Musisi Jacob Collier tampil dalam acara Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (30/5/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

100 Menit Penuh Eksplorasi Bersama Jacob Collier di BNI Java Jazz Festival 2025

30 May 2025   |   22:59 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Jumat malam (30/5) di panggung BNI Java Jazz Festival 2025, Jacob Collier menghadirkan sebuah pengalaman musikal yang tak terlupakan bagi para penggemarnya di Indonesia. Dalam format special show yang berlangsung satu jam lebih, dia mengajak penonton menyelami dunia musik yang penuh warna, kompleks, tetapi sekaligus sangat personal. 

Collier bukan hanya tampil sebagai penyanyi atau pemain instrumen biasa. Dia memadukan berbagai suara dan alat musik dengan keahlian di luar nalar, dari harmoni vokal multi-layer yang menakjubkan, pola poliritmik yang rumit, hingga eksplorasi mikrotonal yang jarang ditemui di panggung musik pop maupun jaz mainstream. 

Menggunakan teknologi live looping, dia kerap membangun sebuah orkestra kecil di atas panggung. Dia merekam dan melapisi suara-suara yang diciptakannya secara langsung, sehingga setiap lagu terasa seperti pertunjukan baru yang unik. 

Interaksinya dengan penonton juga sangat intens. Collier tak segan mengajak mereka menyanyi bersama dalam harmoni yang membentuk sebuah simfoni kolektif, menghadirkan rasa kebersamaan yang langka di konser-konser besar. 

Baca juga: Yun Seok Cheol Trio 'Menyulam' Musik dan Budaya Korea di BNI Java Jazz Festival 2025

Setlist malam itu mengalir luwes, menggabungkan lagu-lagu dari seri album Djesse dan In My Room dengan aransemen baru yang segar dan penuh kejutan. Dalam penampilannya, Collier dengan gesit berpindah dari piano, drum, gitar, bass, dan berbagai instrumen lain, menunjukkan keahliannya sebagai multi-instrumentalis sekaligus improvisator ulung. 

Dalam satu momen, suasana berubah menjadi jazz fusion yang sangat groove dan dinamis. Di lain waktu, musiknya mampu membawa nuansa ballad yang intim dan penuh emosi. Perpaduan kompleksitas teknis dan kehangatan ekspresif ini membuat musik Collier terasa makin hidup. 

Beberapa nomor yang diganjar tepuk tangan meriah dari penonton adalah "Little Blue", "Wise Men Say", "Can't Help Falling in Love", dan "Into Deep".

"Java jazz festival sebuah panggung yang menarik. Ketika semua orang datang ke satu tempat demi musik. Kalian semua di sini, juga aku yang datang dari Inggris," ucap Collier. 

 
Musisi Jacob Collier tampil dalam acara Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (30/5/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti) 
Hal menarik dari konsernya belum berakhir. Collier kembali menunjukkan kepiawaiannya dengan berpindah-pindah alat musik secara cepat, kali ini dalam satu lagu yang sama, "Don’t You Know". Gerakan tubuhnya yang enerjik dan interaksinya dengan penonton membuat suasana panggung terasa hidup dan penuh semangat.

Sebagai penutup, musisi asal Inggris ini membawa suasana menjadi lebih intim dan emosional dengan membawakan dua lagu andalannya, "Never Gonna Be Alone" dan "Witness Me".

Transisi dari aksi panggung yang eksplosif ke penutupan yang pelan ini memperlihatkan betapa Collier tidak hanya jenius secara teknis, tetapi juga sangat peka terhadap dinamika emosi dalam pertunjukan live.

Sebuah kejutan terjadi ketika lampu yang sebelumnya padam, tanda pertunjukan telah usai, kembali menyala, dan Collier muncul lagi di atas panggung untuk membawakan lagu bonus berjudul "All I Need" dan "Over You" yang disambut meriah oleh penonton.

Collier akhirnya menutup konsernya pada pukul 21.30 WIB, atau 15 menit lebih lama dari jadwal seharusnya, seolah menunjukkan bahwa dia benar-benar menikmati atmosfer Java Jazz Festival. Saat lampu kembali padam. Penonton yang belum puas pun meneriakan encore

"We want more... we want more... we want more," sahut penonton 

Panggung yang telah kosong kembali menyala. Collier naik ke atas panggung seorang diri tanpa didampingi band-nya yang memang telah turun sedari tadi. Dia langsung memainkan piano dan menyanyikan "Somebody to Love". Tak hanya itu, lagu tersebut dikemas dalam medley dengan lagu "Indonesia Pusaka" karangan Ismail Marzuki. Penonton sekali lagi dibuat bergemuruh. Panggung baru benar-benar berhenti 21.40 WIB.

Secara keseluruhan, konser Jacob Collier di Java Jazz Festival bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan perjalanan artistik yang membuka cakrawala baru tentang apa itu kreativitas musikal. Melalui permainan dan vokalnya yang memukau, dia membuktikan bahwa musik bisa menjadi jembatan penghubung antara ide-ide rumit dan pengalaman emosional yang universal. 

Bagi penonton yang hadir malam ini, pertunjukan Collier tak ubahnya pengingat kuat bahwa musik bukan hanya hiburan, tapi juga sebuah seni yang terus berevolusi dan menginspirasi. Begitu pula genre jazz. 
 

(Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Musisi Jacob Collier tampil dalam acara Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (30/5/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti) 

Jacob Collier adalah musisi asal Inggris yang dikenal karena bakat luar biasa dalam menciptakan musik lintas genre. Lahir pada 2 Agustus 1994 di London, dia dibesarkan dalam keluarga musisi, ibunya adalah seorang violinis dan pengajar di Royal Academy of Music. Sejak usia muda, Collier sudah menunjukkan minat mendalam terhadap musik, mempelajari berbagai instrumen secara otodidak, termasuk piano, drum, dan double bass.

Pada 2013, dia meraih perhatian internasional melalui video YouTube yang menampilkan aransemen vokal dan instrumen multitrack dari lagu Stevie Wonder "Don't You Worry 'Bout a Thing", yang kemudian mengarahkan kariernya pada kolaborasi dengan produser legendaris Quincy Jones.

Debut albumnya, In My Room (2016), direkam dan diproduksi sendiri di kamar musik rumah keluarganya di London. Album ini menampilkan perpaduan genre yang kaya, termasuk jazz, pop, dan funk, serta penggunaan teknik harmonisasi vokal yang kompleks.

Karya itu membawanya meraih dua penghargaan Grammy pada 2017, menjadikannya salah satu artis termuda yang memenangkan penghargaan tersebut. Selanjutnya, dia juga meluncurkan proyek ambisius berjudul Djesse.

Prestasi Collier di industri musik sangat mengesankan. Dia menjadi artis Inggris pertama yang memenangkan Grammy untuk setiap dari empat albumnya, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih oleh artis Inggris lainnya.

Pada 2025, dia menambah koleksi Grammy-nya menjadi tujuh berkat aransemen lagu "Bridge Over Troubled Water". Keberhasilan ini menegaskan posisinya sebagai salah satu musisi jazz paling inovatif dan berpengaruh pada era modern.

Baca juga: Senandung Rasa Rahmania Astrini Buka Hari Pertama BNI Java Jazz Festival 2025

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

Waspada, Generasi Muda Makin Rentan Alami Penyakit Ginjal & Cuci Darah

BERIKUTNYA

Hypereport: Konser Musik yang Jadi Berometer di Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga