The Sigit hingga Bernadya Bakal Ramaikan Festival Musik Forestra 2025
04 July 2025 |
13:34 WIB
Festival musik Forestra siap kembali digelar tahun ini dengan kolaborasi musisi lintas generasi yang semakin menarik. Diselenggarakan di tengah rimbunnya hutan pinus Orchid Forest Cikole, Bandung, konser yang memadukan elemen musik orkestra dan alam ini akan digelar pada 30 Agustus 2025.
Tahun ini, konser musik yang digarap oleh ABM ini akan mengundang deretan musisi dari spektrum genre yang luas. Salah satu yang cukup disorot ialah kehadiran Sal Priadi. Pelantun lagu "Gala Bunga Matahari" ini akan kembali memikat penonton lewat aksi panggungnya yang penuh ekspresi, dn terkadang disertai sentuhan teatrikal.
Sementara itu, di segmen musik yang lebih cadas, band metal Voice of Baceprot siap menggetarkan hutan Cikole dengan energi dan pesan sosial mereka. Aksi panggung mereka yang eksplosif, dikombinasikan dengan latar hutan yang magis, menjanjikan momen yang tak terlupakan bagi penonton.
Baca juga: Jazz Traffic Festival 2025 Siap Ramaikan Surabaya, Raisa hingga Coldiac Bakal Bikin Panggung Bergoyang
Band rock alternatif The Sigit juga dipastikan turut meramaikan Forestra tahun ini. Mereka akan membawakan aransemen khas penuh distorsi dengan kekuatan vokal yang menjadi ciri mereka. Bagi sang vokalis dan gitaris, Rekti Yoewono, tampil di Forestra menjadi momen istimewa untuk menyatukan identitas musik mereka dengan alam tempat mereka berasal.
“Kami memang dari Bandung, tapi jarang sekali mendapat kesempatan tampil di ruang seperti ini, panggung di tengah hutan, di kota sendiri. Forestra memberikan tantangan sekaligus pengalaman emosional, yakni bagaimana membawa musik yang biasa kami mainkan di ruangan gelap yang riuh, ke suasana yang tenang dan penuh kehidupan seperti ini,” ungkap Rekti.
Lalu, ada hadir pula Bernadya, musisi muda yang tengah naik daun lewat karya-karya galau yang menyentuh hati ini juga dijadwalkan tampil di Forestra. Gaya bernyanyi yang lembut dan jujur membuat kehadirannya menjadi penyeimbang di tengah keragaman genre yang diusung Forestra 2025.
Nama-nama lain yang juga akan mengisi panggung tahun ini di antaranya ialah Reza Artamevia, Raja Kirik, Ensemble Tikoro, serta penampilan spesial dari Iksan Skuter, The Panturas, hingga Oom Leo Berkaraoke yang siap menutup malam dengan nostalgia dan keriuhan bersama penonton.
Seperti edisi-edisi sebelumnya, kekuatan Forestra tak hanya terletak pada jajaran musisinya, tetapi juga pada pendekatan musikal di atas panggung. Sebab, aspek musikal pada konser ini dikembangkan langsung oleh Erwin Gutawa sebagai Music Director.
Erwin dikenal piawai menyusun aransemen lintas genre ke dalam sebuah pengalaman musik yang magis, menjadikan setiap pertunjukan bukan sekadar konser, melainkan peristiwa artistik yang menyentuh semua indra. Musik-musik penampil akan dikemas dalam balutan orkestra yang megah.
Secara visual, Forestra juga selalu menempatkan diri sebagai ruang pertunjukan yang menyatu dengan alam. Hal ini tak lepas dari peran Jay Subyakto sebagai Creative Director. Jay secara konsisten merancang panggung secara unik.
Panggung Forestra kerap kali dibuat untuk tidak menguasai lanskap hutan, tetapi justru memberi ruang bagi alam untuk ikut “berbicara”. Menurutnya, struktur panggung, pencahayaan, dan visual harus berdialog dengan lingkungan sekitar.
Dalam penyelenggaraan sebelumnya, dialog ini pernah hadir lewat penembakan LED projector ke permukaan batang-batang pohon, menghasilkan visual yang tampak menyatu dengan hutan itu sendiri.
"Cahaya, struktur, dan susunan visual diatur dalam harmoni, membiarkan elemen alam menjadi bagian dari pertunjukan itu sendiri, bukan sekadar latar,” ungkap Jay Subyakto.
Dengan konsep yang ditawarkan, tak mengherankan jika Forestra menjadi salah satu festival yang paling dinantikan para penikmat musik. Antusiasme tinggi tahun ini terlihat dari cepatnya tiket Harmoni 2 dan Simfoni (Presale 1 & 2) terjual habis dalam waktu singkat. Saat ini, tiket Simfoni (Presale 3) masih tersedia seharga Rp685.000.
Sementara itu, kategori tiket Awalan Hari (Early Entry) juga masih bisa didapatkan dengan harga Rp395.000 secara eksklusif melalui situs resmi Forestra.id. Tiket Awalan Hari adalah tiket yang memberikan akses masuk lebih awal ke area konser. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati keindahan hutan sejak siang hari.
Pada siang hari, penonton dapat menikmati berbagai acara lain yang tak kalah menarik, seperti di Area Gema, akan ada diskusi musik bersama Kiki Ucup (Program Director Pestapora), Boit dari Omuniuum (toko musik independen), hingga Microgram Entertainment (kolektif kreatif).
Tak hanya itu, akan ada talkshow seputar isu lingkungan dan penampilan spesial dari Bottlesmoker, duo elektronik asal Bandung yang akan menampilkan konser bertajuk Bio-plant Sonic, sebuah pertunjukan eksperimental yang melibatkan suara tanaman, berkolaborasi dengan Greenpeace Indonesia.
Baca juga: Lineup Fase Pertama AXEAN Festival 2025 Diumumkan, Tampilkan Musisi Asia Tenggara
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Tahun ini, konser musik yang digarap oleh ABM ini akan mengundang deretan musisi dari spektrum genre yang luas. Salah satu yang cukup disorot ialah kehadiran Sal Priadi. Pelantun lagu "Gala Bunga Matahari" ini akan kembali memikat penonton lewat aksi panggungnya yang penuh ekspresi, dn terkadang disertai sentuhan teatrikal.
Sementara itu, di segmen musik yang lebih cadas, band metal Voice of Baceprot siap menggetarkan hutan Cikole dengan energi dan pesan sosial mereka. Aksi panggung mereka yang eksplosif, dikombinasikan dengan latar hutan yang magis, menjanjikan momen yang tak terlupakan bagi penonton.
Baca juga: Jazz Traffic Festival 2025 Siap Ramaikan Surabaya, Raisa hingga Coldiac Bakal Bikin Panggung Bergoyang
Band rock alternatif The Sigit juga dipastikan turut meramaikan Forestra tahun ini. Mereka akan membawakan aransemen khas penuh distorsi dengan kekuatan vokal yang menjadi ciri mereka. Bagi sang vokalis dan gitaris, Rekti Yoewono, tampil di Forestra menjadi momen istimewa untuk menyatukan identitas musik mereka dengan alam tempat mereka berasal.
“Kami memang dari Bandung, tapi jarang sekali mendapat kesempatan tampil di ruang seperti ini, panggung di tengah hutan, di kota sendiri. Forestra memberikan tantangan sekaligus pengalaman emosional, yakni bagaimana membawa musik yang biasa kami mainkan di ruangan gelap yang riuh, ke suasana yang tenang dan penuh kehidupan seperti ini,” ungkap Rekti.
Lalu, ada hadir pula Bernadya, musisi muda yang tengah naik daun lewat karya-karya galau yang menyentuh hati ini juga dijadwalkan tampil di Forestra. Gaya bernyanyi yang lembut dan jujur membuat kehadirannya menjadi penyeimbang di tengah keragaman genre yang diusung Forestra 2025.
Nama-nama lain yang juga akan mengisi panggung tahun ini di antaranya ialah Reza Artamevia, Raja Kirik, Ensemble Tikoro, serta penampilan spesial dari Iksan Skuter, The Panturas, hingga Oom Leo Berkaraoke yang siap menutup malam dengan nostalgia dan keriuhan bersama penonton.

Konser Forestra (Sumber gambar: dok Forestra)
Erwin dikenal piawai menyusun aransemen lintas genre ke dalam sebuah pengalaman musik yang magis, menjadikan setiap pertunjukan bukan sekadar konser, melainkan peristiwa artistik yang menyentuh semua indra. Musik-musik penampil akan dikemas dalam balutan orkestra yang megah.
Secara visual, Forestra juga selalu menempatkan diri sebagai ruang pertunjukan yang menyatu dengan alam. Hal ini tak lepas dari peran Jay Subyakto sebagai Creative Director. Jay secara konsisten merancang panggung secara unik.
Panggung Forestra kerap kali dibuat untuk tidak menguasai lanskap hutan, tetapi justru memberi ruang bagi alam untuk ikut “berbicara”. Menurutnya, struktur panggung, pencahayaan, dan visual harus berdialog dengan lingkungan sekitar.
Dalam penyelenggaraan sebelumnya, dialog ini pernah hadir lewat penembakan LED projector ke permukaan batang-batang pohon, menghasilkan visual yang tampak menyatu dengan hutan itu sendiri.
"Cahaya, struktur, dan susunan visual diatur dalam harmoni, membiarkan elemen alam menjadi bagian dari pertunjukan itu sendiri, bukan sekadar latar,” ungkap Jay Subyakto.
Dengan konsep yang ditawarkan, tak mengherankan jika Forestra menjadi salah satu festival yang paling dinantikan para penikmat musik. Antusiasme tinggi tahun ini terlihat dari cepatnya tiket Harmoni 2 dan Simfoni (Presale 1 & 2) terjual habis dalam waktu singkat. Saat ini, tiket Simfoni (Presale 3) masih tersedia seharga Rp685.000.
Sementara itu, kategori tiket Awalan Hari (Early Entry) juga masih bisa didapatkan dengan harga Rp395.000 secara eksklusif melalui situs resmi Forestra.id. Tiket Awalan Hari adalah tiket yang memberikan akses masuk lebih awal ke area konser. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati keindahan hutan sejak siang hari.
Pada siang hari, penonton dapat menikmati berbagai acara lain yang tak kalah menarik, seperti di Area Gema, akan ada diskusi musik bersama Kiki Ucup (Program Director Pestapora), Boit dari Omuniuum (toko musik independen), hingga Microgram Entertainment (kolektif kreatif).
Tak hanya itu, akan ada talkshow seputar isu lingkungan dan penampilan spesial dari Bottlesmoker, duo elektronik asal Bandung yang akan menampilkan konser bertajuk Bio-plant Sonic, sebuah pertunjukan eksperimental yang melibatkan suara tanaman, berkolaborasi dengan Greenpeace Indonesia.
Baca juga: Lineup Fase Pertama AXEAN Festival 2025 Diumumkan, Tampilkan Musisi Asia Tenggara
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.