Penyanyi Stupid Cupid & Pretty Little Baby, Connie Francis Meninggal di Usia 87
18 July 2025 |
10:20 WIB
Connie Francis, penyanyi gaek yang belakangan dikenal generasi muda lewat lagu Pretty Little Baby, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 16 Juli 2025. Penanyi Amerika Serikat yang mencapai puncak kariernya pada 1950-1960 ini tutup usia dalam usia 87 tahun.
Kabar duka ini diumumkan oleh Ron Roberts, sahabat dekat sekaligus Presiden Concetta Records, label rekaman milik Connie. Dia membagikan kabar duka ini melalui unggahan di Facebook pada Kamis (17/7/2025).
“Dengan penuh duka dan hati yang berat, saya memberitahukan bahwa sahabat saya, Connie Francis, telah meninggal tadi malam,” tulisnya.
Baca juga: Makna Lagu Dame Un Grrr dari Fantomel X Kate Linn yang Viral di TikTok
Lahir dengan nama Concetta Rosa Maria Franconero pada 12 Desember 1937 di New Jersey, Connie Francis dikenal sebagai salah satu pelopor penyanyi perempuan yang berhasil menembus dominasi industri musik pria pada masanya. Debutnya sempat berjalan lambat hingga akhirnya lagu Who’s Sorry Now (1958) membawanya ke puncak tangga lagu dan memulai rentetan kesuksesan komersial lainnya.
Dia kemudian mencetak berbagai hits seperti Stupid Cupid, Lipstick on Your Collar, My Happiness, hingga Where the Boys Are, yang menjadi lagu tema film yang juga dibintanginya. Suaranya yang khas, jernih dan emosional, membuatnya digemari lintas generasi dan melintasi batas negara.
Francis diperkirakan telah mencatat penjualan lebih dari 200 juta rekaman di seluruh dunia sepanjang kariernya. Dia juga mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menempati posisi puncak tangga lagu Billboard Hot 100, lewat lagu Everybody’s Somebody’s Fool yang merajai chart pada tahun tersebut.
Pada 1960, dia diakui sebagai penyanyi perempuan paling sukses di sejumlah negara seperti Jerman, Jepang, Inggris, Italia, Australia, serta hampit setiap negara lain yang memiliki pasar musik rekamannya. Hal ini tak mengherankan karena Francis juga dikenal sebagai penyanyi multibahasa.
Dia merekam lagu-lagu dalam bahasa Italia, Spanyol, Jerman, Prancis, hingga Jepang. Inisiatif ini makin membuka pasar internasional dan menjadikannya salah satu artis global pertama di era itu. Albumnya terjual jutaan kopi di seluruh dunia, dan hingga kini namanya tercatat sebagai salah satu penyanyi perempuan dengan penjualan rekaman tertinggi sepanjang masa.
Francis juga tercatat beberapa kali tampil di layar lebar dan acara TV. Hal ini menambah pengaruhnya di industri hiburan. Kiprahnya yang spektakuler ini tak hanya berarti bagi nama besarnya. Sebab, capaian ini pada akhirnya turut membuka jalan bagi banyak penyanyi perempuan sesudahnya.
Kendati demikian, di balik gemerlap panggung, kehidupan pribadi Connie diwarnai tragedi. Pada tahun 1974, dia menjadi korban kekerasan seksual saat berada di sebuah hotel di New York. Peristiwa traumatis itu membuatnya mundur dari sorotan publik selama bertahun-tahun. Dia juga harus menjalani berbagai perawatan kesehatan mental, termasuk pengobatan lainnya.
Namun, Connie tak menyerah. Dia kembali ke dunia hiburan secara bertahap, menulis buku memoar, dan aktif dalam advokasi bagi korban kekerasan serta isu kesehatan mental. Keteguhannya menjadi inspirasi banyak orang yang pernah mengalami trauma serupa.
Connie Francis bukan sekadar penyanyi pop. Dia adalah simbol keberanian perempuan di industri yang penuh tantangan, serta pelopor suara yang membawa lagu-lagu cinta dan kehilangan ke hati jutaan pendengar. Karyanya terus dikenang, digunakan dalam film, serial televisi, hingga viral di platform digital belum lama ini.
Kini, dunia musik kehilangan satu lagi bintang besarnya. Tapi lagu-lagu Connie Francis akan terus hidup, menyuarakan kenangan, harapan, dan cinta yang tak lekang oleh zaman.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kabar duka ini diumumkan oleh Ron Roberts, sahabat dekat sekaligus Presiden Concetta Records, label rekaman milik Connie. Dia membagikan kabar duka ini melalui unggahan di Facebook pada Kamis (17/7/2025).
“Dengan penuh duka dan hati yang berat, saya memberitahukan bahwa sahabat saya, Connie Francis, telah meninggal tadi malam,” tulisnya.
Baca juga: Makna Lagu Dame Un Grrr dari Fantomel X Kate Linn yang Viral di TikTok
Lahir dengan nama Concetta Rosa Maria Franconero pada 12 Desember 1937 di New Jersey, Connie Francis dikenal sebagai salah satu pelopor penyanyi perempuan yang berhasil menembus dominasi industri musik pria pada masanya. Debutnya sempat berjalan lambat hingga akhirnya lagu Who’s Sorry Now (1958) membawanya ke puncak tangga lagu dan memulai rentetan kesuksesan komersial lainnya.
Dia kemudian mencetak berbagai hits seperti Stupid Cupid, Lipstick on Your Collar, My Happiness, hingga Where the Boys Are, yang menjadi lagu tema film yang juga dibintanginya. Suaranya yang khas, jernih dan emosional, membuatnya digemari lintas generasi dan melintasi batas negara.
Francis diperkirakan telah mencatat penjualan lebih dari 200 juta rekaman di seluruh dunia sepanjang kariernya. Dia juga mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menempati posisi puncak tangga lagu Billboard Hot 100, lewat lagu Everybody’s Somebody’s Fool yang merajai chart pada tahun tersebut.
Pada 1960, dia diakui sebagai penyanyi perempuan paling sukses di sejumlah negara seperti Jerman, Jepang, Inggris, Italia, Australia, serta hampit setiap negara lain yang memiliki pasar musik rekamannya. Hal ini tak mengherankan karena Francis juga dikenal sebagai penyanyi multibahasa.
Dia merekam lagu-lagu dalam bahasa Italia, Spanyol, Jerman, Prancis, hingga Jepang. Inisiatif ini makin membuka pasar internasional dan menjadikannya salah satu artis global pertama di era itu. Albumnya terjual jutaan kopi di seluruh dunia, dan hingga kini namanya tercatat sebagai salah satu penyanyi perempuan dengan penjualan rekaman tertinggi sepanjang masa.
Francis juga tercatat beberapa kali tampil di layar lebar dan acara TV. Hal ini menambah pengaruhnya di industri hiburan. Kiprahnya yang spektakuler ini tak hanya berarti bagi nama besarnya. Sebab, capaian ini pada akhirnya turut membuka jalan bagi banyak penyanyi perempuan sesudahnya.
Kendati demikian, di balik gemerlap panggung, kehidupan pribadi Connie diwarnai tragedi. Pada tahun 1974, dia menjadi korban kekerasan seksual saat berada di sebuah hotel di New York. Peristiwa traumatis itu membuatnya mundur dari sorotan publik selama bertahun-tahun. Dia juga harus menjalani berbagai perawatan kesehatan mental, termasuk pengobatan lainnya.
Namun, Connie tak menyerah. Dia kembali ke dunia hiburan secara bertahap, menulis buku memoar, dan aktif dalam advokasi bagi korban kekerasan serta isu kesehatan mental. Keteguhannya menjadi inspirasi banyak orang yang pernah mengalami trauma serupa.
Connie Francis bukan sekadar penyanyi pop. Dia adalah simbol keberanian perempuan di industri yang penuh tantangan, serta pelopor suara yang membawa lagu-lagu cinta dan kehilangan ke hati jutaan pendengar. Karyanya terus dikenang, digunakan dalam film, serial televisi, hingga viral di platform digital belum lama ini.
Kini, dunia musik kehilangan satu lagi bintang besarnya. Tapi lagu-lagu Connie Francis akan terus hidup, menyuarakan kenangan, harapan, dan cinta yang tak lekang oleh zaman.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.