ilustrasi Hari Kebangkitan Nasional dalam diorama Presiden Pertama RI Soekarno, koleksi Museum Vredeburg Jogja (Foto: Fajar Sidik/Hypeabis.id)

3 Tokoh Penting di Balik Hari Kebangkitan Nasional

20 May 2025   |   13:43 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Setiap 20 Mei, Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Di balik perayaan yang mengingatkan semua pihak untuk mengedepankan keutuhan bangsa di atas kepentingan golongan dan pribadi ini, terdapat sejumlah tokoh pahlawan yang telah berjasa besar terhadap persatuan dan kesatuan negeri ini.

Dikutip dari buku Ki Hadjar Dewantara: Pemikiran dan Perjuangannya dari Museum Kebangkitan Nasional, peringatan Hari Kebangkian Nasional tidak dapat dilepaskan dari peran Ki Hadjar Dewantara.

Baca juga: Hari Pendidikan Nasional, Mengenang Jejak Ki Hadjar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara menjadi inisiator peringatan 40 tahun kelahiran organisasi Boedi Otomo pada 20 Mei 1948 di Yogyakarta. Pada saat itu, dia menyatakan bahwa hari lahir organisasi modern pertama di Indonesia itu sebagai Hari Kebangunan Nasional. Istilah itu kemudian diubah oleh Presiden Soekarno menjadi Hari Kebangkitan Nasional.

Peringatan ini untuk mengingatkan masyarakat Indonesia agar bersatu kembali. Pada saat itu, masyarakat mulai terpecah belah karena pertarungan ideologi dan kepentingan pribadi, sehingga mengancam persatuan kesatuan bangsa.

Dalam buku Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia: Dari Budi Otomo sampai dengan Pengakuan Kedaulatan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1997, dijelaskan bahwa Boedi Oetomo didirikan oleh para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) di bawah pimpinan R. Soetomo pada 20 Mei 1908.

Boedi Oetomo merupakan organisasi modern dengan susunan pengurus secara lengkap dan tujuan organisasi yang jelas dan tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART).

Berikut tokoh-tokoh yang berada di balik Hari Kebangkitan Nasional:


Dokter Wahidin Soedirohoesodo

Dokter Wahidin Soedirohoesodo menjadi salah satu tokoh pahlawan yang berada di balik Hari Kebangkitan Nasional. Dia memiliki peran penting dalam pergerakan nasional lantaran pemikirannya tentang studiefonds bagi kemajuan masyarakat dan pada akhirnya membuat para pelajar STOVIA mendirikan Boedi Oetomo.

Akhir 1907 dalam perjalanannya menuju Banten, dokter Wahidin Soedirohoesodo menyempatkan diri untuk singgah di STOVIA. Pada saat itu, dia memberikan ceramah tentang pentingnya studiefonds bagi kemajuan masyarakat.

Ketulusan hati dan kelembutan sikapnya berhasil menarik perhatian pelajar STOVIA untuk ikut berpartisipasi dalam pengumpulan dana, sehingga bisa memperbanyak jumlah anak pribumi yang berkesempatan mendapatkan pendidikan.


R. Soetomo atau Dr. Soetomo

Tokoh pahlawan pertama di balik Hari Kebangkitan Nasional adalah R. Soetomo atau yang dikenal dengan Dr. Soetomo. Anak dari Raden Soewadji dan Raden Aju Soedarmi itu merupakan salah satu pendiri organisasi Boedi Oetomo.

Dia bersama dengan pelajari lain di STOVIA mendirikan perkumpulan setelah mendengarkan ceramah dari Dokter Wahidin Soedirohoesodo tentang pentingnya studiefonds (Dana belajar/beasiswa) bagi kemajuan masyarakat.

Dia pun mengadakan diskusi lanjutan untuk merealisasikan gagasan tentang studiefonds bersama dengan Dokter Wahidin Soedirohoesodo dan M. Soeradji. Tema diskusi yang dilakukan juga melebar dari pendidikan ke berbagai masalah akibat penjajahan.

Dengan begitu, Soetomo dan pelajar STOVIA lainnya merasa perlu mendirikan perkumpulan sebagai wadah perjuangan. Perkumpulan ini juga penting untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa pemuda pelajar ingin memajukan rakyatnya dalam segala bidang serta ingin menjadi penuntun bagi rakyat menuju alam yang terang.

Soetomo juga tercatat sebagai pendiri Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) dan juga Partai Indonesia Raya. PBI juga mendirikan bank yang sekarang menjadi Bank Negara Indonesia, menerbitkan surat kabar Soeara Oemoem, menerbitkan majalah Penyebar Semangat, dan sebagainya.


Soewardi Soerjaningrat (Ki Hadjar Dewantara)

Tokoh pahlawan lain di balik Hari Kebangkitan Nasional adalah Soewardi Soerjaningrat atau yang dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara. Penetapan 20 Mei atau hari lahir Boedi Oetomo sebagai tanggal peringatan Hari Kebangkitan Nasional juga tidak terlepas dari sang pahlawan.

Pada 1948, Ki Hadjar Dewantara menjadi inisiator peringatan 40 tahun kelahiran organisasi Boedi Otomo di Yogyakarta. Pada saat itu, dia menyatakan bahwa hari lahir organisasi itu itu sebagai Hari Kebangunan Nasional.

Baca juga: 5 Film Bertema Perjuangan Perempuan yang Cocok Ditonton pada Momen Hari Kartini

Ki Hadjar Dewantara juga merupakan individu yang pernah menjadi anggota Boedi Oetomo ketika masih menempuh pendidikan di STOVIA. Selain itu, Ki Hadjar Dewantara adalah pahlawan nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap pendidikan dan pergerakan nasional Indonesia.

Setelah tidak menjadi bagian dari Boedi Oetomo, dia bersama Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker mendirikan Indische Partij pada 1912, yakni partai politik pertama yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
 

SEBELUMNYA

Sutradara Rafki Hidayat Reinterpretasi Malin Kundang dalam Balutan Misteri Thriller

BERIKUTNYA

7 Cara Menjaga Kesehatan saat Cuaca Panas Ekstrem di Makkah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: