Perayaan Iduladha (Sumber Foto: Freepik)

9 Tradisi Unik Perayaan Iduladha di Berbagai Negara

04 June 2025   |   13:17 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Hari Raya Iduladha merupakan salah satu hari besar dalam agama Islam yang diperingati setiap 10 Zulhijah dalam kalender Hijriah, bertepatan dengan puncak ibadah haji di Mekkah. Negara-negara di berbagai belahan dunia memiliki cara unik dalam merayakan momen ini. 

Adapun Iduladha yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Ismail AS, atas perintah Allah SWT.

Umat Muslim yang mampu secara finansial dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban seperti kambing, sapi, atau unta dan membagikan dagingnya kepada keluarga, kerabat, serta kaum yang membutuhkan. 

Tradisi unik merayakan iduladha di berbagai negara dipengaruhi oleh budaya, adat istiadat, dan tradisi setempat. Mulai dari merias hewan sampai bersantap hidangan tradisional. Mengutip Daily Sabah, berikut adalah deretan tradisi unik Iduladha di berbagai belahan dunia. 

Baca juga: Hari Raya Iduladha Dipastikan 6 Juni 2025, Simak Penjelasannya!


1. Maroko 

Masyarakat Maroko menghias tanduk hewan kurban dengan henna sebagai simbol keberuntungan. Selain itu, mereka juga merayakan Festival Boujloud sehari setelah Hari Raya Iduladha, di mana para pemuda mengenakan kulit hewan kurban termasuk tanduk dan anggota tubuh hewan untuk meramaikan jalanan dengan tarian, musik, dan kegembiraan seperti karnaval. 
 

2. Turki 

Di Turki, Iduladha dikenal sebagai Kurban Bayram dan dirayakan selama empat hari. Selain salat Id dan penyembelihan hewan, pemerintah setempat menyelenggarakan konser dan berbagai acara budaya yang meriah. 

Mereka juga memasang ayunan besar alias çendir di tengah kota, yang dihiasi pita warna-warni dan balon udara. Masyarakat percaya bahwa dengan menaiki ayunan tersebut dapat membersihkan diri dari dosa-dosa.
 

3. Filipina 

Di Filipina, Iduladha hanya dirayakan selama satu hari saja. Umat muslim di sana jumlahnya sedikit, hanya sekitar 25 persen dari total penduduk. Mereka lebih memilih untuk menyembelih kambing dan anak sapi daripada domba. 

Keluarga berkumpul untuk makan bersama dan tuan rumah yang mengadakan pesta kurban meletakkan sejumlah uang di bawah penutup kursi di meja makan. Uang tersebut akan menjadi milik orang yang duduk di kursi tersebut.
 

4. Aljazair

Orang-orang Aljazair menghabiskan hari pertama perayaan Iduladha dengan membeli kayu dan batu bara, lalu mereka berpuasa pada hari kedua. Mereka menyiapkan meja besar dan makan hidangan tradisional bernama melfuf alias kubis gulung.

Melfuf terdiri dari daun kubis yang direbus, kemudian diisi dengan campuran daging cincang biasanya domba atau sapi, nasi, bawang, dan rempah-rempah seperti kayu manis, jinten, dan lainnya. Setelah diisi, daun kubis digulung rapat dan dimasak dalam kaldu.
 

5. Bangladesh

Mudik ke kampung halaman dan bersilaturahmi dengan keluarga menjadi tradisi wajib saat Iduladha bagi masyarakat Bangladesh. Stasiun kereta, terminal bus, dan pelabuhan feri di Dhaka dipenuhi oleh jutaan orang yang ingin pulang ke kampung halaman. 

Karena keterbatasan transportasi, banyak yang rela menaiki atap kereta api atau berdesakan di dalam bus dan feri. Mereka juga rela menempuh perjalanan berbahaya selama berjam-jam menggunakan perahu kecil dan dayung.
 

6. Nigeria

Di wilayah utara Nigeria, terutama di kota-kota seperti Kano, Katsina, dan Zaria, perayaan Iduladha diwarnai dengan Festival Durbar. Festival ini menampilkan parade kuda yang megah, di mana para emir dan pejabat kerajaan menunggang kuda yang dihias indah, diiringi oleh pasukan berkuda dan musik tradisional. 
 

7. Yaman 

Masyarakat merayakan Iduladha dengan menampilkan tarian tradisional Al-Baraa. Tarian ini sering dipentaskan dalam berbagai acara, termasuk pernikahan dan perayaan keagamaan. 

Dalam tarian Al-Baraa, para pria menari bersama sambil memegang belati tradisional Yaman yang disebut jambiya, serta senjata di bahu mereka. Mereka menari dengan licah, berputar, dan melompat, diiringi irama drum dan nyanyian khas daerah.
 

8. Iran 

Perayaan Iduladha dikenal sebagai "Salty Eid" karena banyaknya hidangan gurih seperti kebab, haleem, dan baghali. Setelah salat ied, masyarakat berkumpul untuk menikmati hidangan khas ini bersama keluarga. 

Salah satu hidangan yang populer adalah haleem, semacam bubur daging yang terbuat dari gandum dan daging domba atau sapi. Selain itu, ada baghali polo yakni nasi yang dimasak bersama kacang fava dan dill yang bercita rasa khas dan aromatik. 
 

9. Mesir 

Setelah melaksanakan salat Id, masyarakat Mesir berkumpul bersama keluarga untuk menikmati hidangan khas seperti hati dan ginjal hewan kurban yang digoreng atau dipanggang. Hidangan ini menjadi simbol kebersamaan serta rasa syukur atas berkah yang diterima.

Baca juga: Jadwal Libur & Cuti Bersama Iduladha 1446 H/2025, Ada 4 Hari Long Weekend!

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Gedebage Jazz Festival 2025 Hadirkan Suasana Hangat di Tengah Kota

BERIKUTNYA

Rekomendasi Film Baru Rilis saat Libur Panjang Iduladha 2025, Gowok sampai Ballerina

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga