Suga BTS. (Sumber gambar: BTS/X)

Suga BTS Donasi Rp59 Miliar untuk Bangun Pusat Perawatan Autisme

23 June 2025   |   16:40 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Suga BTS telah menyumbang senilai 5 miliar Won atau sekitar Rp59 miliar kepada Severance Hospital di Seoul, untuk mendirikan pusat perawatan dan penelitian khusus bagi anak-anak dan remaja dengan gangguan spektrum autisme. Pusat perawatan itu diberi nama Min Yoon Gi sesuai dengan nama asli Suga.
 
Kerja sama Suga dengan Severance Hospital itu diumumkan di acara peletakan batu pertama Pusat Perawatan Min Yoon Gi yang berlangsung di Severance Hospital, Senin (23/6/2025), sebagaimana dilaporkan oleh Korea Biomedical Review.
 
Fasilitas baru tersebut rencananya akan dibuka pada September 2025 yang berlokasi di lantai pertama gedung Jejung Hall di cabang Severance Hospital di Sinchon. Fasilitas ini akan menyediakan perawatan multidisiplin jangka panjang bagi individu dengan gangguan spektrum autisme (ASD), termasuk layanan terpadu seperti terapi bahasa, psikologi, dan perilaku.
Pusat perawatan ini hadir untuk mengisi kesenjangan signifikan dalam lanskap perawatan kesehatan mental Korea, dengan mendukung tidak hanya perawatan klinis tetapi juga model perawatan individual berbasis penelitian selama perkembangan pasien.
 
Suga, yang dikenal dengan kegiatan filantropisnya yang berkelanjutan dan minatnya pada kesehatan mental khususnya depresi remaja, terinspirasi untuk memulai proyek kerja sama ini setelah bertemu dengan Profesor Cheon Keun-ah, otoritas terkemuka dalam psikiatri anak di Severance Hospital, pada November 2024.
 
Melalui serangkaian diskusi lanjutan, keduanya pun sepakat tentang perlunya menghadirkan pusat khusus jangka menengah hingga panjang yang dapat memberikan dukungan terapi berkelanjutan bagi pasien ASD, di luar layanan perawatan jangka pendek yang tersedia saat ini.
 
Menurut Suga, perawatan jangka pendek yang ada tidak cukup untuk menghasilkan hasil nyata bagi individu autis. Dia pun menyumbangkan dana sebesar Rp59 miliar untuk mendukung program perawatan jangka panjang yang berlangsung lebih dari 10 tahun. Sumbangan ini pun menandai donasi terbesar yang pernah diberikan seniman ke Severance Hospital.

Program Perawatan Autisme Lewat Musik

Selain menyumbangkan dana, Suga dan Profesor Cheon bersama-sama mengembangkan program MIND, yakni model terapi berbasis kelompok yang mengintegrasikan musik ke dalam pelatihan komunikasi sosial untuk anak-anak dengan ASD.
 
Nama MIND merupakan singkatan dari Musik, Interaksi, Jaringan, dan Keanekaragaman, yang mencerminkan misi utamanya, yaitu untuk meningkatkan pengalaman sensorik melalui musik, mendorong interaksi sosial, mempelajari dinamika sosial dalam lingkungan komunitas, serta merangkul keunikan individu dan integrasi sosial.
 
Program tersebut melibatkan permainan alat musik, bernyanyi, menulis lirik, dan mengekspresikan emosi melalui musik dan tulisan. Bahkan, selama tugas wajib militernya, Suga secara pribadi berpartisipasi dalam sesi akhir pekan dengan pasien ASD untuk menguji dan menyempurnakan program MIND, yang berlangsung selama Maret hingga Juni 2025.
 
Musisi berusia 32 tahun itu memainkan alat musik, mendorong anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui ritme dan melodi, serta membantu mereka mengembangkan keterampilan interpersonal melalui kegiatan musik kelompok.
 
Profesor Cheon mengatakan sesi percontohan tersebut membuahkan hasil yang luar biasa. Anak-anak yang sebelumnya menunjukkan keterbatasan komunikasi verbal mulai mengekspresikan pikiran dan emosi mereka melalui musik dan lirik.
 
Beberapa peserta menunjukkan bakat musikal dengan memilih dan menjaga irama pada alat musik pilihan mereka. Ada juga seorang pasien yang sebelumnya menunjukkan ekspresi verbal dan emosional yang minim, mulai menanggapi pujian dan berinteraksi lebih terbuka dengan teman sebaya selama bermain ansambel.
 
Dia menekankan pentingnya hasil tersebut dengan mencatat bahwa program MIND memungkinkan anak-anak dengan kemampuan bahasa terbatas untuk membangun hubungan sosial yang bermakna.
 
“Keterlibatan Suga jauh melampaui dukungan finansial. Ketulusan, konsistensi, dan keterlibatan intelektualnya selama beberapa bulan terakhir ini sangat menyentuh hati kami semua yang terlibat," kata Profesor Cheon.
 
Dia menambahkan melalui musik, Pusat Perawatan Min Yoon Gi tidak hanya bertujuan untuk membantu anak-anak dengan ASD tumbuh menjadi individu yang mandiri dan terintegrasi secara sosial, tetapi juga untuk menantang stigma publik dan membentuk kembali persepsi seputar autisme.
Sementara itu, Suga mengungkapkan selama tujuh bulan terakhir menjadi relawan dan mempersiapkan program ini bersama Profesor Cheon, dia menyadari betapa hebatnya musik sebagai jembatan antara manusia dan emosi. 
 
“Menjadi bagian dari perjalanan anak-anak ini merupakan pengalaman yang merendahkan hati sekaligus memuaskan, dan saya akan terus mendukung integrasi mereka ke dalam masyarakat dengan segala yang saya bisa," katanya.
 
Setelah pusat tersebut rampung pada September mendatang, Severance Hospital pun berencana untuk meningkatkan program MIND dan meluncurkan proyek terapi tambahan yang berpusat pada musik untuk individu dengan disabilitas perkembangan.
 
Layanan tradisional seperti Applied Behavior Analysis (ABA) dan terapi wicara juga akan diperluas. Untuk memastikan ketelitian dan keberlanjutan klinis, rumah sakit akan melakukan uji coba untuk memvalidasi efektivitas program, menerbitkan makalah akademis, serta melatih spesialis lintas disiplin ilmu.
 

SEBELUMNYA

Menggali Arsip & Jejak Visual Sudjana Kerton di Art:1 New Museum

BERIKUTNYA

Menengok Eksistensi Tradisi Betawi di Jakarta yang Terus Berubah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: