CEO Visinema sekaligus Eksekutif Produser Film Jumbo Angga Dwimas Sasongko (kanan) dan Sutradara Ryan Adriandhy memberikan paparan saat acara Kamis Santuy di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (19/6/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani)

Ryan Adriandhy Buka Kemungkinan Sutradarai Film Live Action

20 June 2025   |   06:37 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Setelah sukses dengan film animasi perdananya, Jumbo (2025), sutradara Ryan Adriandhy mengisyaratkan ketertarikannya untuk menjajal dunia film live action. Meskipun telah membangun portofolio di dunia animasi, dirinya tampak tak menutup kemungkinan memperluas cakupan kreatifnya. 

Ryan mengatakan setelah menggarap film Jumbo, ada banyak refleksi diri yang diperoleh. Sedari awal, katanya, dia memang telah lama ingin membuat film animasi sendiri. Keinginan itu bahkan telah muncul sejak masa anak-anak.

Dia bercerita ketika masih berumur empat tahun, orang tuanya mengajaknya pergi menonton ke bioskop untuk pertama kalinya. Film yang ditontonnya kala itu adalah The Lion King (1994). Selepas keluar bioskop, Ryan kecil jadi sangat mengagumi animasi.

Sejak saat itu, dia pun bercita-cita untuk bisa membuat film animasinya sendiri. Tiga puluh satu tahun kemudian, film animasi Jumbo pun lahir. “Saya tuh menyadari dengan mengerjakan Jumbo, ternyata passion saya itu bercerita [bukan hanya animasi],” ungkap Ryan saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia dalam acara Kamis Santuy, Kamis (19/6/2025). 

Baca juga: Sutradara Ryan Adriandhy Ingin Film Animasi Masuk Kategori Penghargaan Umum di Festival Film

Ryan mengatakan bercerita menjadi benang merah besar dalam perjalanan karier dan kreatifnya selama ini. Sebelum menjadi sutradara, dia lebih dikenal sebagai komika dan bergelut di dunia stand up comedy. Dia bahkan menjadi juara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim pertama. Kala itu, dia dikenal sebagai komika yang sering melakukan impersonasi.

Setelah jadi juara, Ryan sempat ada di dunia entertainment, termasuk menjadi aktor di serial Malam Minggu Miko, yang makin melambungkan namanya. Akan tetapi, saat kariernya menanjak, Ryan menepi sejenak. 

Dia memilih untuk pergi ke Amerika Serikat guna menghidupkan mimpinya yang lain, yakni menjadi animator. Dia melanjutkan studi animasi di Rochester Institute of Technology (RIT) di Rochester, New York. 
 

Setelah sukses dengan film animasi perdananya, Jumbo, sutradara Ryan Adriandhy mengisyaratkan ketertarikannya untuk menjajal dunia film live action. Meskipun telah membangun portofolio yang menarik di dunia animasi, Ryan tampak tak menutup kemungkinan memperluas cakupan kreatifnya.

Setelah sukses dengan film animasi perdananya, Jumbo, sutradara Ryan Adriandhy mengisyaratkan ketertarikannya untuk menjajal dunia film live action. Meskipun telah membangun portofolio yang menarik di dunia animasi, Ryan tampak tak menutup kemungkinan memperluas cakupan kreatifnya. 

Setelah itu, dia kembali ke Indonesia dan mulai merintis menjadi animator. Film pendeknya yang berjudul Prognosis berhasil memenangkan penghargaan Film Animasi Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2020. 

Ryan sebagai kreator kemudian turut terlibat dalam program Domikado, sebuah serial edutainment produksi Visinema Pictures. Lalu, perjalanan mengantarkannya membuat film feature pertamanya juga bersama Visinema.

Stand up comedy itu kan bercerita, lalu main di web series juga bercerita, sampai menemukan bentuk lain, yakni animasi, itu juga medium bercerita yang menyenangkan,” imbuhnya. 

Oleh karena itu, dirinya pun tak ingin menutup diri untuk mengeksplorasi kegemarannya bercerita ke dalam bentuk-bentuk lain juga. Dia menyebut jika kesempatan itu datang, eksplorasi dirinya ke arah sana akan terjadi. 

“Kalau nanti ada kesempatan untuk bercerita di medium lain, kayak film live action, atau bahkan play, stage theater, apa pun, saya mau coba eksplore. Karena yang pengen saya lakukan terus adalah mencari karakter baru, mencari cerita baru. Jadi, saya juga tengah berpikir ke arah itu sekarang,” jelasnya. 

Ryan Adriandhy telah merilis film feature animasi perdananya bertajuk Jumbo. Proyek yang diproduseri oleh dua sineas perempuan, Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, itu kini tercatat sebagai film Indonesia terlaris dengan raihan 10.171.372 penonton. 

Jumlahnya bisa bertambah karena masih tayang di bioskop, meski layar penayangannya kian menipis. Akan tetapi, film ini kini tengah mengarungi petualangan baru dengan penayangannya di kancah global.

Distribusi film ini masuk ke negara-negara yang sangat beragam. Sebab, film yang distribusinya salah satunya bekerja sama dengan Magic Fair ini menyasar tak hanya Asia Tenggara, tetapi juga Asia Tengah, seperti Uzbekistan hingga Kyrgystan.

Kemudian, film ini juga didistribusikan ke Eropa Timur, Timur Tengah, hingga Afrika. Angga juga menyebut film ini bakal ditayangkan juga di Eropa Timur, Latin Amerika, dan negara-negara berbahasa Prancis. 

Baca juga: 10 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Jumbo Peringkat Satu

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Sutradara Ryan Adriandhy Ingin Film Animasi Masuk Kategori Penghargaan Umum di Festival Film

BERIKUTNYA

Kolaborasi Disney Cruise Line x Marvel Hadirkan Komik Eksklusif Amazing Adventures

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga