Jagad’e Raminten (Sumber Foto: Kalyana Shira Foundation)

Dokumenter Jagad’e Raminten Soroti Perjalanan Hamzah Sulaiman, Ikon Budaya Yogyakarta

03 July 2025   |   20:35 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Dokumenter Jagad’e Raminten (Raminten Universe) persembahan Kalyana Shira Foundation, menyoroti kehidupan dan warisan sosok Raminten sebagai salah satu ikon budaya Yogyakarta. Karya sinema berdurasi 95 menit tersebut, digarap oleh Nia Dinata sebagai sutradara dan penulis, Dena Rachman sebagai produser dan penulis, serta Melissa Karim sebagai co-produser.

Jagad’e Raminten menggambarkan perjalanan Raminten yang tidak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses yang mendirikan berbagai usaha seperti toko oleh-oleh, restoran, dan batik, tetapi juga sosok yang menciptakan wadah ekspresi seni lewat pertunjukan kabaret bagi komunitas inklusif.

Baca juga: Sosok Ikonis Raminten Dibuat Film Dokumenter Garapan Sutradara Nia Dinata

Penonton akan menyaksikan perjalanan sosok di balik Raminten, yakni mendiang Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Tanoyo Hamijinindyo atau Hamzah Sulaiman. Hamzah dikenal luas sebagai seniman yang menciptakan karakter "Raminten", sosok perempuan jawa yang dilakoninya dalam sebuah acara komedi situasi di stasiun televisi lokal Jogja TV. 

 

Raminten Cabaret Show (Sumber Foto: Kalyana Shira Foundation)

Raminten Cabaret Show (Sumber Foto: Kalyana Shira Foundation)



Karakter ini kemudian menjadi inspirasi utama dalam pendirian restoran The House of Raminten dan Raminten Cabaret Show. Pertunjukan kabaret Raminten sampai sekarang dikenal lewat keunikannya yang menampilkan para pemain yang sebagian besar pria. Mereka muncul dengan kostum dan riasan mencolok, serta melakukan cross-dressing dengan berdandan seperti wanita untuk menirukan berbagai tokoh terkenal dari dalam dan luar negeri.

Sepanjang hidupnya, Hamzah Sulaiman tak hanya menjalankan bisnis, namun membina sebuah keluarga besar yang termasuk di dalamnya para karyawan, penampil pertunjukan kabaret, serta keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Nia Dinata selaku sutradara Jagad’e Raminten (Raminten Universe) menyampaikan, bahwa gagasan membuat karya dokumenter ini sudah ada sejak 2023, ketika sang penulis, Dena masih di London menyelesaikan disertasinya tentang representasi dalam industri film Indonesia.

"Munculah sosok Raminten dalam benak kami sebagai wujud nyata dari representasi keberagaman dan unconditional love. Melalui Raminten, kita belajar bahwa ketulusan dan penerimaan terhadap perbedaan dapat tumbuh menjadi kekuatan yang memperkuat rasa kemanusiaan," ujar Nia Dinata, lewat keterangan resminya, dikutip Kamis (3/7/2025).

Lebih lanjut dia memaparkan, melalui film ini kami bersama seluruh keluarga dan sahabat hendak memberikan penghormatan pada almarhum Hamzah Sulaiman. Sungguh sebuah kehormatan besar bagi kami dapat membawa kisahnya ke mata dunia.

 

Kabaret Raminten (Sumber Foto: Kalyana Shira Foundation)

Kabaret Raminten (Sumber Foto: Kalyana Shira Foundation)



Pada kesempatan yang sama, Dena Rachman yang juga terlibat dalam proyek ini sebagai produser dan penulis menyampaikan bahwa keterlibatannya merupakan bentuk upaya untuk menyebarkan simbol kasih, kebaikan, dan keberanian dalam mengekspresikan diri di tengah norma-norma yang ada.

“Lebih dari sekadar hiburan, Raminten adalah sosok yang menyediakan rumah bagi banyak kaum marginal terutama bagi chosen family mereka. Sosok Raminten tidak hanya memperjuangkan inklusivitas di atas panggung, tetapi juga dalam kehidupan nyata dengan menciptakan penghidupan yang layak dan berkelanjutan, kami merasa terdorong untuk mengabadikan warisan ini dalam sebuah karya yang dapat terus menginspirasi,” ujar Dena.

Lebih dari itu, Melissa Karim selaku Co-produser menambahkan, perjalanan membuat dokumenter ini sangat menyentuh dan penuh makna. lami ingin menangkap esensi sejati Raminten sebagai ikon budaya dan bisnis sekaligus sosok visioner yang membuktikan bahwa pelestarian tradisi bisa berjalan beriringan dengan inovasi dan economic empowerment.

"Raminten menciptakan ekosistem yang memberdayakan banyak orang, membuka lapangan kerja, dan menjadikan kesenian sebagai sumber penghidupan,” katanya.

Selain itu, yang membuat film ini semakin istimewa adalah karena Jagad’e Raminten (Raminten Universe) merupakan persembahan terakhir, sebuah kado penuh cinta dari teman-teman dan keluarga besar untuk mendiang Hamzah Sulaiman.

Meski Hamzah Sulaiman telah berpulang sebelum film ini sempat dirilis, orang-orang yang terlibat dalam pembuatan karya ini tahu bahwa beliau sangat menantikan hadirnya kisah ini untuk disaksikan oleh masyarakat luas.

Film ini adalah cara untuk meneruskan warisan Raminten, menyebarkan cinta, kepedulian, dan semangat inklusivitas, khususnya bagi masyarakat Yogyakarta yang begitu dekat di hatinya.

“Bagi kami, dokumenter ini bukan sekadar karya film, tetapi sebuah bentuk penghormatan penuh cinta untuk sosok Bapak kami, almarhum Hamzah Sulaiman. Beliau adalah cahaya bagi begitu banyak orang, baik sebagai pemimpin, sahabat, maupun figur ayah bagi keluarga besar Raminten," ujar Ratri, Director of House of
Raminten.

Ratri menambahkan, dia sangat tersentuh dan merasa terhormat kisah hidup dan warisan Raminten diabadikan dalam dokumenter ini. Harapannya film ini dapat menyentuh hati masyarakat Indonesia, khususnya warga Jogja, seperti halnya sosok Hamzah Sulaiman yang telah menyentuh hidup banyak orang dengan kasih dan kebaikannya.

Adapun penayangan perdana Film Dokumenter Jagad’e Raminten (Raminten Universe) dilaksanakan di Auditorium IFI Yogyakarta dan dihadiri oleh lebih dari 250 undangan termasuk keluarga besar Raminten, komunitas pecinta film, aktivis, dan seniman lokal Yogyakarta maupun nasional.

Pemutaran kedua dari film dokumenter Jagad’e Raminten (Raminten Universe) akan dilaksanakan di panggung ARTJOG 2025 yang berlokasi di Jogja National Museum pada 5 Juli 2025.

Baca juga: Seniman Hamzah Sulaiman alias Raminten Meninggal Dunia, Simak Rekam Jejaknya

SEBELUMNYA

Ini Daftar Prasarana Olahraga yang Terkena PBJT Jasa Kesenian & Hiburan

BERIKUTNYA

Cerita Merek Sepatu Lokal Brodo yang Konsisten di Lini Fashion & Lifestyle Pria

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: