FFI 2025 Usung Program Baru, Dekatkan Diri ke Festival Film Daerah
07 July 2025 |
11:00 WIB
Festival Film Indonesia 2025 resmi diluncurkan di Jakarta dengan semangat baru. Tahun ini, FFI mengusung tema Puspawarna Sinema Indonesia. Tema ini dipilih sebagai wujud perayaan keberagaman yang menjadi kekuatan utama film nasional.
Melalui tema ini, FFI ingin menegaskan bahwa kekuatan sinema nasional tidak terletak pada satu warna tunggal, melainkan justru pada kekayaan perspektif dan suara dari berbagai penjuru Tanah Air. Oleh karena itulah, tahun ini FFI pun ingin lebih merangkul sineas maupun festival film daerah untuk turut menyemarakkan pesta bergengsi tahunan ini.
Ketua Bidang Program Prilly Latuconsina mengatakan tahun ini arah program FFI akan berbeda dibanding tahun lalu. Pada edisi ini, Prilly ingin FFI lebih melebarkan sayap ke sejumlah stakeholder penting yang menghidupkan sinema-sinema di daerah.
Baca juga: Ringgo Agus Rahman & Sheila Dara Didapuk Jadi Duta Festival Film Indonesia 2025
Prilly menuturkan bahwa pada edisi sebelumnya, program Goes to Campus menjadi salah satu ujung tombak dari Road to FFI. Program ini menyasar kampus-kampus di berbagai wilayah untuk memperkenalkan sejarah FFI, proses seleksi film, hingga memberi ruang diskusi tentang perkembangan perfilman nasional.
"Waktu itu, antusiasme mahasiswa terhadap film Indonesia sangat besar, bahkan data penonton film Indonesia pun menunjukkan peningkatan yang signifikan," ucap Prilly.
Namun pada 2025 ini, pendekatan itu akan diperluas. Alih-alih hanya menyapa ruang-ruang akademik, FFI kini memilih untuk menjemput energi komunitas melalui kolaborasi dengan festival film daerah. “Kalau tahun lalu kami keliling kampus, tahun ini kami akan berkeliling ke festival-festival lokal di berbagai daerah,” imbuhnya.
Perubahan ini bukan semata pergeseran lokasi, tetapi mencerminkan komitmen FFI untuk lebih inklusif terhadap ekosistem film di daerah, yang selama ini menjadi ruang penting tumbuhnya sinema alternatif dan narasi-narasi lokal yang tak selalu mendapat tempat di pusat.
Prilly mengatakan kolaborasi dengan festival film daerah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga akan diisi dengan beragam program yang dirancang untuk memperkuat ekosistem perfilman daerah. Salah satu program unggulannya adalah dialog inspiratif bersama para tokoh yang telah menorehkan prestasi di ajang FFI, sebagai upaya untuk menghadirkan pembelajaran langsung dari para pelaku industri yang sudah berpengalaman.
“Kami ingin menginspirasi anak-anak muda agar semakin yakin untuk terjun ke industri film dan membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Komite FFI 2025–2026, Ario Bayu, juga menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan film nasional saat ini. Menurutnya, sinema Indonesia tengah berada dalam fase yang menjanjikan, baik dari sisi kreativitas, jumlah produksi, maupun pencapaian di berbagai ajang internasional.
Namun, pencapaian tersebut perlu terus ditopang oleh kerja kolektif dan sistem yang solid. Ario menegaskan bahwa FFI tahun ini diselenggarakan dengan semangat kolaborasi lintas sektor. Dia berharap FFI tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah, asosiasi profesi, komunitas film, hingga institusi pendidikan.
FFI 2025 telah resmi membuka periode pendaftaran untuk karya film dan kritik film. Periode pendaftaran berlangsung dari 1 Juli hingga 31 Agustus 2025. Proses seleksi dan penjurian dijadwalkan berlangsung mulai 1 September hingga 31 Oktober 2025. Nominasi para finalis direncanakan akan diumumkan pada bulan Oktober, sementara Malam Anugerah Piala Citra FFI dijadwalkan berlangsung pada November 2025.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Melalui tema ini, FFI ingin menegaskan bahwa kekuatan sinema nasional tidak terletak pada satu warna tunggal, melainkan justru pada kekayaan perspektif dan suara dari berbagai penjuru Tanah Air. Oleh karena itulah, tahun ini FFI pun ingin lebih merangkul sineas maupun festival film daerah untuk turut menyemarakkan pesta bergengsi tahunan ini.
Ketua Bidang Program Prilly Latuconsina mengatakan tahun ini arah program FFI akan berbeda dibanding tahun lalu. Pada edisi ini, Prilly ingin FFI lebih melebarkan sayap ke sejumlah stakeholder penting yang menghidupkan sinema-sinema di daerah.
Baca juga: Ringgo Agus Rahman & Sheila Dara Didapuk Jadi Duta Festival Film Indonesia 2025
Prilly menuturkan bahwa pada edisi sebelumnya, program Goes to Campus menjadi salah satu ujung tombak dari Road to FFI. Program ini menyasar kampus-kampus di berbagai wilayah untuk memperkenalkan sejarah FFI, proses seleksi film, hingga memberi ruang diskusi tentang perkembangan perfilman nasional.
"Waktu itu, antusiasme mahasiswa terhadap film Indonesia sangat besar, bahkan data penonton film Indonesia pun menunjukkan peningkatan yang signifikan," ucap Prilly.
Namun pada 2025 ini, pendekatan itu akan diperluas. Alih-alih hanya menyapa ruang-ruang akademik, FFI kini memilih untuk menjemput energi komunitas melalui kolaborasi dengan festival film daerah. “Kalau tahun lalu kami keliling kampus, tahun ini kami akan berkeliling ke festival-festival lokal di berbagai daerah,” imbuhnya.
Perubahan ini bukan semata pergeseran lokasi, tetapi mencerminkan komitmen FFI untuk lebih inklusif terhadap ekosistem film di daerah, yang selama ini menjadi ruang penting tumbuhnya sinema alternatif dan narasi-narasi lokal yang tak selalu mendapat tempat di pusat.
Prilly mengatakan kolaborasi dengan festival film daerah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga akan diisi dengan beragam program yang dirancang untuk memperkuat ekosistem perfilman daerah. Salah satu program unggulannya adalah dialog inspiratif bersama para tokoh yang telah menorehkan prestasi di ajang FFI, sebagai upaya untuk menghadirkan pembelajaran langsung dari para pelaku industri yang sudah berpengalaman.
“Kami ingin menginspirasi anak-anak muda agar semakin yakin untuk terjun ke industri film dan membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Komite FFI 2025–2026, Ario Bayu, juga menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan film nasional saat ini. Menurutnya, sinema Indonesia tengah berada dalam fase yang menjanjikan, baik dari sisi kreativitas, jumlah produksi, maupun pencapaian di berbagai ajang internasional.
Namun, pencapaian tersebut perlu terus ditopang oleh kerja kolektif dan sistem yang solid. Ario menegaskan bahwa FFI tahun ini diselenggarakan dengan semangat kolaborasi lintas sektor. Dia berharap FFI tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah, asosiasi profesi, komunitas film, hingga institusi pendidikan.
FFI 2025 telah resmi membuka periode pendaftaran untuk karya film dan kritik film. Periode pendaftaran berlangsung dari 1 Juli hingga 31 Agustus 2025. Proses seleksi dan penjurian dijadwalkan berlangsung mulai 1 September hingga 31 Oktober 2025. Nominasi para finalis direncanakan akan diumumkan pada bulan Oktober, sementara Malam Anugerah Piala Citra FFI dijadwalkan berlangsung pada November 2025.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.