Game Will: Follow The Light Rilis Akhir April, Demo Sudah Bisa Dicoba Lebih Dulu
26 March 2026 |
16:00 WIB
TomorrowHead Studio akhirnya mengumumkan tanggal rilis untuk game debut mereka, WILL: Follow The Light. Game ini dijadwalkan meluncur pada 28 April 2026 dan akan tersedia di berbagai platform, termasuk Steam, Epic Games Store, PlayStation 5, serta Xbox Series X/S.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi studio pada 13 Maret 2026, bertepatan dengan penayangan trailer terbaru di ajang Future Games Show. Momen ini sekaligus menjadi penanda bahwa proyek yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun kini memasuki tahap akhir menuju peluncuran.
Baca juga: Warner Bros. Siapkan Film Game of Thrones, Angkat Kisah Penaklukan Aegon I Targaryen
Dalam keterangan resminya, TomorrowHead menyebut game ini sebagai petualangan naratif sudut pandang orang pertama yang dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5. Proyek tersebut digarap oleh tim kecil beranggotakan 16 orang yang berbasis di Spokane, Washington.
Pendiri sekaligus game director, Roman Novikov, mengungkapkan antusiasmenya menjelang perilisan. Ia menyebut proses pengembangan dipenuhi kerja keras selama bertahun-tahun, mulai dari malam panjang hingga berbagai tantangan yang harus dilalui tim kecil mereka.
Cerita WILL: Follow The Light berpusat pada karakter Will, seorang penjaga mercusuar yang hidup di pulau terpencil di wilayah laut utara. Hidupnya berubah drastis setelah menerima pesan radio yang mengabarkan bencana di kampung halamannya, sekaligus hilangnya sang anak.
Didorong oleh rasa cemas dan tekad, Will memulai perjalanan panjang menggunakan kapal pesiarnya, “Molly”. Ia harus menembus badai, lautan luas, hingga wilayah bersalju demi menemukan anaknya yang hilang.
Mengutip laman resmi Steam dan berbagai sumber, game ini mengangkat tema emosional yang cukup dalam. Selain eksplorasi, pemain juga akan diajak menyelami hubungan ayah dan anak, rasa kehilangan, kesepian, hingga proses menerima masa lalu.
Dari sisi gameplay, game ini menawarkan sistem eksplorasi yang cukup realistis. Pemain bisa menjelajahi dunia melalui mekanik berlayar maupun menggunakan kereta luncur anjing di daratan bersalju.
Visual menjadi salah satu kekuatan utama yang ditawarkan. Dengan dukungan Unreal Engine 5, lingkungan utara yang luas ditampilkan dengan detail tinggi, mulai dari laut yang dinamis hingga lanskap dingin yang terasa hidup.
Novikov dalam sejumlah wawancara sebelumnya menyebut teknologi tersebut sangat krusial. Menurutnya, tanpa Unreal Engine 5, tim kecil seperti mereka akan sulit mencapai kualitas visual yang kini bisa dinikmati pemain.
Menariknya, TomorrowHead juga mengambil langkah berbeda dengan menyediakan demo publik di Steam yang akan tetap tersedia hingga hari peluncuran. Demo tersebut bahkan akan terus diperbarui berdasarkan masukan pemain.
Pendekatan ini menunjukkan upaya studio untuk melibatkan komunitas secara langsung dalam tahap akhir pengembangan. Bagi game indie, langkah semacam ini tergolong cukup jarang dilakukan menjelang perilisan resmi.
Dari sisi inspirasi, game ini disebut-sebut mengambil referensi dari Firewatch untuk pendekatan cerita, serta Alan Wake dalam membangun atmosfer visual yang kuat.
Sebagai studio independen yang mendanai dan menerbitkan game secara mandiri, TomorrowHead menempatkan eksplorasi dan perjalanan sebagai inti pengalaman bermain. Mereka ingin membawa pemain menjelajahi dunia baru yang belum pernah ditemui sebelumnya.
Dengan waktu rilis yang semakin dekat, WILL: Follow The Light mulai dilirik sebagai salah satu game indie yang patut ditunggu tahun ini. Kombinasi cerita emosional, visual kuat, dan pendekatan gameplay yang unik menjadi daya tarik utamanya.
Menjelang peluncuran, pemain sudah dapat menambahkan game ini ke wishlist di berbagai platform. Jika sesuai rencana, petualangan Will akan segera dimulai dalam hitungan minggu yang membawa pemain ke perjalanan yang tidak hanya menantang secara fisik, tetapi juga emosional.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi studio pada 13 Maret 2026, bertepatan dengan penayangan trailer terbaru di ajang Future Games Show. Momen ini sekaligus menjadi penanda bahwa proyek yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun kini memasuki tahap akhir menuju peluncuran.
Baca juga: Warner Bros. Siapkan Film Game of Thrones, Angkat Kisah Penaklukan Aegon I Targaryen
Dalam keterangan resminya, TomorrowHead menyebut game ini sebagai petualangan naratif sudut pandang orang pertama yang dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5. Proyek tersebut digarap oleh tim kecil beranggotakan 16 orang yang berbasis di Spokane, Washington.
Pendiri sekaligus game director, Roman Novikov, mengungkapkan antusiasmenya menjelang perilisan. Ia menyebut proses pengembangan dipenuhi kerja keras selama bertahun-tahun, mulai dari malam panjang hingga berbagai tantangan yang harus dilalui tim kecil mereka.
Cerita WILL: Follow The Light berpusat pada karakter Will, seorang penjaga mercusuar yang hidup di pulau terpencil di wilayah laut utara. Hidupnya berubah drastis setelah menerima pesan radio yang mengabarkan bencana di kampung halamannya, sekaligus hilangnya sang anak.
Oh, and one more thing: our Steam public demo will be available to play until the full release. We're planning to keep updating it and carefully read all your reviews and comments.
— WILL: Follow The Light (@WILL_TheGame) March 12, 2026
Thank you for your support! It's our main driving force.
Set your sails with us on April 28,… pic.twitter.com/zkNwqrtiLr
Didorong oleh rasa cemas dan tekad, Will memulai perjalanan panjang menggunakan kapal pesiarnya, “Molly”. Ia harus menembus badai, lautan luas, hingga wilayah bersalju demi menemukan anaknya yang hilang.
Mengutip laman resmi Steam dan berbagai sumber, game ini mengangkat tema emosional yang cukup dalam. Selain eksplorasi, pemain juga akan diajak menyelami hubungan ayah dan anak, rasa kehilangan, kesepian, hingga proses menerima masa lalu.
Dari sisi gameplay, game ini menawarkan sistem eksplorasi yang cukup realistis. Pemain bisa menjelajahi dunia melalui mekanik berlayar maupun menggunakan kereta luncur anjing di daratan bersalju.
Visual menjadi salah satu kekuatan utama yang ditawarkan. Dengan dukungan Unreal Engine 5, lingkungan utara yang luas ditampilkan dengan detail tinggi, mulai dari laut yang dinamis hingga lanskap dingin yang terasa hidup.
Novikov dalam sejumlah wawancara sebelumnya menyebut teknologi tersebut sangat krusial. Menurutnya, tanpa Unreal Engine 5, tim kecil seperti mereka akan sulit mencapai kualitas visual yang kini bisa dinikmati pemain.
Menariknya, TomorrowHead juga mengambil langkah berbeda dengan menyediakan demo publik di Steam yang akan tetap tersedia hingga hari peluncuran. Demo tersebut bahkan akan terus diperbarui berdasarkan masukan pemain.
Pendekatan ini menunjukkan upaya studio untuk melibatkan komunitas secara langsung dalam tahap akhir pengembangan. Bagi game indie, langkah semacam ini tergolong cukup jarang dilakukan menjelang perilisan resmi.
Dari sisi inspirasi, game ini disebut-sebut mengambil referensi dari Firewatch untuk pendekatan cerita, serta Alan Wake dalam membangun atmosfer visual yang kuat.
Sebagai studio independen yang mendanai dan menerbitkan game secara mandiri, TomorrowHead menempatkan eksplorasi dan perjalanan sebagai inti pengalaman bermain. Mereka ingin membawa pemain menjelajahi dunia baru yang belum pernah ditemui sebelumnya.
Dengan waktu rilis yang semakin dekat, WILL: Follow The Light mulai dilirik sebagai salah satu game indie yang patut ditunggu tahun ini. Kombinasi cerita emosional, visual kuat, dan pendekatan gameplay yang unik menjadi daya tarik utamanya.
Menjelang peluncuran, pemain sudah dapat menambahkan game ini ke wishlist di berbagai platform. Jika sesuai rencana, petualangan Will akan segera dimulai dalam hitungan minggu yang membawa pemain ke perjalanan yang tidak hanya menantang secara fisik, tetapi juga emosional.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.