Profil Opal Suchata Chuangsri, Miss World 2025 dari Thailand
03 June 2025 |
20:52 WIB
Opal Suchata Chuangsri dari Thailand berhasil keluar sebagai pemenang di kontes kecantikan Miss World 2025, yang berlangsung di Hitex Exhibition Center, Hyderabad, India, pada Sabtu (31/5/2025) waktu setempat. Ini menjadi kemenangan pertama bagi Negeri Gajah Putih di ajang Miss World.
Opal berhasil unggul dari 107 peserta lainnya yang mewakili negara mereka. Dia memukau para juri berkat kecerdasan, kecantikan, dan bakatnya. Opal pun resmi dinobatkan sebagai Miss World 2025, dan dimahkotai oleh pemenang sebelumnya, Miss World 2024 Krystyna Pyszková dari Ceko.
Sementara itu, Hasset Dereje Admassu dari Ethiopia menjadi juara kedua (runner up) dalam kompetisi tersebut. Adapun, dua kontestan lainnya yang masuk dalam 4 besar ialah Aurélie Joachim dari Martinik dan Maja Klajda dari Polandia.
Baca juga: Profil Singkat Monica Kezia Sembiring yang Bersinar di Miss World 2025
Pada malam anugerah Miss World, Opal tampil cantik dan anggun dalam balutan gaun berwarna silver berkilauan. Lewat Instagram pribadinya, dia menuliskan bahwa gaun tersebut merupakan simbol penyembuhan dan kekuatan yang tenang.
Terinspirasi oleh perjalanan Opal For HER, kampanye sosial yang dibuatnya, gaun tersebut dibuat dengan semangat dan simbolisme dari kekuatan, keindahan, sekaligus transformasi dirinya.
Kain putih yang berkilauan dan motif bunga pada gaunnya melambangkan wanita yang memiliki harapan. Sementara flare yang lembut mencerminkan kasih sayang yang bisa menggerakkan banyak hati. Adapun, kristal Swarovski berkilau dari gaun itu memiliki filosofi cahaya batin yang menuntun melewati kegelapan.
"Ini lebih dari sekadar gaun, ini adalah penghargaan bagi setiap wanita yang berani bermimpi, bahkan dalam menghadapi ketidakpastian. Sama seperti opal, dia bersinar dalam cahayanya sendiri," tulisnya.
Opal mengatakan bertekad untuk menggunakan gelar barunya sebagai Miss World untuk tujuan yang baik. Dia ingin meningkatkan kesadaran, sekaligus menghilangkan kesalahpahaman publik seputar kanker payudara, alih-alih hanya mengejar popularitas.
"Rasanya seperti mimpi. Rasanya tidak nyata. Saya sangat terkejut saat dinobatkan. Sekarang, yang saya pikirkan hanyalah betapa bahagianya orang-orang di negara saya. Ini adalah mahkota pertama untuk Thailand. Perjalanan saya di bidang kontes kecantikan ini sudah tiga tahun, jadi ini adalah tonggak penting dalam hidup dan karier saya," katanya kepada Hindustan Times.
Opal Suchata Chuangsri adalah model kelahiran Phuket, Thailand, 20 September 2003. Dia lahir dan dibesarkan di keluarga pengusaha. Orang tuanya diketahui memiliki bisnis perhotelan di Thalang, salah satu distrik di Phuket.
Sejak kecil, Opal telah memiliki ketertarikan yang kuat untuk mempelajari bahasa. Saat duduk di bangku SMA, dia mengambil jurusan bahasa Mandarin di bawah program seni di Tria Udom Suksa School. Dia pun akhirnya kini menguasai tiga bahasa yakni Thailand, Inggris dan Mandarin.
Kecakapan komunikasi dan penguasaan beberapa bahasa membawanya untuk lebih mengenal budaya global. Dia akhirnya menempuh pendidikan sarjana politik dan hubungan internasional di Fakultas Ilmu Politik di Thammasat University, dan bercita-cita ingin menjadi seorang Duta Besar untuk Thailand.
Pada usia 16 tahun, Opal menjalani operasi pengangkatan benjolan jinak di payudara, sebuah pengalaman yang akhirnya menginspirasinya untuk menggagas kampanye “Opal For Her”.
Kampanye sosial itu dibuat untuk menyebarkan pesan serta mendorong kesadaran kolektif tentang kesehatan payudara dan pentingnya deteksi dini. Inisiatif ini menyoroti komitmennya yang teguh untuk memberdayakan wanita melalui pendidikan dan perawatan kesehatan preventif.
Pada 2022, di usianya yang ke-18, Opal mengikuti kompetisi Miss Universe Thailand 2022 dan finis sebagai runner-up ketiga. Namun, seiring dengan runner-up pertama, Nicolene Limsnukan, yang mengundurkan diri, Opal pun dinobatkan sebagai runner-up kedua dari ajang tersebut.
Sejak itu, kariernya di dunia kontes kecantikan pun kian bersinar. Dua tahun berselang, dia ditunjuk untuk mewakili Bangkok di kontes Miss Universe Thailand 2024, dan keluar sebagai juara. Selain itu, dia juga memenangkan beberapa penghargaan khusus, termasuk Miss Charming Talent dan Miss Beauty and Confidence.
Usai memenangkan ajang tersebut, perempuan berusia 21 tahun itu akhirnya mewakili Thailand di Miss Universe 2024, yang diadakan pada 17 November 2024 di Meksiko. Dia menempati posisi runner-up ketiga dan menerima penghargaan silver untuk Voice for Change.
Namun, pada 22 April 2025, setelah pengangkatannya sebagai perwakilan Thailand di Miss World, Organisasi Miss Universe mengumumkan pemecatan Opal dari posisi runner-up ketiga karena tidak menyelesaikan masa gelarnya selama 12 bulan sebelum menerima penobatan lainnya.
Dengan begitu, Opal pun ditunjuk oleh Miss World Thailand Organization untuk mewakili Thailand di Miss World 2025, dan berhasil menjuarai ajang itu.
Bagi Opal, penobatan ini merupakan fase penting dirinya di panggung internasional. Bersama platform Miss World, dia bertekad untuk bisa menangani masalah sosial yang relevan dengan negara lain. Terutama meningkatkan kesadaran publik dunia tentang kanker payudara melalui kampanye Opal For Her miliknya.
"Sebelumnya, saya adalah seorang gadis biasa tanpa platform, yang mencoba meningkatkan kesadaran orang-orang di sekitar saya. Ketika saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kontes kecantikan, ternyata itu menjadi kesempatan yang lebih besar bagi saya untuk berbicara," ucapnya.
Opal mengakui masih banyaknya kesalahpahaman yang melekat pada kanker payudara. Menurutnya, banyak orang yang beranggapan bahwa kanker payudara atau kanker pada umumnya, kebanyakan terjadi pada mereka yang berusia di atas 30-40 tahun.
"Itu tidak benar. Selain itu, orang-orang beranggapan kanker tidak dapat disembuhkan. Kanker dapat disembuhkan jika dideteksi sejak dini. Itulah beberapa hal yang ingin saya sampaikan,” katanya.
Opal pun menyadari bahwa kemenangannya di Miss World dapat membuka banyak peluang, termasuk kemungkinan masuk ke dunia hiburan. Namun, dia mengaku ingin lebih berfokus pada misinya untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara dan tidak ingin teralihkan dari tujuannya.
"Sangat penting untuk memprioritaskan semua hal yang perlu saya lakukan selama masa penobatan saya. Karena ada satu hal yang menjadi sorotan, saya ingin membahas isu-isu sosial yang perlu disampaikan kepada dunia," tegasnya.
Baca juga: Profil Krystyna Pyszková, Miss World 2024 dari Republik Ceko
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Opal berhasil unggul dari 107 peserta lainnya yang mewakili negara mereka. Dia memukau para juri berkat kecerdasan, kecantikan, dan bakatnya. Opal pun resmi dinobatkan sebagai Miss World 2025, dan dimahkotai oleh pemenang sebelumnya, Miss World 2024 Krystyna Pyszková dari Ceko.
Sementara itu, Hasset Dereje Admassu dari Ethiopia menjadi juara kedua (runner up) dalam kompetisi tersebut. Adapun, dua kontestan lainnya yang masuk dalam 4 besar ialah Aurélie Joachim dari Martinik dan Maja Klajda dari Polandia.
Baca juga: Profil Singkat Monica Kezia Sembiring yang Bersinar di Miss World 2025
Pada malam anugerah Miss World, Opal tampil cantik dan anggun dalam balutan gaun berwarna silver berkilauan. Lewat Instagram pribadinya, dia menuliskan bahwa gaun tersebut merupakan simbol penyembuhan dan kekuatan yang tenang.
Terinspirasi oleh perjalanan Opal For HER, kampanye sosial yang dibuatnya, gaun tersebut dibuat dengan semangat dan simbolisme dari kekuatan, keindahan, sekaligus transformasi dirinya.
Kain putih yang berkilauan dan motif bunga pada gaunnya melambangkan wanita yang memiliki harapan. Sementara flare yang lembut mencerminkan kasih sayang yang bisa menggerakkan banyak hati. Adapun, kristal Swarovski berkilau dari gaun itu memiliki filosofi cahaya batin yang menuntun melewati kegelapan.
"Ini lebih dari sekadar gaun, ini adalah penghargaan bagi setiap wanita yang berani bermimpi, bahkan dalam menghadapi ketidakpastian. Sama seperti opal, dia bersinar dalam cahayanya sendiri," tulisnya.
Opal mengatakan bertekad untuk menggunakan gelar barunya sebagai Miss World untuk tujuan yang baik. Dia ingin meningkatkan kesadaran, sekaligus menghilangkan kesalahpahaman publik seputar kanker payudara, alih-alih hanya mengejar popularitas.
"Rasanya seperti mimpi. Rasanya tidak nyata. Saya sangat terkejut saat dinobatkan. Sekarang, yang saya pikirkan hanyalah betapa bahagianya orang-orang di negara saya. Ini adalah mahkota pertama untuk Thailand. Perjalanan saya di bidang kontes kecantikan ini sudah tiga tahun, jadi ini adalah tonggak penting dalam hidup dan karier saya," katanya kepada Hindustan Times.
Opal Suchata Chuangsri adalah model kelahiran Phuket, Thailand, 20 September 2003. Dia lahir dan dibesarkan di keluarga pengusaha. Orang tuanya diketahui memiliki bisnis perhotelan di Thalang, salah satu distrik di Phuket.
Sejak kecil, Opal telah memiliki ketertarikan yang kuat untuk mempelajari bahasa. Saat duduk di bangku SMA, dia mengambil jurusan bahasa Mandarin di bawah program seni di Tria Udom Suksa School. Dia pun akhirnya kini menguasai tiga bahasa yakni Thailand, Inggris dan Mandarin.
Kecakapan komunikasi dan penguasaan beberapa bahasa membawanya untuk lebih mengenal budaya global. Dia akhirnya menempuh pendidikan sarjana politik dan hubungan internasional di Fakultas Ilmu Politik di Thammasat University, dan bercita-cita ingin menjadi seorang Duta Besar untuk Thailand.
Pada usia 16 tahun, Opal menjalani operasi pengangkatan benjolan jinak di payudara, sebuah pengalaman yang akhirnya menginspirasinya untuk menggagas kampanye “Opal For Her”.
Kampanye sosial itu dibuat untuk menyebarkan pesan serta mendorong kesadaran kolektif tentang kesehatan payudara dan pentingnya deteksi dini. Inisiatif ini menyoroti komitmennya yang teguh untuk memberdayakan wanita melalui pendidikan dan perawatan kesehatan preventif.
Pada 2022, di usianya yang ke-18, Opal mengikuti kompetisi Miss Universe Thailand 2022 dan finis sebagai runner-up ketiga. Namun, seiring dengan runner-up pertama, Nicolene Limsnukan, yang mengundurkan diri, Opal pun dinobatkan sebagai runner-up kedua dari ajang tersebut.
Sejak itu, kariernya di dunia kontes kecantikan pun kian bersinar. Dua tahun berselang, dia ditunjuk untuk mewakili Bangkok di kontes Miss Universe Thailand 2024, dan keluar sebagai juara. Selain itu, dia juga memenangkan beberapa penghargaan khusus, termasuk Miss Charming Talent dan Miss Beauty and Confidence.
Usai memenangkan ajang tersebut, perempuan berusia 21 tahun itu akhirnya mewakili Thailand di Miss Universe 2024, yang diadakan pada 17 November 2024 di Meksiko. Dia menempati posisi runner-up ketiga dan menerima penghargaan silver untuk Voice for Change.
Namun, pada 22 April 2025, setelah pengangkatannya sebagai perwakilan Thailand di Miss World, Organisasi Miss Universe mengumumkan pemecatan Opal dari posisi runner-up ketiga karena tidak menyelesaikan masa gelarnya selama 12 bulan sebelum menerima penobatan lainnya.
Dengan begitu, Opal pun ditunjuk oleh Miss World Thailand Organization untuk mewakili Thailand di Miss World 2025, dan berhasil menjuarai ajang itu.
Bagi Opal, penobatan ini merupakan fase penting dirinya di panggung internasional. Bersama platform Miss World, dia bertekad untuk bisa menangani masalah sosial yang relevan dengan negara lain. Terutama meningkatkan kesadaran publik dunia tentang kanker payudara melalui kampanye Opal For Her miliknya.
"Sebelumnya, saya adalah seorang gadis biasa tanpa platform, yang mencoba meningkatkan kesadaran orang-orang di sekitar saya. Ketika saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kontes kecantikan, ternyata itu menjadi kesempatan yang lebih besar bagi saya untuk berbicara," ucapnya.
Opal mengakui masih banyaknya kesalahpahaman yang melekat pada kanker payudara. Menurutnya, banyak orang yang beranggapan bahwa kanker payudara atau kanker pada umumnya, kebanyakan terjadi pada mereka yang berusia di atas 30-40 tahun.
"Itu tidak benar. Selain itu, orang-orang beranggapan kanker tidak dapat disembuhkan. Kanker dapat disembuhkan jika dideteksi sejak dini. Itulah beberapa hal yang ingin saya sampaikan,” katanya.
Opal pun menyadari bahwa kemenangannya di Miss World dapat membuka banyak peluang, termasuk kemungkinan masuk ke dunia hiburan. Namun, dia mengaku ingin lebih berfokus pada misinya untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara dan tidak ingin teralihkan dari tujuannya.
"Sangat penting untuk memprioritaskan semua hal yang perlu saya lakukan selama masa penobatan saya. Karena ada satu hal yang menjadi sorotan, saya ingin membahas isu-isu sosial yang perlu disampaikan kepada dunia," tegasnya.
Baca juga: Profil Krystyna Pyszková, Miss World 2024 dari Republik Ceko
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.