Aturan Kiper Tak Boleh Pegang Bola Lebih dari 8 Detik Diuji Coba di Piala Dunia Antarklub
18 June 2025 |
13:09 WIB
Perhelatan Piala Dunia Antarklub 2025 masih bergulir. Ajang ini tengah menjadi sorotan dari publik sepak bola di berbagai belahan dunia karena menjadi ajang perkenalan sekaligus uji coba untuk penerapan teknologi mutakhir dan sejumlah aturan baru.
Dengan kombinasi aturan ini, Piala Dunia Antarklub 2025 bakal menjadi tonggak sejarah sepak bola modern. Piala Dunia Antarklub 2025 memang digadang-gadang sebagai satu di antara ajang paling prestisius garapan FIFA.
Salah satu inovasi regulasi yang menarik perhatian adalah penerapan ketat aturan kiper hanya boleh memegang bola maksimal 8 detik. FIFA kini mulai menguji penerapan aturan ini secara konsisten melalui turnamen berskala besar seperti Piala Dunia Antarklub.
Baca juga: Profil Daniel Klein, Kiper FC Augsburg yang Tertarik Bergabung Timnas Indonesia
Momen nyata penerapan aturan tersebut terjadi pada menit ke-82 dalam laga antara Ulsan HD (Korea Selatan) melawan Mamelodi Sundowns (Afrika Selatan). Dalam pertandingan itu, kiper Mamelodi Sundowns kedapatan menahan bola terlalu lama, melebihi batas waktu 8 detik.
Alhasil, wasit memberikan keuntungan bagi Ulsan HD berupa tendangan sudut sebagai bentuk hukuman atas pelanggaran tersebut. Keputusan itu langsung mengundang sorotan dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat dan penggemar sepak bola.
Aturan baru ini telah mendapatkan lampu hijau dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) melalui perubahan dalam Hukum Permainan untuk musim 2025/26. Salah satu perubahan yang disahkan menyangkut pengetatan aturan terhadap durasi kiper memegang bola.
Setelah hasil uji coba sebelumnya menunjukkan dampak positif dalam mencegah pemborosan waktu, IFAB secara bulat memutuskan untuk merevisi Hukum 12.2 terkait pelanggaran yang menghasilkan tendangan bebas tidak langsung.
Dalam revisi terbaru, jika seorang penjaga gawang memegang bola lebih dari delapan detik, maka wasit akan memberikan tendangan sudut kepada tim lawan, bukan lagi hanya tendangan bebas tidak langsung.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen untuk menjunjung tinggi prinsip fair play, sekaligus menangkal praktik mengulur waktu yang kerap dilakukan tim yang sedang unggul. Dengan adanya aturan ini, FIFA dan IFAB berharap permainan dapat berlangsung lebih dinamis, adil, dan tidak merugikan tim lawan secara taktis.
Piala Dunia Antarklub tahun ini secara resmi juga menggunakan format baru dengan menghadirkan 32 klub terbaik dari seluruh dunia untuk memperebutkan gelar juara.
Sebanyak 32 tim dibagi ke dalam delapan grup, masing-masing berisi empat klub. Turnamen edisi ke-21 ini digelar di Amerika Serikat dari 15 Juni-13 Juli 2025.
Selama sebulan, akan ada total 63 pertandingan yang digelar di 12 stadion di 11 kota tuan rumah di Amerika Serikat, antara lain Atlanta, Charlotte, Cincinnati, Los Angeles, Miami, Nashville, New York, New Jersey, Orlando, Philadelphia, Seattle, dan Washington, D.C.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dengan kombinasi aturan ini, Piala Dunia Antarklub 2025 bakal menjadi tonggak sejarah sepak bola modern. Piala Dunia Antarklub 2025 memang digadang-gadang sebagai satu di antara ajang paling prestisius garapan FIFA.
Salah satu inovasi regulasi yang menarik perhatian adalah penerapan ketat aturan kiper hanya boleh memegang bola maksimal 8 detik. FIFA kini mulai menguji penerapan aturan ini secara konsisten melalui turnamen berskala besar seperti Piala Dunia Antarklub.
Baca juga: Profil Daniel Klein, Kiper FC Augsburg yang Tertarik Bergabung Timnas Indonesia
Momen nyata penerapan aturan tersebut terjadi pada menit ke-82 dalam laga antara Ulsan HD (Korea Selatan) melawan Mamelodi Sundowns (Afrika Selatan). Dalam pertandingan itu, kiper Mamelodi Sundowns kedapatan menahan bola terlalu lama, melebihi batas waktu 8 detik.
Alhasil, wasit memberikan keuntungan bagi Ulsan HD berupa tendangan sudut sebagai bentuk hukuman atas pelanggaran tersebut. Keputusan itu langsung mengundang sorotan dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat dan penggemar sepak bola.
Aturan baru ini telah mendapatkan lampu hijau dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) melalui perubahan dalam Hukum Permainan untuk musim 2025/26. Salah satu perubahan yang disahkan menyangkut pengetatan aturan terhadap durasi kiper memegang bola.
Setelah hasil uji coba sebelumnya menunjukkan dampak positif dalam mencegah pemborosan waktu, IFAB secara bulat memutuskan untuk merevisi Hukum 12.2 terkait pelanggaran yang menghasilkan tendangan bebas tidak langsung.
Dalam revisi terbaru, jika seorang penjaga gawang memegang bola lebih dari delapan detik, maka wasit akan memberikan tendangan sudut kepada tim lawan, bukan lagi hanya tendangan bebas tidak langsung.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen untuk menjunjung tinggi prinsip fair play, sekaligus menangkal praktik mengulur waktu yang kerap dilakukan tim yang sedang unggul. Dengan adanya aturan ini, FIFA dan IFAB berharap permainan dapat berlangsung lebih dinamis, adil, dan tidak merugikan tim lawan secara taktis.
Piala Dunia Antarklub tahun ini secara resmi juga menggunakan format baru dengan menghadirkan 32 klub terbaik dari seluruh dunia untuk memperebutkan gelar juara.
Sebanyak 32 tim dibagi ke dalam delapan grup, masing-masing berisi empat klub. Turnamen edisi ke-21 ini digelar di Amerika Serikat dari 15 Juni-13 Juli 2025.
Selama sebulan, akan ada total 63 pertandingan yang digelar di 12 stadion di 11 kota tuan rumah di Amerika Serikat, antara lain Atlanta, Charlotte, Cincinnati, Los Angeles, Miami, Nashville, New York, New Jersey, Orlando, Philadelphia, Seattle, dan Washington, D.C.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.