Mengenal Project Nirmala, Metahuman AI Otonom Pertama di Indonesia
21 June 2025 |
07:00 WIB
Era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) makin nyata. Perkembangannya tak lagi terbatas pada di balik layar sebuah sistem, tapi telah menghasilkan entitas yang punya persona digital hidup, hadir, dan dapat merespons dunia nyata secara langsung. Inilah yang sekarang kita kenal sebagai metahuman.
Mengutip YORD, metahuman didefinisikan sebagai representasi digital manusia yang sangat realistis. Entitas digital ini dirancang untuk meniru emosi, tindakan, dan kerumitan manusia dengan sebaik-baiknya. Definisinya melampaui sekadar avatar digital sederhana.
Teknologi canggih itu nyatanya makin terakselerasi dengan kian masifnya penerapan artificial intelligence. Tak hanya di negara-negara maju, beberapa perusahaan Indonesia juga coba mengambil peluang, salah satunya creative-tech Ruang Waktu.
Perusahaan tersebut mengembangkan Project Nirmala, yang merupakan metahuman AI pertama di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, yang mampu berinteraksi secara real time dengan publik. Entitas interaktif ini sepenuhnya otonom tanpa kendali manusia di balik layarnya.
Baca juga: Lavcaca, Penyanyi Dangdut Metahuman Pertama di Indonesia Cover Lagu 'Cari Pacar Lagi'
Co-founder Ruang Waktu, Seto Hendrianto, mengatakan bahwa Nirmala telah melakukan lebih dari lima sesi live di TikTok dan YouTube, yang teruji dapat membaca dan merespons komentar secara langsung dari publik tanpa jeda, tanpa naskah, dan tanpa operator.
“Ini adalah era baru, sebuah revolusi industri. Akan tetapi, kami ingin Indonesia bukan hanya menonton dan menikmati saja, tetapi menjadi pemain utama. Jangan sampai bangsa kita sekadar berdiri di belakang para developer ternama dunia,” katanya dalam keterangan resmi.
Dia menyebut, kehadiran metahuman AI menawarkan potensi besar bagi ekosistem digital berbagai industri. Sebagai AI interaktif, entitas digital ini bisa berperan sebagai perwakilan brand yang aktif 24 jam sehari, mendukung layanan pelanggan dengan pendekatan lebih personal, dan jadi talenta digital yang bersifat skalabilitas tanpa batasan waktu dan lokasi.
Lebih praktikal, entitas ini bisa berperan sebagai asisten atau perwakilan digital di sektor retail dan e-commerce, resepsionis virtual untuk bidang hospitality, hingga presenter digital di sektor media dan hiburan.
Ruang Waktu mulai mengembangkan Project Nirmala sejak 2020, yang berawal dari eksplorasi teknologi metahuman dan potensi AI yang memiliki persona. Ketika itu, perusahaan membentuk karakter digital bernama Demi di TikTok. Proyek awal tersebut menjadi fondasi lahirnya metahuman Nirmala Kinandari.
Nama Nirmala sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti murni. Seto menyebut bahwa nama yang dibawa mencerminkan visi sebagai entitas metahuman AI yang penuh energi positif, semangat, dan terbuka akan kolaborasi. Secara persona, Nirmala merupakan seorang antusias creative tech digital berusia 21 tahun yang aktif berbagi konten teknologi, dengan cara yang menyenangkan dan menghibur.
Perjalanannya terus berlangsung hingga Mei 2024, ketika Nirmala mulai diperkenalkan ke publik lewat konten video-on-demand, hingga pada tahun ini, mulai melakukan siaran langsung interaktif pertama di YouTube pada Maret 2025 dan di TikTok pada Mei 2025.
Seto menyebut, dalam perjalanan pengembangannya, Nirmala tumbuh sebagai entitas kecerdasan buatan yang memiliki persona, karakter, dan kehadiran visual layaknya manusia. Menurutnya, Nirmala bukanlah chatbot, voicebot, atau CGI yang diputar ulang, melainkan metahuman yang sepenuhnya digerakkan oleh mesin AI secara otonom.
“Nirmala juga dapat berinteraksi secara real time tanpa jeda. Hal itu terjadi berkat pengembangan teknologi yang dilakukan oleh tim. Tidak kalah penting, Nirmala memiliki identitas dan karakter yang konsisten, menjadikannya representasi digital yang autentik dan ril,” katanya.
Sebagai informasi tambahan, metahuman AI ini dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai teknologi mutakhir. Visual real-time entitasnya yang realistis dibangun menggunakan Unreal Engine. Teknis percakapan alami dan dinamis dihasilkan lewat integrasi dengan large language model (LLM).
Terkait optimalisasi performa jaringannya, memanfaatkan AI routing pipeline dan latency optimizer yang dikembangkan secara mandiri. Sementara itu, perihal terkait karakter dan gaya komunikasi dalam jangka panjang, perusahaan memanfaatkan sistem persona memory untuk memastikan sifat, nada bicara, dan kepribadiannya tetap terjaga.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Mengutip YORD, metahuman didefinisikan sebagai representasi digital manusia yang sangat realistis. Entitas digital ini dirancang untuk meniru emosi, tindakan, dan kerumitan manusia dengan sebaik-baiknya. Definisinya melampaui sekadar avatar digital sederhana.
Teknologi canggih itu nyatanya makin terakselerasi dengan kian masifnya penerapan artificial intelligence. Tak hanya di negara-negara maju, beberapa perusahaan Indonesia juga coba mengambil peluang, salah satunya creative-tech Ruang Waktu.
Perusahaan tersebut mengembangkan Project Nirmala, yang merupakan metahuman AI pertama di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, yang mampu berinteraksi secara real time dengan publik. Entitas interaktif ini sepenuhnya otonom tanpa kendali manusia di balik layarnya.
Baca juga: Lavcaca, Penyanyi Dangdut Metahuman Pertama di Indonesia Cover Lagu 'Cari Pacar Lagi'
Co-founder Ruang Waktu, Seto Hendrianto, mengatakan bahwa Nirmala telah melakukan lebih dari lima sesi live di TikTok dan YouTube, yang teruji dapat membaca dan merespons komentar secara langsung dari publik tanpa jeda, tanpa naskah, dan tanpa operator.
“Ini adalah era baru, sebuah revolusi industri. Akan tetapi, kami ingin Indonesia bukan hanya menonton dan menikmati saja, tetapi menjadi pemain utama. Jangan sampai bangsa kita sekadar berdiri di belakang para developer ternama dunia,” katanya dalam keterangan resmi.
Dia menyebut, kehadiran metahuman AI menawarkan potensi besar bagi ekosistem digital berbagai industri. Sebagai AI interaktif, entitas digital ini bisa berperan sebagai perwakilan brand yang aktif 24 jam sehari, mendukung layanan pelanggan dengan pendekatan lebih personal, dan jadi talenta digital yang bersifat skalabilitas tanpa batasan waktu dan lokasi.
Lebih praktikal, entitas ini bisa berperan sebagai asisten atau perwakilan digital di sektor retail dan e-commerce, resepsionis virtual untuk bidang hospitality, hingga presenter digital di sektor media dan hiburan.

Metahuman AI Nirmala (Sumber gambar: Ruang Waktu)
Awal Mula Project Nirmala
Ruang Waktu mulai mengembangkan Project Nirmala sejak 2020, yang berawal dari eksplorasi teknologi metahuman dan potensi AI yang memiliki persona. Ketika itu, perusahaan membentuk karakter digital bernama Demi di TikTok. Proyek awal tersebut menjadi fondasi lahirnya metahuman Nirmala Kinandari. Nama Nirmala sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti murni. Seto menyebut bahwa nama yang dibawa mencerminkan visi sebagai entitas metahuman AI yang penuh energi positif, semangat, dan terbuka akan kolaborasi. Secara persona, Nirmala merupakan seorang antusias creative tech digital berusia 21 tahun yang aktif berbagi konten teknologi, dengan cara yang menyenangkan dan menghibur.
Perjalanannya terus berlangsung hingga Mei 2024, ketika Nirmala mulai diperkenalkan ke publik lewat konten video-on-demand, hingga pada tahun ini, mulai melakukan siaran langsung interaktif pertama di YouTube pada Maret 2025 dan di TikTok pada Mei 2025.
Seto menyebut, dalam perjalanan pengembangannya, Nirmala tumbuh sebagai entitas kecerdasan buatan yang memiliki persona, karakter, dan kehadiran visual layaknya manusia. Menurutnya, Nirmala bukanlah chatbot, voicebot, atau CGI yang diputar ulang, melainkan metahuman yang sepenuhnya digerakkan oleh mesin AI secara otonom.
“Nirmala juga dapat berinteraksi secara real time tanpa jeda. Hal itu terjadi berkat pengembangan teknologi yang dilakukan oleh tim. Tidak kalah penting, Nirmala memiliki identitas dan karakter yang konsisten, menjadikannya representasi digital yang autentik dan ril,” katanya.
Sebagai informasi tambahan, metahuman AI ini dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai teknologi mutakhir. Visual real-time entitasnya yang realistis dibangun menggunakan Unreal Engine. Teknis percakapan alami dan dinamis dihasilkan lewat integrasi dengan large language model (LLM).
Terkait optimalisasi performa jaringannya, memanfaatkan AI routing pipeline dan latency optimizer yang dikembangkan secara mandiri. Sementara itu, perihal terkait karakter dan gaya komunikasi dalam jangka panjang, perusahaan memanfaatkan sistem persona memory untuk memastikan sifat, nada bicara, dan kepribadiannya tetap terjaga.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.