Tren Konsumsi Probiotik Viral di Medsos, Ahli Nutrisi Ingatkan Pahami Kebutuhannya
27 June 2025 |
08:00 WIB
Belakangan, tren konsumsi probiotik semakin digemari anak muda. Baik dalam bentuk yogurt, minuman fermentasi, hingga suplemen, produk-produk yang mengandung mikroorganisme baik ini dianggap bisa membantu memperbaiki kesehatan pencernaan hingga imunitas.
Melansir Cleveland Clinic, Probiotik adalah bakteri dan ragi hidup yang memiliki efek menguntungkan bagi tubuh. Spesies ini sudah hidup di dalam tubuh bersama dengan banyak spesies lainnya. Hadirnya suplemen probiotik menambah persediaan mikroba ramah yang sudah ada. Suplemen ini membantu melawan jenis mikroba yang kurang ramah dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi.
Dengan kata lain, probiotik adalah makanan dan produk kesehatan yang menyumbangkan mikroba hidup yang bermanfaat bagi populasi di dalam usus dan di organ lain untuk memperkuat komunitas tersebut.
Baca juga: Cek 5 Manfaat Probiotik Untuk Hidup Lebih Sehat
Menurut Ahli Nutrisi dan Anti Aging Yovi Yoanita, pemahaman terhadap cara kerja probiotik masih sering kurang mendalam terutama dalam hal efektivitas dan cara penyimpanannya.
Perlu diketahui, kualitas probiotik juga turut mempengaruhi manfaatnya bagi tubuh. Ini termasuk bagaimana probiotik diproduksi dan didistribusikan. Menurut Yovi, perubahan suhu selama transportasi bisa membuat kandungan probiotik mati sebelum dikonsumsi.
Dalam konsumsi suplemen probiotik modern, bentuk dan jenisnya juga memainkan peran besar dalam efektivitas. Beberapa produk menggunakan teknologi enkapsulasi untuk memastikan mikroorganisme tersebut tetap hidup hingga mencapai saluran pencernaan.
Yovi menyarankan untuk melakukan tes agar mengetahui kebutuhan spesifik ini. Sayangnya, di Indonesia, tes untuk mengetahui kebutuhan ini masih terbatas. Sehingga, sering kali konsumen harus menebak-nebak manfaat yang diharapkan dari produk probiotik yang dikonsumsi.
Dia menjelaskan bahwa sekitar 80 persen hingga 90 persen fungsi pencernaan dipengaruhi oleh kondisi mikrobiota usus yang sehat. Akan tetapi, dia menekankan bahwa konsumsi probiotik tidak selalu harus dalam bentuk suplemen.
Dalam kondisi tertentu, seperti setelah sakit berat atau penggunaan antibiotik, suplemen probiotik bisa menjadi pilihan penting. “Kalau habis berat, kondisi pernah atau habis minum antibiotik, ya mungkin akan sangat perlu probiotik yang dosis tinggi,” ujarnya.
Mengingat antibiotik dapat membunuh sebagian besar mikroorganisme baik dalam tubuh, pemulihan dengan suplemen bisa diperlukan untuk menjaga keseimbangan mikrobiota. Kendati demikian, konsumsi harian tanpa memahami tujuan dan kandungannya justru bisa menimbulkan ekspektasi yang keliru terhadap efek probiotik.
Secara keseluruhan, Yovi menyambut baik tren konsumsi probiotik di kalangan anak muda. Sebab, ini mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan pencernaan.
Namun tetap saja, Yovi menekankan penting untuk memahami bahwa tidak semua produk probiotik memiliki kualitas dan manfaat yang sama. Apalagi, setiap individu harus memahami jenis, dosis, dan cara konsumsi yang tepat agar manfaat yang dijanjikan probiotik bisa benar-benar dirasakan tubuh.
Baca juga: Manfaat Probiotik untuk Tumbuh Kembang Anak, Kesehatan Sistem Cerna sampai Kecerdasan Otak
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Melansir Cleveland Clinic, Probiotik adalah bakteri dan ragi hidup yang memiliki efek menguntungkan bagi tubuh. Spesies ini sudah hidup di dalam tubuh bersama dengan banyak spesies lainnya. Hadirnya suplemen probiotik menambah persediaan mikroba ramah yang sudah ada. Suplemen ini membantu melawan jenis mikroba yang kurang ramah dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi.
Dengan kata lain, probiotik adalah makanan dan produk kesehatan yang menyumbangkan mikroba hidup yang bermanfaat bagi populasi di dalam usus dan di organ lain untuk memperkuat komunitas tersebut.
Baca juga: Cek 5 Manfaat Probiotik Untuk Hidup Lebih Sehat
Menurut Ahli Nutrisi dan Anti Aging Yovi Yoanita, pemahaman terhadap cara kerja probiotik masih sering kurang mendalam terutama dalam hal efektivitas dan cara penyimpanannya.
Perlu diketahui, kualitas probiotik juga turut mempengaruhi manfaatnya bagi tubuh. Ini termasuk bagaimana probiotik diproduksi dan didistribusikan. Menurut Yovi, perubahan suhu selama transportasi bisa membuat kandungan probiotik mati sebelum dikonsumsi.
Dalam konsumsi suplemen probiotik modern, bentuk dan jenisnya juga memainkan peran besar dalam efektivitas. Beberapa produk menggunakan teknologi enkapsulasi untuk memastikan mikroorganisme tersebut tetap hidup hingga mencapai saluran pencernaan.
Tak Asal Konsumsi
Dalam hal konsumsi, probiotik perlu disesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap individu. Tidak semua jenis probiotik memiliki manfaat yang sama. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tujuan konsumsi, dosis yang diperlukan, serta durasi penggunaan probiotik.Yovi menyarankan untuk melakukan tes agar mengetahui kebutuhan spesifik ini. Sayangnya, di Indonesia, tes untuk mengetahui kebutuhan ini masih terbatas. Sehingga, sering kali konsumen harus menebak-nebak manfaat yang diharapkan dari produk probiotik yang dikonsumsi.
Dia menjelaskan bahwa sekitar 80 persen hingga 90 persen fungsi pencernaan dipengaruhi oleh kondisi mikrobiota usus yang sehat. Akan tetapi, dia menekankan bahwa konsumsi probiotik tidak selalu harus dalam bentuk suplemen.
Dalam kondisi tertentu, seperti setelah sakit berat atau penggunaan antibiotik, suplemen probiotik bisa menjadi pilihan penting. “Kalau habis berat, kondisi pernah atau habis minum antibiotik, ya mungkin akan sangat perlu probiotik yang dosis tinggi,” ujarnya.
Mengingat antibiotik dapat membunuh sebagian besar mikroorganisme baik dalam tubuh, pemulihan dengan suplemen bisa diperlukan untuk menjaga keseimbangan mikrobiota. Kendati demikian, konsumsi harian tanpa memahami tujuan dan kandungannya justru bisa menimbulkan ekspektasi yang keliru terhadap efek probiotik.
Secara keseluruhan, Yovi menyambut baik tren konsumsi probiotik di kalangan anak muda. Sebab, ini mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan pencernaan.
Namun tetap saja, Yovi menekankan penting untuk memahami bahwa tidak semua produk probiotik memiliki kualitas dan manfaat yang sama. Apalagi, setiap individu harus memahami jenis, dosis, dan cara konsumsi yang tepat agar manfaat yang dijanjikan probiotik bisa benar-benar dirasakan tubuh.
Baca juga: Manfaat Probiotik untuk Tumbuh Kembang Anak, Kesehatan Sistem Cerna sampai Kecerdasan Otak
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.