foto di samping tempat tidurnya untuk meyakinkan orang-orang terkasih dan pendukungnya tentang kondisi putranya.
Sebelum dinyatakan meninggal, sempat ada momen-momen yang memunculkan harapan akan pulihnya Pangeran Al-Waleed. Pada 2019, Putri Rima binti Talal, bibi dari sang pangeran, mengunggah video yang memperlihatkan Pangeran Al-Waleed menggerakkan kepalanya dari kanan ke kiri, dan menulis:
"Yang Mahakuasa, Yang Maha Penyayang... Al-Walid bin Khalid menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Segala puji bagi-Mu, ya Tuhan."
Sementara itu, pada April 2025, nama Pangeran Al-Waleed kembali menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial setelah Putri Rima mengunggah foto dirinya yang lain, yang menunjukkan wujud keimanan, kesabaran, dan ketahanan dirinya dan keluarga dalam menanti kesembuhan sang pangeran.
Putri Rima binti Talal berbagi pesan menyentuh di akun resminya dengan menulis, "Kekasihku Al-Walid bin Khalid, dua puluh satu tahun, dan engkau selalu hadir di hati kami dan dalam doa-doa orang-orang terkasih-Mu. Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu Al-Walid, hanya Engkau yang tahu kelemahannya, ya Tuhan langit dan bumi," tulisnya.
Selang beberapa bulan, Pangeran Khalid mengumumkan perkembangan medis putranya, setelah dokter melihat adanya pembengkakan pada kelenjar sang pangeran di kedua sisi, yang membuat harus dilakukannya pengujian lebih lanjut.
Pada 2020, setelah 15 tahun koma, Al-Waleed dikabarkan menggerakkan tangannya, momen yang sekali lagi memicu harapan di antara keluarga dan pendukung keluarga Kerajaan Arab Saudi.
Sejak mengalami koma pada 2005, Pangeran Al-Waleed bin Khalid bin Talal menjadi simbol kesabaran dan keimanan yang mendalam di Kerajaan Arab Saudi. Dua dekade telah berlalu, tapi kisahnya tetap hidup di hati rakyat Arab Saudi, menjadi simbol harapan dan ketangguhan yang abadi.
Baca juga: Profil Singkat Pangeran Mohammed bin Salman & Sang Istri
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
"Dengan penuh keimanan terhadap takdir dan ketetapan Allah, serta dengan rasa duka yang dalam, kami mengumumkan wafatnya putra tercinta kami, Pangeran Al-Waleed Bin Khalid Bin Talal Bin Abdulaziz Al Saud, semoga Allah merahmatinya, yang telah berpulang hari ini," tulisnya melalui akun X @allah_cure_dede.
Pangeran Khalid juga mengunggah potret sang putra berwarna hitam-putih yang tampak sedang terbaring di sebuah tempat tidur. Dia menuliskan bahwa rangkaian prosesi pemakaman mendiang Pangeran Al-Waleed dimulai pada Minggu, (20/7/2025) hingga Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Benarkah Pangeran Arab Saudi Al-Waleed bin Khaled bin Talal Terbangun dari Koma Panjangnya?
{يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ، ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً، فَادْخُلِي فِي عِبَادِي، وَادْخُلِي جَنَّتِي}
— خالد بن طلال بن عبد العزيز ( أبو الوليد ) (@allah_cure_dede) July 19, 2025
بقلوب مؤمنة بقضاء الله وقدره وببالغ الحزن والأسى ننعى إبننا الغالي
الأمير الوليد بن خالد بن طلال بن عبدالعزيز آل سعود رحمه الله
الذي انتقل… pic.twitter.com/QQBbMWGOOG
Pangeran Al-Waleed Bin Khalid Bin Talal Bin Abdulaziz Al Saud lahir di Riyadh, Arab Saudi, pada 18 April 1989. Dia merupakan anggota keluarga kerajaan Arab Saudi, yakni putra sulung dari Pangeran Khalid Bin Talal Al Saud, sekaligus cucu dari Pangeran Talal bin Abdulaziz Al Saud.
Pria yang akrab dipanggil Dede oleh keluarganya itu dijuluki sebagai 'Sleeping Prince' atau Pangeran Tidur karena mengalami koma selama 20 tahun, setelah sebuah kecelakaan mobil tragis yang menimpanya pada 2005. Sejak itu, Pangeran Al-Waleed tidak sadarkan diri.
Selama itu pula, kondisi kesehatan dan kisah emosional Sang Pangeran Tidur kerap menyita perhatian publik, terutama di tengah rumor yang berulang tentang kemungkinan kematiannya atau tanda-tanda kebangkitannya.
Mengutip Gulf Today, Pangeran Al-Waleed mengalami kecelakaan mobil tragis pada 2005 saat dia masih menempuh studi di akademi militer di London. Sang pangeran yang kala itu masih berusia 15 tahun harus mengalami pendarahan otak parah yang membuatnya koma.
Meskipun telah dilakukan berbagai upaya medis intensif, termasuk penanganan dari dokter internasional seperti tim spesialis Amerika dan seorang ahli saraf Spanyol, hal itu tidak membuat perbaikan signifikan pada pemulihan Pangeran Al-Waleed.
Akhirnya, Pangeran Al-Waleed berada dalam keadaan koma dengan bantuan alat pernapasan di King Abdulaziz Medical City. Meski demikian, keluarganya tidak pernah kehilangan harapan akan kesembuhannya. Ayahnya sering berbagi foto di samping tempat tidurnya untuk meyakinkan orang-orang terkasih dan pendukungnya tentang kondisi putranya.
صلاة التهجد ليلة ٢٩
— خالد بن طلال بن عبد العزيز ( أبو الوليد ) (@allah_cure_dede) March 29, 2025
من شهر رمضان المبارك ١٤٤٦
عند ابني وحبيبي الوليد الله يشفيه ويعافيه
ويشفي مرضانا ومرضاكم ومرضى المسلمين
اللهم تقبل منا ومنكم صالح الاعمال pic.twitter.com/GEBqeqpIBd
Sebelum dinyatakan meninggal, sempat ada momen-momen yang memunculkan harapan akan pulihnya Pangeran Al-Waleed. Pada 2019, Putri Rima binti Talal, bibi dari sang pangeran, mengunggah video yang memperlihatkan Pangeran Al-Waleed menggerakkan kepalanya dari kanan ke kiri, dan menulis:
"Yang Mahakuasa, Yang Maha Penyayang... Al-Walid bin Khalid menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Segala puji bagi-Mu, ya Tuhan."
Sementara itu, pada April 2025, nama Pangeran Al-Waleed kembali menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial setelah Putri Rima mengunggah foto dirinya yang lain, yang menunjukkan wujud keimanan, kesabaran, dan ketahanan dirinya dan keluarga dalam menanti kesembuhan sang pangeran.
Putri Rima binti Talal berbagi pesan menyentuh di akun resminya dengan menulis, "Kekasihku Al-Walid bin Khalid, dua puluh satu tahun, dan engkau selalu hadir di hati kami dan dalam doa-doa orang-orang terkasih-Mu. Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu Al-Walid, hanya Engkau yang tahu kelemahannya, ya Tuhan langit dan bumi," tulisnya.
Selang beberapa bulan, Pangeran Khalid mengumumkan perkembangan medis putranya, setelah dokter melihat adanya pembengkakan pada kelenjar sang pangeran di kedua sisi, yang membuat harus dilakukannya pengujian lebih lanjut.
Pada 2020, setelah 15 tahun koma, Al-Waleed dikabarkan menggerakkan tangannya, momen yang sekali lagi memicu harapan di antara keluarga dan pendukung keluarga Kerajaan Arab Saudi.
Sejak mengalami koma pada 2005, Pangeran Al-Waleed bin Khalid bin Talal menjadi simbol kesabaran dan keimanan yang mendalam di Kerajaan Arab Saudi. Dua dekade telah berlalu, tapi kisahnya tetap hidup di hati rakyat Arab Saudi, menjadi simbol harapan dan ketangguhan yang abadi.
Baca juga: Profil Singkat Pangeran Mohammed bin Salman & Sang Istri
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.