Bahaya Menyalakan Lampu Hazard Saat Hujan Deras, Ini Penjelasannya
19 June 2025 |
19:30 WIB
Kebiasaan yang kerap dilakukan oleh para pengendara di dalam negeri kala hujan turun adalah dengan menyalakan hazard. Langkah yang bertujuan membantu penglihatan atau visibilitas pengendara lain di belakang ternyata seharusnya tidak dilakukan karena berpotensi merugikan pengguna kendaraan yang juga tengah memacu mobilnya.
National Sales Manager (PCR) Passenger Car Radial Hankook Tire Sales Indonesia Apriyanto Yuwono mengatakan bahwa lampu hazard yang tersemat dalam kendaraan memiliki fungsi utama sebagai penanda kondisi darurat.
“Seperti ketika kendaraan mengalami mogok atau berhenti di bahu jalan akibat masalah teknis,” katanya dalam siaran pers pada Kamis (19/6/2025).
Baca Juga: Sepele Tapi Berbahaya, Kenali Peran Penting Ban dalam Keselamatan Berkendara
Tidak hanya itu, aturan Undang-undang No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pasal 121, juga menuliskan bahwa lampu hazard hanya boleh dinyalakan dalam kondisi darurat.
Dengan begitu, Genhype sebaiknya tidak menyalakan lampu tersebut meskipun hujan deras yang turun mempengaruhi pandangan. Selain tidak sesuai dengan fungsi, berikut sejumlah alasannya dan tindakan yang harus dilakukan ketika hujan turun mengingat di beberapa daerah masih turun hujan.
Langkah menyalakan lampu hazard ketika kondisi hujan turun dan pandangan terbatas dapat membuat pengendara lain merasa bingung. Lampu hazard yang menyala memberi sinyal bahwa kendaraan sedang berhenti atau dalam keadaan darurat.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan saat pengemudi lain memahami arti lampu hazard, tetapi kendaraan tetap berjalan. Pengemudi lain tidak dapat memahami posisi kendaraan, sehingga salah antisipasi dapat terjadi.
Lampu hazard yang ada dalam posisi aktif akan membuat kedua lampu sein yang ada di sebelah kanan dan kiri nyala, sehingga fungsi utamanya akan terganggu. Kondisi membuat pengguna kendaraan lain di sekitar tidak akan bisa mengetahui arah kendaraan yang akan diambil.
Lampu sein merupakan media antara pengguna kendaraan di jalan untuk berkomunikasi ketika hendak berpindah jalur atau menuju ke arah tertentu agar tidak terjadi kecelakaan. Dengan begitu, komunikasi yang tertutup dan ketidaktahuan kecil dalam kondisi hujan dan pandangan tertutup bisa berdampak besar terhadap keselamatan di jalan.
Saat hazard diaktifkan, lampunya akan mengeluarkan cahaya dan berkedip. Kondisi ini berpotensi mengganggu penglihatan pengemudi lain – terutama ketika hujan turun dengan deras dan penglihatan sudah terbatas. Selain itu, jalanan basah atau genangan air di jalan juga dapat memantulkan cahaya, sehingga pandangan pengemudi lain dapat kian terganggu.
Alih-alih menyalakan lampu hazard, Genhype perlu menyalakan lampu utama ketika kondisi menjadi gelap akibat hujan yang turun dengan deras. Lampu utama sangat penting dalam membuat jalan menjadi lebih terang. Lampu utama juga membuat kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengemudi lain, sehingga mengurangi risiko kecelakaan.
Salah satu dampak yang dapat timbul ketika hujan turun adalah jalan menjadi licin, sehingga daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan berkurang. Langkah Genhype mengurangi kecepatan akan menciptakan jarak aman dengan kendaraan lain dan meningkatkan kendali terhadap kendaraan.
Tidak hanya itu, aksi pengurangan kecepatan juga membuat Genhype memiliki waktu yang cukup untuk merespons situasi darurat - terutama saat diperlukan pengereman mendadak akibat perubahan kondisi jalan.
Baca Juga: 7 Cara Aman Berkendara Motor Saat Hujan, Perhatikan Kondisi Ban dan Kecepatan
National Sales Manager (PCR) Passenger Car Radial Hankook Tire Sales Indonesia Apriyanto Yuwono mengatakan bahwa lampu hazard yang tersemat dalam kendaraan memiliki fungsi utama sebagai penanda kondisi darurat.
“Seperti ketika kendaraan mengalami mogok atau berhenti di bahu jalan akibat masalah teknis,” katanya dalam siaran pers pada Kamis (19/6/2025).
Baca Juga: Sepele Tapi Berbahaya, Kenali Peran Penting Ban dalam Keselamatan Berkendara
Tidak hanya itu, aturan Undang-undang No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pasal 121, juga menuliskan bahwa lampu hazard hanya boleh dinyalakan dalam kondisi darurat.
Dengan begitu, Genhype sebaiknya tidak menyalakan lampu tersebut meskipun hujan deras yang turun mempengaruhi pandangan. Selain tidak sesuai dengan fungsi, berikut sejumlah alasannya dan tindakan yang harus dilakukan ketika hujan turun mengingat di beberapa daerah masih turun hujan.
Pengendara Lain dapat Mengalami Kebingungan
Langkah menyalakan lampu hazard ketika kondisi hujan turun dan pandangan terbatas dapat membuat pengendara lain merasa bingung. Lampu hazard yang menyala memberi sinyal bahwa kendaraan sedang berhenti atau dalam keadaan darurat.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan saat pengemudi lain memahami arti lampu hazard, tetapi kendaraan tetap berjalan. Pengemudi lain tidak dapat memahami posisi kendaraan, sehingga salah antisipasi dapat terjadi.
Fungsi Lampu Sein Hilang
Lampu hazard yang ada dalam posisi aktif akan membuat kedua lampu sein yang ada di sebelah kanan dan kiri nyala, sehingga fungsi utamanya akan terganggu. Kondisi membuat pengguna kendaraan lain di sekitar tidak akan bisa mengetahui arah kendaraan yang akan diambil.
Lampu sein merupakan media antara pengguna kendaraan di jalan untuk berkomunikasi ketika hendak berpindah jalur atau menuju ke arah tertentu agar tidak terjadi kecelakaan. Dengan begitu, komunikasi yang tertutup dan ketidaktahuan kecil dalam kondisi hujan dan pandangan tertutup bisa berdampak besar terhadap keselamatan di jalan.
Visibiltas Jarak Pandang Berkurang
Saat hazard diaktifkan, lampunya akan mengeluarkan cahaya dan berkedip. Kondisi ini berpotensi mengganggu penglihatan pengemudi lain – terutama ketika hujan turun dengan deras dan penglihatan sudah terbatas. Selain itu, jalanan basah atau genangan air di jalan juga dapat memantulkan cahaya, sehingga pandangan pengemudi lain dapat kian terganggu.
Nyalakan Lampu Utama
Alih-alih menyalakan lampu hazard, Genhype perlu menyalakan lampu utama ketika kondisi menjadi gelap akibat hujan yang turun dengan deras. Lampu utama sangat penting dalam membuat jalan menjadi lebih terang. Lampu utama juga membuat kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengemudi lain, sehingga mengurangi risiko kecelakaan.
Kurangi Kecepatan
Salah satu dampak yang dapat timbul ketika hujan turun adalah jalan menjadi licin, sehingga daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan berkurang. Langkah Genhype mengurangi kecepatan akan menciptakan jarak aman dengan kendaraan lain dan meningkatkan kendali terhadap kendaraan.
Tidak hanya itu, aksi pengurangan kecepatan juga membuat Genhype memiliki waktu yang cukup untuk merespons situasi darurat - terutama saat diperlukan pengereman mendadak akibat perubahan kondisi jalan.
Baca Juga: 7 Cara Aman Berkendara Motor Saat Hujan, Perhatikan Kondisi Ban dan Kecepatan
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.