5 Film Produksi Visinema Pictures yang Dapat Apresiasi Besar dari Penonton
19 June 2025 |
14:17 WIB
Visinema Pictures merupakan salah satu rumah produksi yang dikenal karena keberagaman karyanya. Mengusung pendekatan yang seimbang antara nilai artistik dan daya tarik komersial, Visinema konsisten menghadirkan film-film yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga kaya akan makna dan relevansi sosial.
Sejak awal, studio yang didirikan oleh Angga Dwimas Sasongko ini telah menunjukkan kemampuan dalam meramu narasi yang kuat, penyutradaraan yang matang, serta produksi yang unggul.
Baca juga: Visinema Luncurkan BION Studios, Fokus pada Konten Lokal dan Tren Masyarakat
Dalam perjalanannya, Visinema konsisten menempatkan kualitas sebagai prioritas utama. Baik dari sisi penulisan naskah, pemilihan pemain, penyutradaraan, hingga aspek sinematografi, setiap proyeknya dikerjakan dengan detail dan dedikasi tinggi.
Tak heran jika banyak film produksinya berhasil mencuri hati penonton, tidak hanya dari segi jumlah penonton di bioskop, tapi juga dari apresiasi yang datang melalui berbagai penghargaan nasional maupun internasional.
Berikut adalah lima film yang mendapat perhatian besar dari penonton:
Jumbo merupakan film animasi yang disutradarai Ryan Adriandhy. Meski ini adalah film feature debutnya, karya ini sukses menjadi film terlaris produksi Visinema sejauh ini. Tak hanya itu, film ini juga telah mencatatkan diri sebagai film terlaris di Indonesia maupun Asia Tenggara, dengan jumlah penonton mencapai 10.171.372 orang, berdasarkan data dari Laporan Cinepoint. Jumlahnya bisa bertambah karena masih tayang di bioskop, meski layar penayangannya kian menipis.
Film ini juga tercatat yang paling cepat mencapai penonton lebih dari 10 juta dalam sejarah industri perfilman Indonesia. Raihan 10 juta penonton ini didapat hanya sekitar 60 hari. Sementara itu, film sebelumnya yang mendapat 10 juta penonton, KKN di Desa Penari, meraihnya dalam waktu waktu 75 hari.
Film animasi Jumbo bercerita tentang karakter anak bernama Don yang kerap merasa diremehkan oleh teman-temannya. Pada suatu waktu, Don pun bertekad mengikuti pertunjukan bakat yang diselenggarakan di kampung guna membuktikan bahwa dia lebih dari sekadar anak dengan tubuh besar yang tidak pernah memenangkan apa pun.
Dalam ajang pertunjukan bakat itu, Don berencana menampilkan sandiwara panggung karya peninggalan kedua orang tuanya yang telah tiada.
Namun, upayanya untuk tampil itu tidaklah mulus. Sebelum pertunjukan, salah satu anak yang kerap merundungnya merampas buku yang jadi skenario cerita sandiwaranya tersebut. Di tengah situasi sulit, Don bertemu sesosok anak kecil datang menghampiri untuk meminta bantuan agar dapat bertemu kembali dengan orang tuanya.
Film Mencuri Raden Saleh disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko. Film yang dirilis pada 2022 lalu ini menawarkan genre yang cukup segar, yakni heist. Heist merupakan genre perampokan yang menjadi salah satu jenis dari genre film kejahatan. Sepanjang penayangannya di bioskop, film ini mampu meraih 2.350.741 penonton.
Meski menawarkan genre yang jarang dihadirkan, penonton Indonesia tetap menyambut baik film ini. Hal ini tak lepas dari premis menarik yang ditawarkan filmnya. Mencuri Raden Saleh bercerita enam anak muda yang masih menjadi mahasiswa yang ingin mendapatkan uang dalam nominal yang besar untuk motif yang berbeda-beda.
Untuk itu, enam anak muda amatiran ini berencana mencuri lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh yang disimpan di Istana Presiden dengan penjagaan ketat. Setelah lukisan dicuri, intrik pemalsuan, peretasan, pertarungan, dan manipulasi terjadi dalam situasi yang makin tak menentu.
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko. Sepanjang penayangannya di bioskop, film ini mampu mendulang 2.256.908 penonton. Film ini banyak disukai karena mengangkat isu keluarga yang relatable dengan konflik-konflik yang mungkin dialami oleh banyak orang, seperti hubungan antar saudara dan hubungan dengan orang tua.
Selain itu, film ini juga menyelipkan pesan tentang pentingnya menerima diri sendiri, mengatasi trauma masa lalu, dan pentingnya komunikasi untuk menyelesaikan masalah.
Film ini berfokus pada kisah keluarga Narendra dan Ajeng yang tampak bahagia dengan tiga anak mereka: Angkasa, Aurora, dan Awan. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, tersembunyi rahasia keluarga yang belum pernah dibicarakan dan diselesaikan.
Film Keluarga Cemara disutradarai oleh Yandy Laurens. Film yang diadaptasi dari cerita karya Arswendo Atmowiloto ini naskahnya ditulis sendiri oleh Yandy bersama Gina S Noer. Sepanjang penayangannya di bioskop pada 2019, film ini mampu mendapatkan 1.701.498 penonton.
Film ini banyak disukai karena mengangkat cerita yang sederhana namun dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, yaitu tentang sebuah keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi namun tetap harmonis
Film ini menceritakan kisah keluarga Abah dan Emak yang mengalami kebangkrutan akibat ditipu oleh paman dari Emak, yang meminjam sertifikat rumah Abah. Akibatnya, mereka harus pindah dari rumah nyaman mereka di Jakarta ke rumah sederhana di desa.
Meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan, keluarga ini tetap berusaha mempertahankan keharmonisan dan kebahagiaan mereka dengan prinsip "harta yang paling berharga adalah keluarga".
Home Sweet Loan adalah film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Almira Bastari. Film yang disutradarai oleh Sabrina Rochelle Kalangie mendapat sambutan yang hangat dari publik. Sepanjang penayangannya di bioskop, film ini mendapatkan 1.720.271 penonton.
Film ini banyak disukai karena mengangkat isu generasi sandwich. Isu ini tengah relevan dengan banyak orang dewasa muda yang harus menanggung kebutuhan finansial keluarga sambil berjuang untuk hidup mandiri.
Film ini akan mengeksplorasi kisah tentang Kaluna, anak muda yang tak sabar untuk keluar dari rumah orangtuanya karena terlalu ramai dan sering membuatnya merasa terganggu. Kaluna, yang adalah seorang pekerja kantoran, lalu berjuang menghadapi berbagai tantangan demi mewujudkan impian untuk dapat membeli rumah sendiri.
Baca juga: 10 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Jumbo Peringkat Satu
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Sejak awal, studio yang didirikan oleh Angga Dwimas Sasongko ini telah menunjukkan kemampuan dalam meramu narasi yang kuat, penyutradaraan yang matang, serta produksi yang unggul.
Baca juga: Visinema Luncurkan BION Studios, Fokus pada Konten Lokal dan Tren Masyarakat
Dalam perjalanannya, Visinema konsisten menempatkan kualitas sebagai prioritas utama. Baik dari sisi penulisan naskah, pemilihan pemain, penyutradaraan, hingga aspek sinematografi, setiap proyeknya dikerjakan dengan detail dan dedikasi tinggi.
Tak heran jika banyak film produksinya berhasil mencuri hati penonton, tidak hanya dari segi jumlah penonton di bioskop, tapi juga dari apresiasi yang datang melalui berbagai penghargaan nasional maupun internasional.
Berikut adalah lima film yang mendapat perhatian besar dari penonton:
1. Jumbo (2025)
Jumbo merupakan film animasi yang disutradarai Ryan Adriandhy. Meski ini adalah film feature debutnya, karya ini sukses menjadi film terlaris produksi Visinema sejauh ini. Tak hanya itu, film ini juga telah mencatatkan diri sebagai film terlaris di Indonesia maupun Asia Tenggara, dengan jumlah penonton mencapai 10.171.372 orang, berdasarkan data dari Laporan Cinepoint. Jumlahnya bisa bertambah karena masih tayang di bioskop, meski layar penayangannya kian menipis.
Film ini juga tercatat yang paling cepat mencapai penonton lebih dari 10 juta dalam sejarah industri perfilman Indonesia. Raihan 10 juta penonton ini didapat hanya sekitar 60 hari. Sementara itu, film sebelumnya yang mendapat 10 juta penonton, KKN di Desa Penari, meraihnya dalam waktu waktu 75 hari.
Film animasi Jumbo bercerita tentang karakter anak bernama Don yang kerap merasa diremehkan oleh teman-temannya. Pada suatu waktu, Don pun bertekad mengikuti pertunjukan bakat yang diselenggarakan di kampung guna membuktikan bahwa dia lebih dari sekadar anak dengan tubuh besar yang tidak pernah memenangkan apa pun.
Dalam ajang pertunjukan bakat itu, Don berencana menampilkan sandiwara panggung karya peninggalan kedua orang tuanya yang telah tiada.
Namun, upayanya untuk tampil itu tidaklah mulus. Sebelum pertunjukan, salah satu anak yang kerap merundungnya merampas buku yang jadi skenario cerita sandiwaranya tersebut. Di tengah situasi sulit, Don bertemu sesosok anak kecil datang menghampiri untuk meminta bantuan agar dapat bertemu kembali dengan orang tuanya.
2. Mencuri Raden Saleh (2022)
Film Mencuri Raden Saleh disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko. Film yang dirilis pada 2022 lalu ini menawarkan genre yang cukup segar, yakni heist. Heist merupakan genre perampokan yang menjadi salah satu jenis dari genre film kejahatan. Sepanjang penayangannya di bioskop, film ini mampu meraih 2.350.741 penonton.
Meski menawarkan genre yang jarang dihadirkan, penonton Indonesia tetap menyambut baik film ini. Hal ini tak lepas dari premis menarik yang ditawarkan filmnya. Mencuri Raden Saleh bercerita enam anak muda yang masih menjadi mahasiswa yang ingin mendapatkan uang dalam nominal yang besar untuk motif yang berbeda-beda.
Untuk itu, enam anak muda amatiran ini berencana mencuri lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh yang disimpan di Istana Presiden dengan penjagaan ketat. Setelah lukisan dicuri, intrik pemalsuan, peretasan, pertarungan, dan manipulasi terjadi dalam situasi yang makin tak menentu.
3. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020)
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko. Sepanjang penayangannya di bioskop, film ini mampu mendulang 2.256.908 penonton. Film ini banyak disukai karena mengangkat isu keluarga yang relatable dengan konflik-konflik yang mungkin dialami oleh banyak orang, seperti hubungan antar saudara dan hubungan dengan orang tua.
Selain itu, film ini juga menyelipkan pesan tentang pentingnya menerima diri sendiri, mengatasi trauma masa lalu, dan pentingnya komunikasi untuk menyelesaikan masalah.
Film ini berfokus pada kisah keluarga Narendra dan Ajeng yang tampak bahagia dengan tiga anak mereka: Angkasa, Aurora, dan Awan. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, tersembunyi rahasia keluarga yang belum pernah dibicarakan dan diselesaikan.
4. Keluarga Cemara (2019)
Film Keluarga Cemara disutradarai oleh Yandy Laurens. Film yang diadaptasi dari cerita karya Arswendo Atmowiloto ini naskahnya ditulis sendiri oleh Yandy bersama Gina S Noer. Sepanjang penayangannya di bioskop pada 2019, film ini mampu mendapatkan 1.701.498 penonton.
Film ini banyak disukai karena mengangkat cerita yang sederhana namun dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, yaitu tentang sebuah keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi namun tetap harmonis
Film ini menceritakan kisah keluarga Abah dan Emak yang mengalami kebangkrutan akibat ditipu oleh paman dari Emak, yang meminjam sertifikat rumah Abah. Akibatnya, mereka harus pindah dari rumah nyaman mereka di Jakarta ke rumah sederhana di desa.
Meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan, keluarga ini tetap berusaha mempertahankan keharmonisan dan kebahagiaan mereka dengan prinsip "harta yang paling berharga adalah keluarga".
5. Home Sweet Loan (2024)
Home Sweet Loan adalah film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Almira Bastari. Film yang disutradarai oleh Sabrina Rochelle Kalangie mendapat sambutan yang hangat dari publik. Sepanjang penayangannya di bioskop, film ini mendapatkan 1.720.271 penonton.
Film ini banyak disukai karena mengangkat isu generasi sandwich. Isu ini tengah relevan dengan banyak orang dewasa muda yang harus menanggung kebutuhan finansial keluarga sambil berjuang untuk hidup mandiri.
Film ini akan mengeksplorasi kisah tentang Kaluna, anak muda yang tak sabar untuk keluar dari rumah orangtuanya karena terlalu ramai dan sering membuatnya merasa terganggu. Kaluna, yang adalah seorang pekerja kantoran, lalu berjuang menghadapi berbagai tantangan demi mewujudkan impian untuk dapat membeli rumah sendiri.
Baca juga: 10 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Jumbo Peringkat Satu
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.