Lama Hiatus, Aktris Lola Amaria Comeback di Film Gowok: Kamasutra Jawa
28 May 2025 |
14:30 WIB
Setelah lama hiatus dari dunia keaktoran, aktris sekaligus sutradara senior Lola Amaria akhirnya comeback. Lola tahun ini kembali mengambil peran dalam sebuah film berjudul Gowok: Kamasutra Jawa yang digarap oleh Hanung Bramantyo.
Berdasarkan catatan di IMDb, Lola terakhir kali menjadi aktris pada 2013 ketika membintangi film Kisah 3 Tilik. Setelah itu, dia memang menepi dari dunia keaktoran.
Kendati tak lagi sebagai aktris, sebenarnya kekaryaan Lola masih tak jauh-jauh dari film. Setelah 2013, dia memang tampak memfokuskan diri berada di balik layar, baik sebagai sutradara maupun produser.
Film terakhirnya, Eksil, bahkan menjadi perbincangan publik. Film tersebut jaga memenangkan penghargaan Film Dokumenter Panjang Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2023.
Baca juga: Film Gowok: Kamasutra Jawa Karya Hanung Bramantyo Dijadwalkan Tayang 5 Juni 2025
Setelah melenggang di dunia balik layar, Lola kembali ke dunia keaktoran. Dalam film ini, Lola memerankan tokoh sentral bernama Nyai Santi. Karakter ini digambarkan sebagai seorang perempuan karismatik yang hidup dalam dunia penuh dinamika relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan.
Lola mengatakan ada alasan khusus mengapa dia akhirnya mau kembali mengambil peran di sebuah film. Menurutnya, film ini punya makna yang penting baginya.
“Ada dua alasan sebenarnya. Yang pertama, ini adalah film yang membicarakan posisi perempuan pada tahun 1950-an. Kedua, ini film tentang perempuan, untuk laki-laki, tetapi dari point of view laki-laki,” ungkap Lola Amaria.
Meski punya subjudul kamasutra, film Gowok memang bukan sekadar menawarkan narasi sensual. Lebih dari itu, film ini mencoba mengangkat dinamika sosial dan psikologis antara dua gender dalam konteks kala itu.
“Film ini mencoba membicarakan lagi bagaimana jika ada laki-laki sukses, ada perempuan yang berperan besar. Begitu sebaliknya, jika ada perempuan sukses, pasti laki-lakinya mendukung habis-habisan. Jadi, itu memang bentuk kerja sama dan saling support yang penting. Itu terjadi di Gowok,”imbuhnya.
Dengan penggambaran hubungan timbal balik yang saling menguatkan antara tokoh laki-laki dan perempuan, Gowok: Kamasutra Jawa menjanjikan sebuah narasi yang kompleks dan reflektif. Film ini seakan mengajak penonton untuk meninjau ulang narasi dominan tentang peran gender dalam masyarakat tradisional.
Kembalinya Lola Amaria dalam proyek ini tentu bukan tanpa makna. Ia dikenal sebagai figur yang kerap terlibat dalam film-film bertema sosial-politik dan perempuan. Keikutsertaannya dalam film Gowok bisa dilihat sebagai bentuk keberlanjutan dari komitmennya terhadap isu-isu gender, meski dikemas dalam genre yang lebih eksperimental dan provokatif.
Film Gowok bercerita tentang Ratri (Alika Jantinia), putri dari seorang pekerja seks yang tumbuh tanpa pernah mengenal sosok ayahnya. Sejak kecil, Ratri diasuh oleh Nyai Santi (Lola Amaria), seorang gowok berwibawa dan dihormati di lingkungannya.
Di bawah didikan Nyai Santi, Ratri tumbuh menjadi perempuan cantik dan berbakat. Dia bahkan disiapkan untuk mewarisi pengetahuan dan peran sebagai seorang gowok. Namun, sebelum waktunya, Ratri jatuh hati pada Kamanjaya (Devano Danendra), pemuda dari keluarga bangsawan.
Hubungan mereka berujung pada janji pernikahan yang tak pernah ditepati oleh Kamanjaya. Dua dekade kemudian, Ratri (kini diperankan Raihaanun) kembali berhadapan dengan Kamanjaya (Reza Rahadian), yang kini datang bersama putranya, Bagas (Ali Fikry), untuk berguru pada Nyai Santi.
Tanpa mengetahui latar belakang masa lalu orang tuanya, Bagas jatuh cinta pada Ratri. Kesempatan itu digunakan Ratri untuk merancang balas dendam melalui pesona dan kecerdasannya. Gowok sendiri merupakan profesi yang pernah populer di Tanah Jawa zaman dahulu.
Gowok merupakan seorang wanita yang dipercaya untuk mengajari calon pengantin laki-laki muda yang belum pernah menikah. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Juni 2025.
Baca juga: Dari Arsip ke Adegan, Hanung Bramantyo Ungkap Proses Kreatif Film Gowok
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Berdasarkan catatan di IMDb, Lola terakhir kali menjadi aktris pada 2013 ketika membintangi film Kisah 3 Tilik. Setelah itu, dia memang menepi dari dunia keaktoran.
Kendati tak lagi sebagai aktris, sebenarnya kekaryaan Lola masih tak jauh-jauh dari film. Setelah 2013, dia memang tampak memfokuskan diri berada di balik layar, baik sebagai sutradara maupun produser.
Film terakhirnya, Eksil, bahkan menjadi perbincangan publik. Film tersebut jaga memenangkan penghargaan Film Dokumenter Panjang Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2023.
Baca juga: Film Gowok: Kamasutra Jawa Karya Hanung Bramantyo Dijadwalkan Tayang 5 Juni 2025
_crop.jpg)
Still photo film Gowok: Kamasutra Jawa (Sumber gambar: MVP Pictures)
Setelah melenggang di dunia balik layar, Lola kembali ke dunia keaktoran. Dalam film ini, Lola memerankan tokoh sentral bernama Nyai Santi. Karakter ini digambarkan sebagai seorang perempuan karismatik yang hidup dalam dunia penuh dinamika relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan.
Lola mengatakan ada alasan khusus mengapa dia akhirnya mau kembali mengambil peran di sebuah film. Menurutnya, film ini punya makna yang penting baginya.
“Ada dua alasan sebenarnya. Yang pertama, ini adalah film yang membicarakan posisi perempuan pada tahun 1950-an. Kedua, ini film tentang perempuan, untuk laki-laki, tetapi dari point of view laki-laki,” ungkap Lola Amaria.
Meski punya subjudul kamasutra, film Gowok memang bukan sekadar menawarkan narasi sensual. Lebih dari itu, film ini mencoba mengangkat dinamika sosial dan psikologis antara dua gender dalam konteks kala itu.
“Film ini mencoba membicarakan lagi bagaimana jika ada laki-laki sukses, ada perempuan yang berperan besar. Begitu sebaliknya, jika ada perempuan sukses, pasti laki-lakinya mendukung habis-habisan. Jadi, itu memang bentuk kerja sama dan saling support yang penting. Itu terjadi di Gowok,”imbuhnya.
Dengan penggambaran hubungan timbal balik yang saling menguatkan antara tokoh laki-laki dan perempuan, Gowok: Kamasutra Jawa menjanjikan sebuah narasi yang kompleks dan reflektif. Film ini seakan mengajak penonton untuk meninjau ulang narasi dominan tentang peran gender dalam masyarakat tradisional.
Kembalinya Lola Amaria dalam proyek ini tentu bukan tanpa makna. Ia dikenal sebagai figur yang kerap terlibat dalam film-film bertema sosial-politik dan perempuan. Keikutsertaannya dalam film Gowok bisa dilihat sebagai bentuk keberlanjutan dari komitmennya terhadap isu-isu gender, meski dikemas dalam genre yang lebih eksperimental dan provokatif.
Film Gowok bercerita tentang Ratri (Alika Jantinia), putri dari seorang pekerja seks yang tumbuh tanpa pernah mengenal sosok ayahnya. Sejak kecil, Ratri diasuh oleh Nyai Santi (Lola Amaria), seorang gowok berwibawa dan dihormati di lingkungannya.
Di bawah didikan Nyai Santi, Ratri tumbuh menjadi perempuan cantik dan berbakat. Dia bahkan disiapkan untuk mewarisi pengetahuan dan peran sebagai seorang gowok. Namun, sebelum waktunya, Ratri jatuh hati pada Kamanjaya (Devano Danendra), pemuda dari keluarga bangsawan.
Hubungan mereka berujung pada janji pernikahan yang tak pernah ditepati oleh Kamanjaya. Dua dekade kemudian, Ratri (kini diperankan Raihaanun) kembali berhadapan dengan Kamanjaya (Reza Rahadian), yang kini datang bersama putranya, Bagas (Ali Fikry), untuk berguru pada Nyai Santi.
Tanpa mengetahui latar belakang masa lalu orang tuanya, Bagas jatuh cinta pada Ratri. Kesempatan itu digunakan Ratri untuk merancang balas dendam melalui pesona dan kecerdasannya. Gowok sendiri merupakan profesi yang pernah populer di Tanah Jawa zaman dahulu.
Gowok merupakan seorang wanita yang dipercaya untuk mengajari calon pengantin laki-laki muda yang belum pernah menikah. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Juni 2025.
Baca juga: Dari Arsip ke Adegan, Hanung Bramantyo Ungkap Proses Kreatif Film Gowok
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.