Senandung Rasa Rahmania Astrini Buka Hari Pertama BNI Java Jazz Festival 2025
30 May 2025 |
18:40 WIB
Di antara dentuman funk, bebop, dan groove yang mewarnai Java Jazz Festival 2025, Rahmania Astrini menyuguhkan sesuatu yang lebih lembut tapi tetap menghunjam. Tampil di Cimory Hall pada slot sore yang rawan disepelekan, dia mengubah momen itu menjadi pertunjukan yang bukan sekadar terdengar, tapi juga mengena rasa.
Dengan suara lembut dan musikalitas yang makin matang, Astri menunjukkan lagu-lagunya punya intensitas yang unik, seperti cermin yang memantulkan perasaan-perasaan yang tak selalu bisa kita ungkapkan sendiri. Penampilannya sore ini membius para penggemar maupun pendengar umum yang baru menonton penampilannya untuk pertama.
Begitu naik panggung sekitar 16.15 WIB, Astri tak banyak bicara. Dia membuka set dengan "Untitled" milik Maliq & D’Essentials yang dibawakan dalam nuansa jazz yang lembut.
Dalam aransemen baru yang diperkaya harmoni progresif dan sentuhan improvisasi halus, Astri berhasil mengangkat lagu yang sudah akrab di telinga menjadi pengalaman musikal yang lebih segar dan intim. Sejak nada pertama, penonton diajak masuk ke dalam suasana yang tenang, hangat, dan reflektif.
Baca juga: Kilas Balik 2 Dekade, Dewi Gontha Kenang Momen Krusial Java Jazz Festival Saat Harus Pindah Venue
Vokal Astri yang khas, ringan tapi juga emosional, membuat Untitled terdengar lebih personal. Dia tidak sekadar menyanyikan lirik, tapi menyelami tiap kata, menghadirkannya dengan nuansa lirih dan tulus. Improvisasi vokalnya tidak berlebihan, tetapi cukup untuk menunjukkan karakter jazz yang menarik.
Didukung permainan band yang solid dan tata suara yang bersih, pertunjukan pembuka ini berhasil menciptakan koneksi yang asyik bagi para penonton. Asri kemudian melanjutkan nomornya dengan lagu-lagu yang kebanyakan ditulisnya sendiri, dari "Ground Zero x Pizza Pepperoni", hingga "When You, Were Mine". Seluruh lagu-lagunya kini digubah dengan balutan jazz.
Saat jeda, Astri menyapa penonton. Dia mengungkap rasa senangnya karena hari ini kesempatan itu akhirnya datang kepadanya. Ini adalah panggung solo pertamanya di Java Jazz Festival, setelah beberapa penampilannya dalam bentuk kolaborasi.
"Hari ini, aku juga senang karena untuk pertama kalinya aku juga membawakan full set lagu aku sendiri. Aku pikir, udah saatnya aku harus percaya sama yang udah aku bikin," ucapnya.
Astri kemudian membagikan kisah perjalanannya yang panjang, dari satu panggung ke panggung lainnya, hingga berada di titik ini. Akan tetapi, dia menegaskan bahwa pencapaiannya saat ini bukanlah garis akhir, melainkan sebuah awal baru.
Dia kemudian mengajak penonton untuk sejenak merenungi berbagai tantangan hidup, seraya mengingat kembali masa-masa sulit yang pernah dilaluinya juga.
Bahkan dalam hal yang paling dicintai, seperti menulis lagu, Astri sempat menghadapi hambatan. Meski begitu, setelah berhasil melewati periode tersebut, lagu pertama yang berhasil dia selesaikan adalah “Finally Found You,” yang dinyanyikan sore itu juga sebagai simbol dari titik balik dan kebangkitannya.
Set selama satu jam itu menjadi ruang bagi Astri untuk menampilkan berbagai sisi musikalitasnya. Dia membawakan "Butterfly", "Stickwitu - The Pussycat Doll x Love Me Like You", dan "Runaway".
Dalam penampilan ini, Astri memang mendominasi panggung dengan deretan lagu ciptaannya sendiri, dan salah satu yang paling mencuri perhatian adalah “Goodnight Kiss (In December)” yang berhasil menyisakan kesan mendalam bagi para penonton.
Astri lalu melanjutkan repertoarnya dengan lagu "Take Me Home". Dia sempat bercerita bahwa ada kalanya proses menjadi dewasa terasa berat, “Duh, kok semuanya jadi cepat dewasa,” ujarnya.
Gejolak itu kemudian diubahnya menjadi karya. Dia mencipta lagu yang menjadi penyemangat pribadi yang dia harap juga bisa memberi kekuatan bagi orang lain. Dengan tajuk "Someday, Somewhere, Someplace, Somehow", lagu tersebut menjadi penutup yang manis sekaligus penuh harapan pada panggungnya kali ini.
Penampilannya di Java Jazz 2025 tidak hanya penegasan atas kualitas vokalnya, tetapi juga kedewasaan musikal yang terus berkembang. Di tengah gemerlap festival yang dipenuhi legenda dan nama-nama besar, Astri tampil dengan percaya diri dan ciri khasnya, halus, jujur, dan sepenuhnya manusiawi.
Rahmania Astrini adalah solois muda yang belakangan mencuri perhatian publik. Penyanyi yang lahir pada 4 Juli 2001 ini mulai dikenal lewat unggahan cover lagu-lagu populer di media sosial.
Pada 2017, Astri memulai kiprahnya di industri musik dengan bergabung bersama Warner Music Indonesia dan merilis single debut bertajuk "Menua Bersama" pada 24 November tahun yang sama.
Lagu tersebut berhasil membawanya masuk nominasi Artis Baru Wanita Terbaik di ajang Anugerah Planet Muzik 2018, yang mewadahi musisi dari negara-negara serumpun Melayu. Setelah debut dan merilis ulang lagu lawas "Aku Cinta Dia", Astri mulai menunjukkan warna musik khasnya melalui lagu bergenre alternatif soul/R&B berjudul "It’s Amazing".
Lagu tersebut dia tulis sendiri dengan bantuan Mytha Lestari di bagian bridge. Lewat karya ini, Astri sukses meraih penghargaan pertamanya sebagai Artis Solo Pria/Wanita Soul/R&B Terbaik di Anugerah Musik Indonesia 2019.
Dia juga pernah mengikuti Songwriting Camp di Swedia dan melahirkan lagu "Runaway" yang diproduseri oleh Mr Fantastic atau Björn Djupström, produser yang pernah bekerja dengan musisi internasional seperti Nicki Minaj dan Jennifer Lopez.
Pada 2023, Astri mendapat kehormatan tampil sebagai pembuka dalam konser Coldplay bertajuk Music of the Spheres World Tour di Jakarta.
Baca juga: Profil Jacob Collier: Jenius Jazz Masa Kini Siap Guncang BNI Java Jazz Festival 2025
Dengan suara lembut dan musikalitas yang makin matang, Astri menunjukkan lagu-lagunya punya intensitas yang unik, seperti cermin yang memantulkan perasaan-perasaan yang tak selalu bisa kita ungkapkan sendiri. Penampilannya sore ini membius para penggemar maupun pendengar umum yang baru menonton penampilannya untuk pertama.
Begitu naik panggung sekitar 16.15 WIB, Astri tak banyak bicara. Dia membuka set dengan "Untitled" milik Maliq & D’Essentials yang dibawakan dalam nuansa jazz yang lembut.
Dalam aransemen baru yang diperkaya harmoni progresif dan sentuhan improvisasi halus, Astri berhasil mengangkat lagu yang sudah akrab di telinga menjadi pengalaman musikal yang lebih segar dan intim. Sejak nada pertama, penonton diajak masuk ke dalam suasana yang tenang, hangat, dan reflektif.
Baca juga: Kilas Balik 2 Dekade, Dewi Gontha Kenang Momen Krusial Java Jazz Festival Saat Harus Pindah Venue
Vokal Astri yang khas, ringan tapi juga emosional, membuat Untitled terdengar lebih personal. Dia tidak sekadar menyanyikan lirik, tapi menyelami tiap kata, menghadirkannya dengan nuansa lirih dan tulus. Improvisasi vokalnya tidak berlebihan, tetapi cukup untuk menunjukkan karakter jazz yang menarik.
Didukung permainan band yang solid dan tata suara yang bersih, pertunjukan pembuka ini berhasil menciptakan koneksi yang asyik bagi para penonton. Asri kemudian melanjutkan nomornya dengan lagu-lagu yang kebanyakan ditulisnya sendiri, dari "Ground Zero x Pizza Pepperoni", hingga "When You, Were Mine". Seluruh lagu-lagunya kini digubah dengan balutan jazz.
Saat jeda, Astri menyapa penonton. Dia mengungkap rasa senangnya karena hari ini kesempatan itu akhirnya datang kepadanya. Ini adalah panggung solo pertamanya di Java Jazz Festival, setelah beberapa penampilannya dalam bentuk kolaborasi.
"Hari ini, aku juga senang karena untuk pertama kalinya aku juga membawakan full set lagu aku sendiri. Aku pikir, udah saatnya aku harus percaya sama yang udah aku bikin," ucapnya.

Penyanyi Rahmania Astrini tampil dalam acara Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (30/5/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)
Dia kemudian mengajak penonton untuk sejenak merenungi berbagai tantangan hidup, seraya mengingat kembali masa-masa sulit yang pernah dilaluinya juga.
Bahkan dalam hal yang paling dicintai, seperti menulis lagu, Astri sempat menghadapi hambatan. Meski begitu, setelah berhasil melewati periode tersebut, lagu pertama yang berhasil dia selesaikan adalah “Finally Found You,” yang dinyanyikan sore itu juga sebagai simbol dari titik balik dan kebangkitannya.
Set selama satu jam itu menjadi ruang bagi Astri untuk menampilkan berbagai sisi musikalitasnya. Dia membawakan "Butterfly", "Stickwitu - The Pussycat Doll x Love Me Like You", dan "Runaway".
Dalam penampilan ini, Astri memang mendominasi panggung dengan deretan lagu ciptaannya sendiri, dan salah satu yang paling mencuri perhatian adalah “Goodnight Kiss (In December)” yang berhasil menyisakan kesan mendalam bagi para penonton.
Astri lalu melanjutkan repertoarnya dengan lagu "Take Me Home". Dia sempat bercerita bahwa ada kalanya proses menjadi dewasa terasa berat, “Duh, kok semuanya jadi cepat dewasa,” ujarnya.
Gejolak itu kemudian diubahnya menjadi karya. Dia mencipta lagu yang menjadi penyemangat pribadi yang dia harap juga bisa memberi kekuatan bagi orang lain. Dengan tajuk "Someday, Somewhere, Someplace, Somehow", lagu tersebut menjadi penutup yang manis sekaligus penuh harapan pada panggungnya kali ini.
Penampilannya di Java Jazz 2025 tidak hanya penegasan atas kualitas vokalnya, tetapi juga kedewasaan musikal yang terus berkembang. Di tengah gemerlap festival yang dipenuhi legenda dan nama-nama besar, Astri tampil dengan percaya diri dan ciri khasnya, halus, jujur, dan sepenuhnya manusiawi.
Rahmania Astrini adalah solois muda yang belakangan mencuri perhatian publik. Penyanyi yang lahir pada 4 Juli 2001 ini mulai dikenal lewat unggahan cover lagu-lagu populer di media sosial.
Pada 2017, Astri memulai kiprahnya di industri musik dengan bergabung bersama Warner Music Indonesia dan merilis single debut bertajuk "Menua Bersama" pada 24 November tahun yang sama.
Lagu tersebut berhasil membawanya masuk nominasi Artis Baru Wanita Terbaik di ajang Anugerah Planet Muzik 2018, yang mewadahi musisi dari negara-negara serumpun Melayu. Setelah debut dan merilis ulang lagu lawas "Aku Cinta Dia", Astri mulai menunjukkan warna musik khasnya melalui lagu bergenre alternatif soul/R&B berjudul "It’s Amazing".
Lagu tersebut dia tulis sendiri dengan bantuan Mytha Lestari di bagian bridge. Lewat karya ini, Astri sukses meraih penghargaan pertamanya sebagai Artis Solo Pria/Wanita Soul/R&B Terbaik di Anugerah Musik Indonesia 2019.
Dia juga pernah mengikuti Songwriting Camp di Swedia dan melahirkan lagu "Runaway" yang diproduseri oleh Mr Fantastic atau Björn Djupström, produser yang pernah bekerja dengan musisi internasional seperti Nicki Minaj dan Jennifer Lopez.
Pada 2023, Astri mendapat kehormatan tampil sebagai pembuka dalam konser Coldplay bertajuk Music of the Spheres World Tour di Jakarta.
Baca juga: Profil Jacob Collier: Jenius Jazz Masa Kini Siap Guncang BNI Java Jazz Festival 2025
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.