Tanggal 29 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia. (Sumber gambar: Julien Tromeur/Unsplash)

Tema 2025 & Sejarah Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia 29 Mei

29 May 2025   |   11:39 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Tanggal 29 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia. Peringatan ini dibuat sebagai kampanye global untuk meningkatkan kesadaran publik dunia akan pentingnya kesehatan pencernaan, serta pencegahan, diagnosis dan penanganan gangguan gastrointestina.

Dibuat oleh Organisasi Gastroenterologi Dunia (WGO), Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia setiap tahunnya mempromosikan kesehatan pencernaan serta mendorong penyebaran pengetahuan tentang penyakit gastrointestinal, yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia dan dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup mereka.

Baca juga:  5 Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan dan Metabolisme Tubuh Selama Ramadan

Gangguan gastrointestinal adalah sebutan untuk berbagai penyakit yang memengaruhi saluran pencernaan, saluran yang mengalir dari mulut ke anus, sebagaimana dikutip dari Eka Hospital. Gangguan gastrointestinal umum termasuk sindrom iritasi usus besar (IBS), refluks asam, gangguan pencernaan seperti GERD, kanker usus besar, dan wasir. Gangguan ini bisa terjadi kepada siapa saja termasuk pada anak-anak.

Penyakit pencernaan termasuk salah satu kondisi medis yang paling umum dan mahal di seluruh dunia. Namun, penyakit ini sering tidak terdiagnosis atau disalahpahami. Dengan mempromosikan edukasi, deteksi dini, dan perubahan gaya hidup, Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia membantu mengurangi beban kondisi gastrointestinal dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Kampanye ini juga memberdayakan individu untuk mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan usus mereka, dan mencari bantuan profesional saat mengalami gejala gastrointestinal. Sistem pencernaan yang sehat sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, yang memengaruhi segala hal mulai dari kekebalan tubuh dan tingkat energi hingga suasana hati dan penyerapan nutrisi.

Tema Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia 2025
Tahun ini, peringatan Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia (WDHD) mengusung tema Your Digestive Health: Nourish to Flourish atau yang berarti "Kesehatan Pencernaan Anda: Beri Nutrisi untuk Berkembang".

Dikutip dari situs resmi WDHD, tema tahun ini menekankan pentingnya gizi bagi kesehatan tubuh, melalui pola makan seimbang, hidrasi, dan kebiasaan makan yang penuh kesadaran. Tema ini juga mengajak orang-orang dari semua lapisan masyarakat untuk terlibat dalam percakapan tentang kesehatan pencernaan dan berbagi perspektif unik mereka. 

WDHD menuliskan kesehatan pencernaan merupakan fondasi kesehatan secara keseluruhan, yang tidak hanya memengaruhi vitalitas fisik tetapi juga keseimbangan mental dan emosional setiap individu.

Sistem pencernaan menyerap nutrisi penting yang mendorong fungsi tubuh dan mendukung kesehatan jangka panjang. Dengan memprioritaskan makanan bergizi dan membuat pilihan gaya hidup yang tepat, individu dapat secara proaktif menjaga kesehatan pencernaan mereka, mengurangi risiko gangguan gastrointestinal, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

"Bersama-sama, kita dapat mempromosikan deteksi dini, perawatan pencegahan, dan solusi inovatif untuk tantangan kesehatan pencernaan, menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi semua orang," demikian tulis WDHD.

Sejarah Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia
Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia secara resmi ditetapkan pada 2004 untuk menandai ulang tahun ke-45 berdirinya Organisasi Gastroenterologi Dunia (WGO), federasi yang diisi oleh lebih dari 100 perhimpunan anggota dan empat asosiasi regional gastroenterologi yang mewakili lebih dari 60.000 anggota individu di seluruh dunia.

WGO digagas oleh Georges Brohée, ahli bedah dan radiologi dari Brussels, Jerman. Seiring dengan perkembangan gastroenterologi sebagai spesialisasi pada akhir abad ke-19 serta banyaknya ahli gastroenterologi yang mulai membuat asosiasi, jurnal, dan konferensi tentang penyakit saluran pencernaan, Brohée berinisiatif untuk membuat perkumpulan internasional yang lebih besar.

Kala itu, dia mulai menghubungi para ahli gastroenterologi dari Belgia, Prancis, Belanda, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya, dan mendirikan Belgian Society of Gastroenterology dan jurnal "Acta Gastroenterologica Belgica" yang ia anggap penting untuk penyebaran spesialisasi tersebut secara internasional.

Pada 1935, Brohée menyelenggarakan Kongres Internasional Gastroenterologi pertama di Brussels, yang dihadiri oleh presiden dari 10 perkumpulan gastroenterologi nasional dan hampir 600 delegasi dari 35 negara. 

Brohée kemudian mendirikan International Society of Gastroenterology (SIGE) yang menjadi cikal bakal dari WGO. Didukung oleh beberapa organisasi lainnya seperti Asosiasi Masyarakat Gastroenterologi Eropa (ASNEMGE) dan Kongres Eropa berkala dan Federasi Pan-Amerika (AIGE), akhirnya WGO dibentuk pada acara kongres dunia di Washington, AS, pada 29 Mei 1958.

WGO dibentuk oleh para ahli harus bisa memainkan peran penting dalam kemajuan studi gastroenterologi, mendorong dan mendukung penelitian kooperatif khususnya yang berkaitan dengan studi epidemiologi penyakit gastrointestinal, serta melakukan studi dan korelasi fasilitas untuk pendidikan kedokteran pascasarjana dalam bidang gastroenterologi di seluruh dunia.

Untuk memperingati hari jadi ke-45 berdirinya WGO, Sekretaris Jenderal WGO, Profesor Henry Cohen, menggagas peringatan World Digestive Health Day atau Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia yang dirayakan di seluruh dunia sampai saat ini pada 29 Mei setiap tahunnya. 

Baca juga: Polusi Udara Bisa Mengancam Kesehatan Pencernaan, Kok Bisa?

SEBELUMNYA

Synchronize Fest 2025 Umumkan Lineup Perdana, Banyak Kolaborasi Epik!

BERIKUTNYA

15 Film Indonesia Siap Tayang Juni 2025 di Bioskop, Ada Gowok hingga Tenung

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga