Founder & CEO Rissois Hendra Agus. (Sumber foto: Rissois)

Camilan Sehat Rissois, Bermula dari Resep Keluarga Hingga Raup Omzet Rp80 Juta per Bulan

16 July 2025   |   22:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah tren hidup sehat dan meningkatnya kesadaran akan kualitas makanan, camilan sehat dan premium menjadi segmen pasar yang kian menjanjikan. Peluang ini dimanfaatkan Hendra Agus, Founder & CEO Rissois, yang sejak 2016 konsisten menghadirkan camilan berbahan sehat dan olahan rumahan yang higienis.

Berawal dari resep turun-temurun keluarga, Hendra awalnya hanya membuat camilan sehat untuk anak-anaknya di rumah. Namun seiring waktu, Rissois berkembang pesat dan menjadi pilihan favorit masyarakat. Berkat konsistensi kualitas dan rasa, bisnis ini kini mampu mencatatkan omzet bulanan sebesar Rp50 juta hingga Rp80 juta.

"Kami melihat pasar tidak hanya mencari camilan yang enak, tapi juga yang bisa dipercaya dari segi bahan, proses, dan nilai yang dikandungnya. Itulah kenapa kami tetap mempertahankan kulit risoles yang tipis dari resep autentik turun temurun, memakai isian bergizi, dan hanya menggunakan minyak kelapa untuk menggoreng,” ujarnya.

Baca juga: Bermula dari Jastip, Yisti Yisnika Sukses Kembangkan Brand Fashion Oclo di Usia Muda

Bagi Hendra, peluang di segmen ini bukan hanya soal keuntungan finansial tetapi juga membangun relasi emosional dengan pelanggan melalui produk yang menenangkan dan bisa dikonsumsi dengan aman oleh seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak dan lansia. 

Menurut Hendra, ada beberapa faktor yang membuat pasar camilan sehat dan premium semakin menjanjikan. Pertama, konsumen kini semakin sadar terhadap bahan makanan.

Banyak pelanggan yang aktif menanyakan detail kandungan, asal bahan, hingga cara memasak. Hal ini mendorong pelaku usaha untuk lebih transparan dan terus berinovasi dalam menciptakan produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan sehat.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Rissois (@rissois)



Kedua, kemasan yang elegan dan siap saji menjadi nilai tambah tersendiri. "Banyak pelanggan kami adalah ibu-ibu muda yang sibuk, mereka butuh camilan yang praktis tapi tetap sehat dan bisa dibanggakan untuk disajikan ke tamu atau keluarga,” jelas Hendra.

Ketiga, keterbukaan pasar terhadap produk lokal juga semakin besar. Kepercayaan masyarakat terhadap brand UMKM terus tumbuh, dan dengan tampilan yang profesional, brand seperti Rissois mampu bersaing di rak modern maupun pusat perbelanjaan.

Terakhir, Hendra melihat potensi ekspansi ke pasar global cukup terbuka. Produk beku berkualitas seperti Rissois memiliki peluang menembus pasar ekspor, terutama untuk konsumen diaspora Indonesia maupun pecinta kuliner autentik Asia.

Bagi Rissois, pertumbuhan bisnis juga berarti memperluas dampak sosial. Dapur produksi mereka secara aktif memberdayakan ibu rumah tangga dan ibu yang merupakan orang tua tunggal. Rissois juga aktif dalam kegiatan donasi untuk anak-anak penyintas Cornelia Syndrome.

Hendra percaya bahwa keberhasilan bisnis kuliner lokal tidak hanya dilihat dari angka omzet, tetapi dari seberapa besar dia bisa memberi nilai bagi komunitas.

“Dengan produk yang sehat, enak, dan punya cerita, kami ingin menjadi pilihan utama untuk camilan keluarga Indonesia dan ke depan, dunia,” tutup Hendra.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, tak heran bila Rissois meraih berbagai penghargaan. Salah satunya piala Champion UMKM Terbaik Kategori Kuliner 2024 dari Pemprov DKI Jakarta. Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen Rissois untuk menghadirkan camilan berkualitas dan berkontribusi secara sosial di sektor kuliner dalam memberdayakan masyarakat sekitar.

Dengan tagline Lembutnya Tenangkan Hati, Rissois hadir sebagai makanan ringan beku dan siap santap. Ada banyak macam yang disediakan diantaranya Risoles Original Chicken Ragout, Risoles Premium, Risoles Beef Mozzarella, Kroket Ayam dan Bitterballen

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Membalut Kebaya Dalam Desain Modern Kontemporer

BERIKUTNYA

Review Film Kitab Sijjin & Illiyyin: Dendam Keluarga Disfungsional

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: