Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampil dalam acara Pestapora 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/9/2024). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha)

Soroti Isu Iklim, SBY Rilis Ulang Single Save Our World Bersama 35 Musisi Lintas Generasi

02 July 2025   |   19:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan melalui medium seni. Dia belum lama ini merilis ulang lagu ciptaannya berjudul "Save Our World" yang dikemas dengan aransemen lebih segar.

Dalam proyek ini, SBY melibatkan 35 musisi lintas generasi untuk bersama-sama menghidupkan lagu tersebut. Beberapa nama besar yang turut terlibat di antaranya ialah Vina Panduwinata, Yuni Shara, Titiek Sandora, Tantri Kotak, Novia Bachmid, Ariyo Wahab, hingga Cakra Khan. 

"Save Our World" awalnya memiliki judul resmi "Untuk Bumi Kita". Lagu tersebut ditulis oleh SBY dan pertama kali dirilis dengan aransemen garapan Erwin Gutawa. Kala itu, SBY menunjuk Sandhy Sondoro untuk menyanyikan lagu tersebut pada 2010. 

Tiga tahun setelah peluncuran awal, lagu tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh musisi asal Amerika Serikat, Jeff Lorber, dan dibawakan oleh Jeff Pescetto. Dalam versi ini, judul lagu turut diubah menjadi Save Our World. 

Baca juga: Lukisan Pemandangan Alam Karya SBY Kian Bertambah, Yuk Cek Koleksinya 
 

 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampil dalam acara Pestapora 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/9/2024). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha)

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampil dalam acara Pestapora 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/9/2024). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha)

Judul tersebut kemudian tetap dipertahankan oleh SBY. Kini, pada 2025, mantan presiden itu memutuskan untuk merilis kembali versi terbaru lagu tersebut dengan aransemen yang lebih modern. Komposisi musik pada versi anyar ini juga digarap khusus oleh Tohpati. 

“Versi ini adalah perpaduan dari aransemen baru oleh Tohpati dan penampilan vokal 35 musisi lintas generasi,” ujar SBY saat memperkenalkan lagunya di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, dilihat secara daring.

SBY mengatakan meski lagu awal dirilis pada medio 2010. Inspirasi untuk membuat lagu bertema iklim sebenarnya sudah dimulai sejak 2007. Dirinya bercerita pada 2007, ketika dirinya masih menjadi presiden, Indonesia ditunjuk untuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (COP) ke-13 tentang perubahan iklim di Bali. 

Menurutnya, acara tersebut punya kesan yang mendalam baginya, bukan hanya sebagai kepala negara, melainkan juga pribadi. Sejak saat itu, dia mengaku kepeduliannya terhadap isu iklim makin meningkat.

SBY juga menyebut dirinya makin paham bahwa ancaman terhadap Bumi adalah nyata dan dampaknya bisa lebih besar dari perang. Karena itu pula, dia berusaha turut berkontribusi dengan berbagai cara, termasuk lewat arah kebijakan pemerintahannya yang mendukung penyelamatan iklim.

Tiga tahun setelahnya, tepatnya pada 2010, SBY kemudian diundang oleh PM Norwegia Jens Stoltenberg untuk membahas perubahan iklim dan penyelamatan hutan dalam sebuah konferensi internasional di wilayah Oslo, Norwegia. Perjalanan kenegaraannya ini kemudian jadi titik balik besar lain baginya.

Dari konferensi itulah lahir inspirasi untuk menulis lagu yang awalnya berjudul Untuk Bumi Kita. “Setelah tiga hari tiga malam berada di Oslo, sebelum kembali ke Jakarta, saya terinspirasi karena semangatnya luar biasa. Maka pagi-pagi sebelum bertolak ke Jakarta, saya didampingi almarhumah Ibu Ani main gitar dan terciptalah lagu ini,” kenang SBY.

Selain merilis ulang lagu andalannya, dia juga menghadirkan video musik (MV) sebagai pelengkap. MV "Save Our World" tampil dengan konsep yang unik dan berbeda dari video musik pada umumnya. 

Video ini diawali dengan monolog dari SBY yang mengisahkan kembali proses kreatif di balik penciptaan lagu tersebut. Setelah itu, lagu mulai mengalun perlahan, diawali petikan gitar yang kemudian berpadu harmonis dengan melodi dari berbagai instrumen lainnya.
 
 
Dalam video musik ini, SBY banyak memainkan metafora yang apik untuk menghidupkan lagunya dalam versi audio visual. Dimulai dengan suasana hutan yang asri dan elemen budaya Suku Dayak di sekitar Batang Garing, simbol pohon kehidupan, video tersebut perlahan berubah menjadi dramatis saat visual kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan mulai mendominasi. 

Pesan ini menguatkan tema lagu sebagai seruan kolektif untuk menyelamatkan satu-satunya planet tempat manusia hidup. Di adegan penutup, MV menampilkan sosok mendiang Titiek Puspa yang muncul dengan latar alam yang kembali hijau dan damai. 

Adegan tersebut mempertegas harapan bahwa dengan kesadaran dan komitmen bersama, dunia masih memiliki peluang untuk menyelamatkan Bumi dari kehancuran lingkungan. Music video berdurasi 10 menit 17 detik ini sudah bisa disaksikan di kanal YouTube resmi SBY. 

Baca juga: 6 Fakta Unik di Balik Museum Galeri SBY-Ani di Pacitan yang Baru Diresmikan

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Skincare vs Skin Stress, Ketika Merawat Kulit Bisa Jadi Bentuk Healing

BERIKUTNYA

Tangis Pecah di DPR Saat Fadli Zon Bahas Luka Pemerkosaan Mei 1998

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: