Dodol sebagai salah satu oleh-oleh khas Betawi (Sumber gambar: Jakarta Tourism)

Kisah Dua Pelaku Usaha Bawa Oleh-oleh Khas Betawi Naik Kelas

29 June 2025   |   16:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Kota Jakarta menyimpan segudang kudapan tradisional mulai dari dodol Betawi, kembang goyang, biji ketapang hingga bir pletok. Akan tetapi, para pelancong kerap kebingungan ketika harus mencari oleh-oleh khas Betawi yang dikemas menarik dan siap dibawa pulang.

Tidak seperti Bali dengan pia susu atau Yogyakarta dengan bakpia, Ibu Kota belum memiliki “pusat oleh-oleh” yang mudah dijangkau wisatawan. 

Keresahan itulah yang mendorong Deni Ardini, pendiri Oleh-Oleh Khas Betawi Mpok Nini, dan Mumun pemilik Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun mengembangkan bisnis oleh-oleh khas Betawi yang tak sekadar menjual camilan, tetapi juga melestarikan cita rasa dan identitas budaya tanah Betawi. 

Baca juga: Menengok Eksistensi Tradisi Betawi di Jakarta yang Terus Berubah

Sudah lebih dari satu dekade sejak Deni Ardini mendirikan Mpok Nini pada 2011. Berawal dari tugas kuliah di jurusan Manajemen Informatika, Deni memanfaatkan ilmunya tentang e-commerce dan pemasaran digital untuk menjawab keresahan yang dialami sebagai warga Betawi, bahwa belum ada oleh-oleh khas Jakarta yang dikenal luas dan dikemas secara menarik. 

“Saya tumbuh di tanah Betawi. Banyak makanan enak, resep dari nenek moyang, tapi enggak banyak yang mengelola secara serius. Padahal, tamu dari luar daerah sering bingung cari oleh-oleh khas Jakarta,” ujarnya.

Dari keresahan itulah Deni merintis situs oleholehjakarta.com, yang menjadi cikal bakal lahirnya merek Mpok Nini. Dia mulai memasarkan produk-produk khas Betawi seperti dodol, akar kelapa, dan kembang goyang secara daring, langkah yang masih tergolong langka pada masa itu.

"Waktu itu, belanja online masih dianggap asing. Tapi saya percaya, makanan khas Betawi harus punya tempat di ranah digital,” kenangnya. 

Dengan tampilan situs yang profesional, testimoni pelanggan, dan pengiriman yang cepat, Mpok Nini perlahan membangun kepercayaan konsumen. Saat pandemi COVID-19 datang dan perilaku belanja masyarakat berpindah ke ranah daring, Mpok Nini sudah berada di jalur yang tepat.

Sejak awal, Deni berkomitmen untuk menjaga kualitas rasa sekaligus memberdayakan komunitas sekitar. Produksi dilakukan oleh para ibu rumah tangga di lingkungan sekitar, yang turut menjadi penggerak utama usaha ini. 

Produk-produk Mpok Nini dibuat dengan bahan alami tanpa pengawet dan memiliki masa simpan maksimal tiga bulan. Pilihannya beragam mulai dari dodol Betawi yang disebut sebagai ‘maha karya dapur Betawi’, bir pletok yang menyegarkan dan menyehatkan, hingga kue-kue tradisional seperti akar kelapa, kembang goyang, biji ketapang, dan telor gabus keju.
 

Nama Mpok Nini sendiri diambil dari sang ibu, Rohani, yang sejak lama berjualan kue khas Betawi secara konvensional di halaman rumah. Dari usaha rumahan itulah, Deni membangun merek yang kini sudah memiliki sertifikasi halal dan izin edar resmi.

“Saya punya mimpi suatu hari, ketika orang datang ke Jakarta, mereka bangga membawa oleh-oleh khas Betawi. Seperti orang bawa bakpia dari Yogyakarta,” tutur Deni. 

Kini, Mpok Nini tak hanya hadir di situs resmi tapi juga di berbagai marketplace besar. Para wisatawan yang datang ke Jakarta untuk bekerja atau berkunjung bisa memesan oleh-oleh khas langsung dari hotel sehingga lebih praktis, cepat, dan dikemas eksklusif.

Salah satu produk favorit adalah Paket Oleh-Oleh Khas Betawi, yang berisi beragam cemilan dan minuman dalam kemasan eksklusif, cocok sebagai bingkisan atau buah tangan keluarga. 

Jika Deni bermula dari tugas kuliah, Mpok Mumun justru memulai bisnis tersebut ketika dirinya sudah menginjak usia 60 tahun. Bisnis ini lahir dari pengamatan dan cerita sang anak yang bekerja di industri penerbangan. 

“Setiap kali dia bepergian ke luar kota maupun luar negeri, teman-temannya selalu bertanya, ‘Ada oleh-oleh khas Jakarta enggak, sih?’ Kalau dari Jakarta oleh-olehnya apa ya?' Nah, dari situ saya mulai berpikir, kayaknya ini bisa jadi peluang menarik,” tuturnya.

Benar saja, pertanyaan itu menjadi panggilan sekaligus semangat untuk melestarikan kekayaan kuliner Betawi lewat camilan khas yang dikemas secara modern.

Meski baru didirikan pada 2022, tetapi Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun terus berkembang dan mendapatkan tempat di hati banyak orang. Mulai dari kalangan pejabat, karyawan swasta, hingga masyarakat umum yang ingin membawa pulang cita rasa Jakarta untuk keluarga di kota tujuan. 
 

Brand ini mengangkat kembali camilan khas Betawi seperti Dodol Betawi, Bir Pletok, Akar Kelapa, Biji Ketapang, hingga Kue Gambang. Di antara semua produk, Dodol Betawi menjadi andalan yang paling laris di e-commerce Shopee. Resepnya merupakan warisan keluarga, biasa dihidangkan dalam hajatan dan acara adat. 

Untuk memperkuat citra budaya, kemasannya juga dirancang ikonik dengan elemen khas Jakarta seperti ilustrasi Monas, Gelora Bung Karno, dan ikon kota lainnya.

Meski awalnya belajar secara otodidak melalui YouTube, Mpok Mumun terus mengembangkan pengetahuan digitalnya bersama komunitas UMKM Jakarta. Hasilnya signifikan dimana jumlah karyawan bertambah dari dua menjadi delapan orang, toko fisik berhasil dibuka, dan pelanggan pun datang dari berbagai kota di Indonesia. Beberapa bahkan menjadi reseller tetap.

Dalam rangka HUT Jakarta ke-498, Mpok Mumun mempersembahkan varian baru yaitu Kue Gambang edisi khusus bertajuk “Rasa Jakarta, Cerita Kita.” Produk ini bukan sekadar kudapan, tapi simbol eksistensi kuliner Betawi yang terus hidup.

Kue Gambang dipilih karena statusnya yang nyaris punah tetapi justru diangkat kembali dalam kemasan modern tanpa menghilangkan keaslian rasa dan cerita budayanya.

"Semoga Jakarta semakin ramah terhadap UMKM. Kota ini adalah rumah bagi banyak pelaku usaha kecil yang bertumbuh menjadi besar. Tempat untuk bermimpi dan membangun dari nol. Untuk generasi muda, kalian adalah penerus budaya. Jangan hanya jadi penikmat, tapi juga pelestari. Kenali, cintai, dan terus hidupkan kuliner lokal kita," imbuhnya. 

Baca juga: Rayakan HUT ke-498, Pemprov DKI Jakarta Gandeng 10 Hotel Angkat Seni Budaya dan Kuliner Betawi

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

Rekomendasi Wisata Alam & Pegunungan di Brasil

BERIKUTNYA

Bocoran Lengkap iPhone 17 Series yang Bakal Rilis September?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: