5 Alasan Serial Prime Video We Were Liars Menarik Ditonton
17 June 2025 |
08:16 WIB
Prime Video kembali menambah deretan serial orisinalnya dengan menghadirkan We Were Liars, sebuah thriller psikologis asal Amerika yang diadaptasi dari novel populer karya E. Lockhart. Buku yang pertama kali terbit pada 2014 ini dikenal lewat nuansa misterinya yang kuat dan kini diangkat ke layar kaca dalam versi yang lebih menggugah.
We Were Liars akan mengikuti kisah Cadence Sinclair Eastman (diperankan oleh Emily Alyn Lind), gadis berusia 17 tahun dari keluarga kaya dan lingkaran pertemanan dekatnya yang dijuluki "Liars". Selama liburan musim panas, mereka menghabiskan waktu bersama di pulau pribadi milik kakek Cadence di wilayah New England.
Baca juga: Sinopsis Film Jodoh 3 Bujang yang Tayang 26 Juni 2025, Angkat Tradisi Nikah Kembar
Keluarga Sinclair dikenal sebagai bangsawan Amerika dengan penampilan menarik, kekayaan turun-temurun, dan ikatan keluarga yang kuat. Akan tetapi, sebuah insiden misterius mengubah hidup Cadence selamanya, dan membuat semua orang, termasuk para "Liars" yang dia cintai, menyimpan rahasia.
Para “Liars” tersebut dibintangi oleh Emily Alyn Lind sebagai Cadence Sinclair Eastman, Shubham Maheshwari sebagai Gat Patil, Esther McGregor sebagai Mirren Sinclair Sheffield, dan Joseph Zada sebagai Johnny Sinclair Dennis.
Selain itu, ada juga Caitlin FitzGerald sebagai Penny Sinclair, Mamie Gummer sebagai Carrie Sinclair, Candice King sebagai Bess Sinclair, Rahul Kohli sebagai Ed Patil, dan David Morse sebagai Harris Sinclair.
Serial We Were Liars ditulis dan diproduseri secara eksekutif oleh co-showrunners Julie Plec (The Vampire Diaries, Legacies) dan Carina Adly MacKenzie (Roswell, New Mexico, The Originals).
Turut menjadi produser eksekutif adalah Emily Cummins (The Endgame, Vampire Academy) dari My So-Called Company, Brett Matthews (Legacies), Pascal Verschooris (The Vampire Diaries), serta penulis novel, E. Lockhart. Proyek ini diproduksi oleh Universal Television, bagian dari Universal Studio Group, dan Amazon MGM Studios.
We Were Liars akan tayang sebanyak 8 episode yang dirilis pada 18 Juni 2025. Berikut adalah 5 alasan serial ini menarik untuk diikuti jalinan ceritanya.
We Were Liars adalah serial thriller amnesia yang menggali rahasia kelam sebuah keluarga yang terlihat sempurna. Mengeksplorasi tema cinta dan duka dengan cara yang hangat namun mencekam, cerita ini mempermainkan memori dan perspektif yang membuat penonton selalu bertanya-tanya.
Seri ini juga menantang penonton untuk berani berada dalam ketidakpastian, menciptakan pengalaman yang menyeramkan sekaligus menggugah tentang keluarga dengan citra ideal namun menyimpan sisi gelap.
We Were Liars mengambil lokasi syuting yang memukau di Nova Scotia, Kanada. Tempat itu digambarkan sebagai lokasi yang indah bagaikan mimpi, yang menghidupkan cerita. Latar belakang yang memikat tersebut dibuat layaknya daya tarik Martha's Vineyard yang digambarkan dalam buku, memperkuat keindahan visual dari We Were Liars.
Gaya hidup khas wilayah Atlantik, dengan perairannya yang tenang, perahu-perahu menawan, dan atmosfer yang menakjubkan, menciptakan latar yang memikat bagi penonton sepanjang menonton serial ini.
"Tantangan utama adalah memenuhi ekspektasi tinggi dari para penggemar yang sangat besar. Para penggemar ini sudah memiliki gambaran visual yang jelas tentang dunia ini di kepala mereka, dan tujuannya bukan hanya memenuhi imajinasi tersebut, tetapi melampauinya," kata Produser Eksekutif dan Showrunner, Carina Adly Mackenzie.
Di luar misteri utamanya, penonton dapat menantikan kisah coming-of-age yang memikat, elemen romansa, dan drama keluarga lintas generasi dalam serial We Were Liars. Daya tarik yang beragam ini membuat serial tersebut memberikan kesan yang berbeda-beda untuk setiap orang.
Pada intinya, We Were Liars mengeksplorasi jalinan rumit antara cinta dan duka. Di balik kesan menyeramkan yang sunyi, seri ini menghadirkan kehangatan yang mengejutkan, dengan eksplorasi emosional yang mendalam tentang bagaimana cinta dan kehilangan yang membentuk pengalaman manusia.
Aktris Emily Alyn Lind mengatakan The Liars adalah tempat aman bagi Cadence sekaligus tempat pemberontakannya. Mereka merupakan cerminan hati nuraninya, dan pada saat yang bersamaan masing-masing dari mereka mencerminkan bagian yang berbeda dari dirinya.
“Dan bersama-sama, mereka menciptakan dunia kecil ini di mana mereka bisa menjadi kacau, berani, dan jujur, bahkan sangat jujur satu sama lain, yang merupakan kebalikan dari apa yang diwakili atau diajarkan oleh keluarga Sinclair. Jadi, itu adalah cinta, dan sedikit kegilaan," katanya.
Di tengah tema-tema yang lebih gelap, seri ini juga menyisipkan momen-momen keseruan, koneksi, dan kenakalan, terutama menangkap perasaan khas saat menjadi muda dan tak terkalahkan, tepat sebelum semuanya segalanya runtuh.
"Banyak sekali yang terjadi, setiap karakter punya cerita masing-masing. Seri ini akan membuat Anda tertawa, menangis, terkejut, dan akan membuat Anda tersentak. Dan saya pikir seri ini punya sesuatu untuk semua orang," kata aktor Shubham Maheshwari.
Bagi Mollere, soundtrack bukan hanya musik latar, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari narasi. Soundtrack We Were Liars menampilkan lagu-lagu dari jajaran penyanyi-penulis lagu berbakat, termasuk Difficult dari Gracie Abrams, Forever dari HAIM, Who We Are dari Hozier, What's The Rumpus? dari Jack White, dan American Girl dari Tom Petty.
“Kami menjelajahi setiap sudut emosional cerita melalui berbagai musisi. Ada yang ikonik, ada pula yang baru muncul, tetapi semuanya punya kontribusi penting ke dalam cerita,” ujar Chris Mollere.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
We Were Liars akan mengikuti kisah Cadence Sinclair Eastman (diperankan oleh Emily Alyn Lind), gadis berusia 17 tahun dari keluarga kaya dan lingkaran pertemanan dekatnya yang dijuluki "Liars". Selama liburan musim panas, mereka menghabiskan waktu bersama di pulau pribadi milik kakek Cadence di wilayah New England.
Baca juga: Sinopsis Film Jodoh 3 Bujang yang Tayang 26 Juni 2025, Angkat Tradisi Nikah Kembar
Keluarga Sinclair dikenal sebagai bangsawan Amerika dengan penampilan menarik, kekayaan turun-temurun, dan ikatan keluarga yang kuat. Akan tetapi, sebuah insiden misterius mengubah hidup Cadence selamanya, dan membuat semua orang, termasuk para "Liars" yang dia cintai, menyimpan rahasia.
Para “Liars” tersebut dibintangi oleh Emily Alyn Lind sebagai Cadence Sinclair Eastman, Shubham Maheshwari sebagai Gat Patil, Esther McGregor sebagai Mirren Sinclair Sheffield, dan Joseph Zada sebagai Johnny Sinclair Dennis.
Selain itu, ada juga Caitlin FitzGerald sebagai Penny Sinclair, Mamie Gummer sebagai Carrie Sinclair, Candice King sebagai Bess Sinclair, Rahul Kohli sebagai Ed Patil, dan David Morse sebagai Harris Sinclair.

We Were Liars. (Sumber gambar: Prime Video)
Turut menjadi produser eksekutif adalah Emily Cummins (The Endgame, Vampire Academy) dari My So-Called Company, Brett Matthews (Legacies), Pascal Verschooris (The Vampire Diaries), serta penulis novel, E. Lockhart. Proyek ini diproduksi oleh Universal Television, bagian dari Universal Studio Group, dan Amazon MGM Studios.
We Were Liars akan tayang sebanyak 8 episode yang dirilis pada 18 Juni 2025. Berikut adalah 5 alasan serial ini menarik untuk diikuti jalinan ceritanya.
1. Perpaduan antara misteri & emosi
We Were Liars adalah serial thriller amnesia yang menggali rahasia kelam sebuah keluarga yang terlihat sempurna. Mengeksplorasi tema cinta dan duka dengan cara yang hangat namun mencekam, cerita ini mempermainkan memori dan perspektif yang membuat penonton selalu bertanya-tanya.Seri ini juga menantang penonton untuk berani berada dalam ketidakpastian, menciptakan pengalaman yang menyeramkan sekaligus menggugah tentang keluarga dengan citra ideal namun menyimpan sisi gelap.
_crop.jpg)
We Were Liars. (Sumber gambar: Prime Video)
2. Visual menawan & suasana memukau
We Were Liars mengambil lokasi syuting yang memukau di Nova Scotia, Kanada. Tempat itu digambarkan sebagai lokasi yang indah bagaikan mimpi, yang menghidupkan cerita. Latar belakang yang memikat tersebut dibuat layaknya daya tarik Martha's Vineyard yang digambarkan dalam buku, memperkuat keindahan visual dari We Were Liars. Gaya hidup khas wilayah Atlantik, dengan perairannya yang tenang, perahu-perahu menawan, dan atmosfer yang menakjubkan, menciptakan latar yang memikat bagi penonton sepanjang menonton serial ini.
"Tantangan utama adalah memenuhi ekspektasi tinggi dari para penggemar yang sangat besar. Para penggemar ini sudah memiliki gambaran visual yang jelas tentang dunia ini di kepala mereka, dan tujuannya bukan hanya memenuhi imajinasi tersebut, tetapi melampauinya," kata Produser Eksekutif dan Showrunner, Carina Adly Mackenzie.
_crop.jpg)
We Were Liars. (Sumber gambar: Prime Video)
3. Penceritaan yang mendalam
Di luar misteri utamanya, penonton dapat menantikan kisah coming-of-age yang memikat, elemen romansa, dan drama keluarga lintas generasi dalam serial We Were Liars. Daya tarik yang beragam ini membuat serial tersebut memberikan kesan yang berbeda-beda untuk setiap orang.Pada intinya, We Were Liars mengeksplorasi jalinan rumit antara cinta dan duka. Di balik kesan menyeramkan yang sunyi, seri ini menghadirkan kehangatan yang mengejutkan, dengan eksplorasi emosional yang mendalam tentang bagaimana cinta dan kehilangan yang membentuk pengalaman manusia.
Aktris Emily Alyn Lind mengatakan The Liars adalah tempat aman bagi Cadence sekaligus tempat pemberontakannya. Mereka merupakan cerminan hati nuraninya, dan pada saat yang bersamaan masing-masing dari mereka mencerminkan bagian yang berbeda dari dirinya.
“Dan bersama-sama, mereka menciptakan dunia kecil ini di mana mereka bisa menjadi kacau, berani, dan jujur, bahkan sangat jujur satu sama lain, yang merupakan kebalikan dari apa yang diwakili atau diajarkan oleh keluarga Sinclair. Jadi, itu adalah cinta, dan sedikit kegilaan," katanya.
4. Pengalaman masa muda yang relatable
Di tengah tema-tema yang lebih gelap, seri ini juga menyisipkan momen-momen keseruan, koneksi, dan kenakalan, terutama menangkap perasaan khas saat menjadi muda dan tak terkalahkan, tepat sebelum semuanya segalanya runtuh. "Banyak sekali yang terjadi, setiap karakter punya cerita masing-masing. Seri ini akan membuat Anda tertawa, menangis, terkejut, dan akan membuat Anda tersentak. Dan saya pikir seri ini punya sesuatu untuk semua orang," kata aktor Shubham Maheshwari.
5. Hadirkan soundtrack terkurasi
Untuk menciptakan musik yang dinamis dan unik bagi We Were Liars, music supervisor Chris Mollere dan timnya mendalami novel E. Lockhart untuk membantu mereka menyusun soundtrack yang beragam, yang berperan sebagai elemen emosional dalam penceritaan.Bagi Mollere, soundtrack bukan hanya musik latar, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari narasi. Soundtrack We Were Liars menampilkan lagu-lagu dari jajaran penyanyi-penulis lagu berbakat, termasuk Difficult dari Gracie Abrams, Forever dari HAIM, Who We Are dari Hozier, What's The Rumpus? dari Jack White, dan American Girl dari Tom Petty.
“Kami menjelajahi setiap sudut emosional cerita melalui berbagai musisi. Ada yang ikonik, ada pula yang baru muncul, tetapi semuanya punya kontribusi penting ke dalam cerita,” ujar Chris Mollere.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.