Yun Seok Cheol Trio 'Menyulam' Musik dan Budaya Korea di BNI Java Jazz Festival 2025
30 May 2025 |
21:40 WIB
Aksi Yun Seok Cheol Trio di BNI Java Jazz Festival 2025 menjadi salah satu yang jadi sorotan. Trio jaz yang digawangi Yun Seok-cheol (piano), Jung Sang-yee (bas), dan Kim Young-jin (drum) tersebut tampil apik menyulam jazz dengan sentuhan budaya dari Korea Selatan.
Tampil di Ascott Hall, trio ini membuka panggung dengan sentuhan piano Yun Seok Cheol yang halus, tapi penuh intensitas. Suasana langsung terasa hangat. Jeong Sang-yee di bass dan Kim Young-jin di drum melengkapi warna suara yang kaya dan dinamis, menciptakan fondasi ritmis yang solid.
Mereka tidak seperti memainkan lagu, tapi mengajak penonton masuk ke dalam dialog musik yang mereka ciptakan. Teknik piano Yun Seok-cheol yang cemerlang berpadu dengan groove drum Kim Young-jin dan alur bass Jung Sang-yee membuat setiap bagian terasa hidup dan bernapas.
Baca juga: Senandung Rasa Rahmania Astrini Buka Hari Pertama BNI Java Jazz Festival 2025
Dalam komposisi mereka, terselip motif-motif yang terinspirasi dari musik tradisional Korea. Akan tetapi, tidak terkesan berat atau kuno. Malah, elemen tersebut menyatu dengan harmonisasi jazz yang sophisticated, menghasilkan warna suara yang unik dan segar.
Misalnya, saat mereka membawakan lagu-lagu dari album Love Is a Song, melodi piano yang mengalun lembut dipadukan dengan bass yang mengisi ruang dengan sentuhan hangat, sementara drum memberikan ritme yang menggugah tanpa menguasai suasana.
Di sela-sela penampilan mereka, Yun Seok Cheol Trio menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan para penonton. “Selamat malam. Kami adalah trio dari Korea Selatan. Terima kasih,” ucapnya
Lagu kembali mengalun. Kali ini, mereka membawakan "Korea Fairy Tale". Komposisi ini mencerminkan pendekatan Yun Seok Cheol sebagai pianis sekaligus komposer yang tak hanya bermain dalam spektrum jazz konvensional, tetapi juga menggali nuansa budaya Korea melalui lensa kontemporer.
Daya tarik utama Yun Seok Cheol Trio terletak pada kemampuan mereka memadukan teknikalitas tinggi dengan nuansa emosional yang kuat. Permainan piano Yun Seok-cheol yang ekspresif dan sarat dinamika berpadu harmonis dengan dentingan bass Jeong Sang-yee yang solid serta ketukan drum Kim Young-jin yang penuh karakter.
Mereka tidak hanya menampilkan musik, tetapi juga menciptakan narasi musikal yang menggugah imajinasi, menjadikan setiap komposisi terasa hidup dan bertenaga. Selain itu, kekuatan improvisasi mereka menjadi elemen yang membedakan dari banyak grup jazz lain. Chemistry yang kuat di antara ketiganya memperkuat dinamika panggung.
"Aku senang di sini. Di jakarta, indonesia. Ini pertama kali aku di sini. Aku merasa bangga tampil di sini, apalagi berbarengan 20 tahun usia festival ini," ucapnya.
Trio ini melanjutkan penampilannya dengan beberapa nomor favoritnya, termasuk "Samba de Seoul". Secara keseluruhan, mereka berhasil memperlihatkan bagaimana jazz bisa menjadi wadah ekspresi yang terus berkembang, sekaligus mampu menyentuh hati penonton secara personal.
Yun Seok Cheol Trio meninggalkan kesan mendalam dan membuktikan posisi mereka sebagai salah satu kelompok jazz paling menarik dari Korea Selatan sekarang. Malam itu, di atas panggung, mereka meracik musik menjadi jembatan antara rasa, teknik, dan tradisi, membawa para pendengar ke dalam pengalaman jazz yang bermakna.
Yun Seok Cheol Trio adalah kelompok musik jazz kontemporer asal Korea Selatan yang dibentuk oleh pianis dan komponis Yun Seok-cheol. Trio yang terdiri dari pianis Yun Seok-cheol, bassist Jung Sang-yee, dan drummer Kim Yeong-jin ini telah mendapat perhatian luas baik di dalam negeri maupun di kancah internasional karena kemampuan teknis dan ekspresi musikal yang mendalam.
Yun Seok-cheol, yang juga dikenal sebagai produser dan musisi rekaman, memimpin trio ini dengan visi untuk menghadirkan jazz yang segar dan inovatif dengan sentuhan nuansa Korea. Prestasi Yun Seok Cheol Trio cukup mengesankan, mereka telah tampil di berbagai festival jazz bergengsi seperti Seoul Jazz Festival, Jarasum International Jazz Festival, dan juga tampil di sejumlah festival internasional di Asia dan Eropa.
Album-album mereka mendapat pujian kritis, khususnya karena komposisi yang kompleks, tetapi tetap mudah dinikmati. Mereka merilis album debutnya bertajuk Growth pada 2009. Sejak itu, mereka terus mengasah ciri khas musiknya melalui berbagai album seperti Love is Song, Joyful Music, Free Rhythm, dan Familiar and Constant.
Khususnya pada EP tahun 2022, Familiar and Constant, mereka menghadirkan perpaduan inovatif antara jazz dan musik tradisional Korea. Dengan rilisan terbaru pada 2024, My Summer Isn’t Over Yet, trio ini masih tetap mengeksplorasi wilayah suara baru sambil menciptakan jazz yang lebih mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.
Baca juga: Kilas Balik 2 Dekade, Dewi Gontha Kenang Momen Krusial Java Jazz Festival Saat Harus Pindah Venue
Tampil di Ascott Hall, trio ini membuka panggung dengan sentuhan piano Yun Seok Cheol yang halus, tapi penuh intensitas. Suasana langsung terasa hangat. Jeong Sang-yee di bass dan Kim Young-jin di drum melengkapi warna suara yang kaya dan dinamis, menciptakan fondasi ritmis yang solid.
Mereka tidak seperti memainkan lagu, tapi mengajak penonton masuk ke dalam dialog musik yang mereka ciptakan. Teknik piano Yun Seok-cheol yang cemerlang berpadu dengan groove drum Kim Young-jin dan alur bass Jung Sang-yee membuat setiap bagian terasa hidup dan bernapas.
Baca juga: Senandung Rasa Rahmania Astrini Buka Hari Pertama BNI Java Jazz Festival 2025
Dalam komposisi mereka, terselip motif-motif yang terinspirasi dari musik tradisional Korea. Akan tetapi, tidak terkesan berat atau kuno. Malah, elemen tersebut menyatu dengan harmonisasi jazz yang sophisticated, menghasilkan warna suara yang unik dan segar.
Misalnya, saat mereka membawakan lagu-lagu dari album Love Is a Song, melodi piano yang mengalun lembut dipadukan dengan bass yang mengisi ruang dengan sentuhan hangat, sementara drum memberikan ritme yang menggugah tanpa menguasai suasana.
Di sela-sela penampilan mereka, Yun Seok Cheol Trio menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan para penonton. “Selamat malam. Kami adalah trio dari Korea Selatan. Terima kasih,” ucapnya
Lagu kembali mengalun. Kali ini, mereka membawakan "Korea Fairy Tale". Komposisi ini mencerminkan pendekatan Yun Seok Cheol sebagai pianis sekaligus komposer yang tak hanya bermain dalam spektrum jazz konvensional, tetapi juga menggali nuansa budaya Korea melalui lensa kontemporer.
Daya tarik utama Yun Seok Cheol Trio terletak pada kemampuan mereka memadukan teknikalitas tinggi dengan nuansa emosional yang kuat. Permainan piano Yun Seok-cheol yang ekspresif dan sarat dinamika berpadu harmonis dengan dentingan bass Jeong Sang-yee yang solid serta ketukan drum Kim Young-jin yang penuh karakter.
Mereka tidak hanya menampilkan musik, tetapi juga menciptakan narasi musikal yang menggugah imajinasi, menjadikan setiap komposisi terasa hidup dan bertenaga. Selain itu, kekuatan improvisasi mereka menjadi elemen yang membedakan dari banyak grup jazz lain. Chemistry yang kuat di antara ketiganya memperkuat dinamika panggung.
"Aku senang di sini. Di jakarta, indonesia. Ini pertama kali aku di sini. Aku merasa bangga tampil di sini, apalagi berbarengan 20 tahun usia festival ini," ucapnya.


(Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)
Yun Seok Cheol Trio meninggalkan kesan mendalam dan membuktikan posisi mereka sebagai salah satu kelompok jazz paling menarik dari Korea Selatan sekarang. Malam itu, di atas panggung, mereka meracik musik menjadi jembatan antara rasa, teknik, dan tradisi, membawa para pendengar ke dalam pengalaman jazz yang bermakna.
Yun Seok Cheol Trio adalah kelompok musik jazz kontemporer asal Korea Selatan yang dibentuk oleh pianis dan komponis Yun Seok-cheol. Trio yang terdiri dari pianis Yun Seok-cheol, bassist Jung Sang-yee, dan drummer Kim Yeong-jin ini telah mendapat perhatian luas baik di dalam negeri maupun di kancah internasional karena kemampuan teknis dan ekspresi musikal yang mendalam.
Yun Seok-cheol, yang juga dikenal sebagai produser dan musisi rekaman, memimpin trio ini dengan visi untuk menghadirkan jazz yang segar dan inovatif dengan sentuhan nuansa Korea. Prestasi Yun Seok Cheol Trio cukup mengesankan, mereka telah tampil di berbagai festival jazz bergengsi seperti Seoul Jazz Festival, Jarasum International Jazz Festival, dan juga tampil di sejumlah festival internasional di Asia dan Eropa.
Album-album mereka mendapat pujian kritis, khususnya karena komposisi yang kompleks, tetapi tetap mudah dinikmati. Mereka merilis album debutnya bertajuk Growth pada 2009. Sejak itu, mereka terus mengasah ciri khas musiknya melalui berbagai album seperti Love is Song, Joyful Music, Free Rhythm, dan Familiar and Constant.
Khususnya pada EP tahun 2022, Familiar and Constant, mereka menghadirkan perpaduan inovatif antara jazz dan musik tradisional Korea. Dengan rilisan terbaru pada 2024, My Summer Isn’t Over Yet, trio ini masih tetap mengeksplorasi wilayah suara baru sambil menciptakan jazz yang lebih mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.
Baca juga: Kilas Balik 2 Dekade, Dewi Gontha Kenang Momen Krusial Java Jazz Festival Saat Harus Pindah Venue
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.