Huawei Mate XT. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Cek Kekuatan Engsel dan Layar Ponsel Lipat

28 April 2025   |   14:33 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Pasar ponsel lipat Indonesia semakin bergariah dengan hadirnya sejumlah model terbaru dari para vendor. Inovasi pun bermunculan, tidak sekadar menghadirkan fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan, namun juga desain lipatan baru yang menjanjikan ketahanan lebih baik. 

Sebut saja Huawei yang bersiap membawa ponsel lipat tiga pertamanya di dunia, Mate XT Ultimate ke Tanah Air pada Rabu, 30 April 2025. Dengan mengusung layar lipat tiga, ponsel ini hanya memiliki ketebalan 3,6 mm saat dibentangkan.

Baca juga: Spesifikasi & Harga vivo X Fold3 Pro, Ponsel Lipat Pertama vivo

Huawei juga memastikan layar fleksibel yang dapat ditekuk dengan mulus ke kedua arah dan mampu menahan kompresi dan ketegangan saat dilipat. Sementara itu, engsel Huawei Mate XT telah diuji hingga 15.000 kali. Sistem engselnya terbilang presisi dengan melibatkan dua jalur yang bekerja bersamaan untuk mendukung lipatan ke dalam dan ke luar.

Country Training Manager Huawei Device Indonesia Edy Supartono menyebut pihaknya optimistis dengan penjualan ponsel lipat tiga ini di Indonesia mengingat animo masyarakat yang cukup tinggi sejak produk ini meluncur di pasar global. “[Konsumen] banyak yang nunggu. Lumayan sangat antusias,” tuturnya saat ditemui Hypeabis.id di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menjadi yang pertama meluncurkan ponsel lipat tiga, Huawei siap menghadirkan pengalaman kepada para pengguna yang masih ragu dengan inovasi terbaru dari perusahaan ini. Edy menyebut sebelum membeli Mate XT, pelanggan bisa mencobanya langsung di toko-toko resmi Huawei.

Diketahui, dalam laporan terbaru IDC, Huawei mendominasi pasar ponsel pintar lipat di China selama kuartal pertama 2025, dengan mengirimkan 2,8 juta ponsel lipat. Pangsa pasarnya di China pun sebesar 76,6%. 

Edy berpendapat tren smartphone foldable di Indonesia pun kian meningkat. Hampir semua brand menghadirkan produk lipatnya pada tahun ini, meskipun ekonomi global sedang menantang. 

Ponsel lipat memang memberi pengalaman berbeda dalam menggunakan gawai. Huawei pun terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas materialnya. Seperti Mate X6 yang juga diluncurkan beberapa waktu lalu, telah diuji ketahanannya, seperti terbentur atau dilindas motor. “Itu memberikan keyakinan pada konsumen. User experience sebenarnya yang dicari sama pengguna,” imbuhnya. 

Edy menerangkan Huawei meluncurkan ponsel lipat dalam beberapa tahun terakhir, dan selalu tersedia pasarnya. Artinya, banyak orang yang sudah merasakan kenyamanan menggunakan ponsel lipat. Orang yang biasa pakai ponsel lipat pun cenderung membeli ponsel lipat terbaru.
 

Oppo Find N5. (Sumber gambar: Oppo)

Oppo Find N5. (Sumber gambar: Oppo)


Oppo Find N5

Selain Huawei, pada hari yang sama, Oppo juga meluncurkan ponsel lipat terbarunya Find N5 di Indonesia. Head of PR Oppo Arga Simanjuntak yakin ponsel ini bisa diterima dengan baik di pasar Indonesia. 

Oppo menghadirkan spesifikasi lebih unggul di pasar smartphone lipat premium yang saat ini ada di pasaran. Tidak sekadar produk, tetapi layanan dari Oppo juga sudah premium untuk para konsumen. Arga menilai sejauh ini respons masyarakat terhadap Find N5 cukup tinggi.

Oppo Find N5 menonjol dengan desainnya yang tipis, ditambah berbagai fitur AI, serta bagimana ponsel ini sangat mudah melakukan transfer dokumen ke PC tanpa hambatan. Adapun Oppo Find N5 dilengkapi dengan engsel Titanium Flexion berbahan titanium kelas 5, yang diklaim 36 persen lebih kuat dan 26 persen lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya. Engsel ini telah diuji hingga 100.000 kali lipatan dan mendapatkan sertifikasi TUV Rheinland Reliable Folding. 


Honor Magic V3

Adapun pada Maret lalu, Honor meluncurkan Magic V3, ponsel lipat model buku pertamanya di Indonesia. Dibanderol dengan harga Rp25 juta, ponsel ini habis terjual di marketplace Shopee sejak pre-order dibuka pada 14 Maret 2025. 

Mengutip GSMArena, Honor mengklaim bahwa engsel "Super Steel Hinge" pada Magic V3 mampu bertahan hingga 500.000 kali lipatan, yang berarti dapat digunakan selama bertahun-tahun tanpa mengalami keausan signifikan. Dalam pengujian oleh GSMArena, engsel ini diuji dengan menahan beban 5 kg dan bahkan digunakan sebagai palu, namun tetap berfungsi normal tanpa kerusakan berarti.

Antusiasme konsumen terhadap smartphone foldable ini mencerminkan tren positif adopsi teknologi lipat di Tanah Air. “Kami sangat berterima kasih atas antusiasme konsumen Indonesia terhadap Honor Magic V3,” ucap Justin Li, President of Honor South Pacific. 

Baca juga: Huawei Pura X Hadir dengan Layar Lipat, Kapan Rilis di Indonesia?

Sementara itu, Samsung dikabarkan akan meluncurkan ponsel lipat tiganya pada akhir  2025, setelah merilis Galaxy Z Fold dan Flip generasi terbaru. Jika benar diluncurkan, ponsel ini tentu akan menjadi pesaing Huawei  Mate XT. 

SEBELUMNYA

Hypereport: Menyelami Serunya Dunia Bawah Laut dengan Diving

BERIKUTNYA

Cullinan Daisy, Kreasi Bespoke Rolls-Royce Terinspirasi Ladang Daisy di High Tatras

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga