Serunya Nonton Film Heartbreak Motel Bareng Genhype di FSAI 2025
18 May 2025 |
08:16 WIB
Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2025 menarik antusiasme para penggemar film dari berbagai kalangan usia. Acara tersebut merupakan perayaan satu dekade hubungan diplomatik dan budaya antara Indonesia dan Australia melalui medium film.
Diselenggarakan dari 15 Mei hingga 14 Juni 2025, FSAI 2025 menghadirkan berbagai film terbaik karya sineas Australia dan Indonesia. Salah satu film yang ditayangkan adalah Heartbreak Motel, sebuah film adaptasi novel karya Ika Natassa yang mengusung tema cinta, kehilangan, dan penyembuhan diri.
Kendati dirilis pada Agustus 2024, rupanya tak membuat minat orang-orang surut menyaksikan film ini, bahkan ada yang menonton untuk kedua dan ketiga kalinya dan masih terpukau oleh kepiawaian para sineas meramu cerita dan sinematografinya.
Terlebih setelah kegiatan nonton bareng, juga diadakan sesi Q&A bersama Ika Natassa yang menambah wawasan para penonton mengenai teknik-teknik penulisan cerita yang diadaptasikan ke medium film. Menariknya, Ika juga membagikan banyak cerita seru di balik layar pembuatan film Heartbreak Motel.
Baca juga: FSAI 2025 Digelar, Tampilkan Senarai Film Pilihan Indonesia-Australia
Bukti antusiasme film ini juga terlihat melalui para penonton pemenang giveaway tiket #NontonBarengGenhype yang menyaksikan film Heartbreak Motel di CGV Pacific Place Mall, Jakarta pada Sabtu (17/5/2025). Agenda nonton bareng ini diadakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Hypeabis.id.
Saat sesi pemutaran film Heartbreak Motel yang diikuti dengan bincang-bincang bersama Ika Natassa, Amel, salah satu peserta, mengungkapkan antusiasmenya terhadap acara ini. Menurutnya menonton film dalam rangkaian acara FSAI 2025 bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang bermakna.
“Apalagi film ini dibahas langsung oleh Ika Natassa sebagai penulis naskahnya. Kita jadi bisa tahu lebih dalam tentang sudut pandang dan proses kreatif di balik film ini,” katanya.
Amel mengaku sudah pernah menyaksikan film tersebut sebelumnya. AKan tetapi, menonton untuk kedua kalinya dalam suasana festival memberikan pengalaman berbeda.
“Film ini bergenre drama romantik yang sebetulnya alurnya tidak mudah dicerna, saat pertama kali nonton saya tidak langsung paham, tapi karena saya memang suka film, saya coba nonton lagi, dan kali ini saya jadi lebih mengerti,” jelasnya.
Tak hanya itu, kesempatan untuk bertanya langsung kepada Ika Natassa dalam sesi diskusi membuat pengalaman tersebut semakin lengkap. Melalui keikutsertaannya dalam agenda #NontonBarengGenhype bersama Hypeabis.id, Amel berharap bisa menambah teman dan keseruan baru bersama para pemenang giveaway tiket lainnya.
"Terima kasih atas kesempatannya, saya senang sekali bisa ikut. Komunitas ini sangat positif, baik dari panitianya maupun teman-teman sesama peserta. Walaupun kami mengikuti acara ini secara gratis, tapi tetap terasa menyenangkan dan inspiratif,” ujar Amel.
Sama halnya dengan Evi, mengikuti acara nonton bareng dalam rangkaian FSAI 2025 adalah pengalaman pertama yang penuh kejutan menyenangkan. Pada sesi pemutaran film Heartbreak Motel, dia senang sekali berkesempatan menonton film yang menurutnya berbeda dari yang biasa dia tonton.
“Enggak nyangka filmnya bakal sebagus itu, ini beneran film yang pengen banget tonton aku, dari awal aja udah langsung kerasa vibes-nya, langsung suka,” ujarnya antusias.
Lebih lanjut, dia juga menyoroti bagaimana film ini mampu membangun emosi dengan kuat. “Rasanya campur aduk. Ada tegang, sedih, kocak juga. Musiknya juga ngaruh banget bikin suasana jadi makin terasa. Pokoknya kayak ikut masuk ke dalam ceritanya. Aku sampai bisa ngerasain apa yang dirasain sama tokoh-tokohnya,” jelas Evi.
Terakhir Evi mengungkapkan rasa senangnya karena bisa ikut kegiatan nonton bareng bersama para Genhype. Dia juga mengaku tertarik untuk mengikuti rangkaian acara FSAI 2025 lainnya, serta menonton film-film Australia dan Indonesia yang ditayangkan sepanjang berlangsungnya festival tersebut.
“Senang banget bisa diajak ke acara ini, bener-bener bersyukur, filmnya keren dan pengalamannya luar biasa,” tutupnya.
Heartbreak Motel adalah film drama romantis Indonesia yang dirilis pada 1 Agustus 2024. Disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan diadaptasi dari novel karya Ika Natassa, film ini dibintangi oleh Laura Basuki, Reza Rahadian, dan Chicco Jerikho.
Mengisahkan Ava Alessandra (Laura Basuki), seorang aktris ternama yang mencari pelarian dari tekanan dunia selebritas dengan menginap di sebuah motel terpencil. Di sana, dia bertemu kembali dengan mantan kekasihnya, Reza Malik (Reza Rahadian), dan mengenal Raga Assad (Chicco Jerikho), seorang tamu misterius.
Pertemuan ini memicu konflik emosional dan cinta segitiga yang memaksa Ava menghadapi masa lalunya dan menentukan arah masa depannya.
Heartbreak Motel dikenal karena pendekatan sinematiknya yang unik, menggunakan kombinasi kamera digital, film 16mm, dan 35mm untuk menciptakan nuansa visual yang khas. Film ini diproduksi oleh Visinema Pictures dan memiliki durasi 115 menit.
Di ajang Festival Film Indonesia 2024, Heartbreak Motel menerima lima nominasi, termasuk Aktris Terbaik (Laura Basuki), Sinematografi Terbaik (Arnand Pratikto), Tata Artistik Terbaik (Adrianto Sinaga), Tata Busana Terbaik (Fadillah Putri Yunidar), dan Tata Rias Terbaik (Aktris Handradjasa).
Film Heartbreak Motel ditayangkan dalam Festival Sinema Australia Indonesia 2025 lantaran memiliki keterkaitan erat dengan tema utama festival tahun ini, yaitu memperkuat koneksi budaya antara Indonesia dan Australia melalui film. Terlebih, film ini diadaptasi dari novel karya Ika Natassa, seorang penulis Indonesia yang juga merupakan alumni program pendidikan di Australia, yang makin mempererat ikatan antara kedua negara.
Baca juga: Jalan Bareng Genhype Dihelat Lagi, Kali Ini Kunjungi Pameran Marka/Matriks di Salihara
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Diselenggarakan dari 15 Mei hingga 14 Juni 2025, FSAI 2025 menghadirkan berbagai film terbaik karya sineas Australia dan Indonesia. Salah satu film yang ditayangkan adalah Heartbreak Motel, sebuah film adaptasi novel karya Ika Natassa yang mengusung tema cinta, kehilangan, dan penyembuhan diri.
Kendati dirilis pada Agustus 2024, rupanya tak membuat minat orang-orang surut menyaksikan film ini, bahkan ada yang menonton untuk kedua dan ketiga kalinya dan masih terpukau oleh kepiawaian para sineas meramu cerita dan sinematografinya.
Terlebih setelah kegiatan nonton bareng, juga diadakan sesi Q&A bersama Ika Natassa yang menambah wawasan para penonton mengenai teknik-teknik penulisan cerita yang diadaptasikan ke medium film. Menariknya, Ika juga membagikan banyak cerita seru di balik layar pembuatan film Heartbreak Motel.
Baca juga: FSAI 2025 Digelar, Tampilkan Senarai Film Pilihan Indonesia-Australia

Acara Nonton Bareng Genhype (Sumber Foto: Hypeabis.id/Fanny Kusumawardhani)
Saat sesi pemutaran film Heartbreak Motel yang diikuti dengan bincang-bincang bersama Ika Natassa, Amel, salah satu peserta, mengungkapkan antusiasmenya terhadap acara ini. Menurutnya menonton film dalam rangkaian acara FSAI 2025 bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang bermakna.
“Apalagi film ini dibahas langsung oleh Ika Natassa sebagai penulis naskahnya. Kita jadi bisa tahu lebih dalam tentang sudut pandang dan proses kreatif di balik film ini,” katanya.
Amel mengaku sudah pernah menyaksikan film tersebut sebelumnya. AKan tetapi, menonton untuk kedua kalinya dalam suasana festival memberikan pengalaman berbeda.
“Film ini bergenre drama romantik yang sebetulnya alurnya tidak mudah dicerna, saat pertama kali nonton saya tidak langsung paham, tapi karena saya memang suka film, saya coba nonton lagi, dan kali ini saya jadi lebih mengerti,” jelasnya.
Tak hanya itu, kesempatan untuk bertanya langsung kepada Ika Natassa dalam sesi diskusi membuat pengalaman tersebut semakin lengkap. Melalui keikutsertaannya dalam agenda #NontonBarengGenhype bersama Hypeabis.id, Amel berharap bisa menambah teman dan keseruan baru bersama para pemenang giveaway tiket lainnya.
"Terima kasih atas kesempatannya, saya senang sekali bisa ikut. Komunitas ini sangat positif, baik dari panitianya maupun teman-teman sesama peserta. Walaupun kami mengikuti acara ini secara gratis, tapi tetap terasa menyenangkan dan inspiratif,” ujar Amel.
Sama halnya dengan Evi, mengikuti acara nonton bareng dalam rangkaian FSAI 2025 adalah pengalaman pertama yang penuh kejutan menyenangkan. Pada sesi pemutaran film Heartbreak Motel, dia senang sekali berkesempatan menonton film yang menurutnya berbeda dari yang biasa dia tonton.
“Enggak nyangka filmnya bakal sebagus itu, ini beneran film yang pengen banget tonton aku, dari awal aja udah langsung kerasa vibes-nya, langsung suka,” ujarnya antusias.
Lebih lanjut, dia juga menyoroti bagaimana film ini mampu membangun emosi dengan kuat. “Rasanya campur aduk. Ada tegang, sedih, kocak juga. Musiknya juga ngaruh banget bikin suasana jadi makin terasa. Pokoknya kayak ikut masuk ke dalam ceritanya. Aku sampai bisa ngerasain apa yang dirasain sama tokoh-tokohnya,” jelas Evi.
Terakhir Evi mengungkapkan rasa senangnya karena bisa ikut kegiatan nonton bareng bersama para Genhype. Dia juga mengaku tertarik untuk mengikuti rangkaian acara FSAI 2025 lainnya, serta menonton film-film Australia dan Indonesia yang ditayangkan sepanjang berlangsungnya festival tersebut.
“Senang banget bisa diajak ke acara ini, bener-bener bersyukur, filmnya keren dan pengalamannya luar biasa,” tutupnya.
Film Heartbreak Motel
Heartbreak Motel adalah film drama romantis Indonesia yang dirilis pada 1 Agustus 2024. Disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan diadaptasi dari novel karya Ika Natassa, film ini dibintangi oleh Laura Basuki, Reza Rahadian, dan Chicco Jerikho.Mengisahkan Ava Alessandra (Laura Basuki), seorang aktris ternama yang mencari pelarian dari tekanan dunia selebritas dengan menginap di sebuah motel terpencil. Di sana, dia bertemu kembali dengan mantan kekasihnya, Reza Malik (Reza Rahadian), dan mengenal Raga Assad (Chicco Jerikho), seorang tamu misterius.
Pertemuan ini memicu konflik emosional dan cinta segitiga yang memaksa Ava menghadapi masa lalunya dan menentukan arah masa depannya.
Heartbreak Motel dikenal karena pendekatan sinematiknya yang unik, menggunakan kombinasi kamera digital, film 16mm, dan 35mm untuk menciptakan nuansa visual yang khas. Film ini diproduksi oleh Visinema Pictures dan memiliki durasi 115 menit.
Di ajang Festival Film Indonesia 2024, Heartbreak Motel menerima lima nominasi, termasuk Aktris Terbaik (Laura Basuki), Sinematografi Terbaik (Arnand Pratikto), Tata Artistik Terbaik (Adrianto Sinaga), Tata Busana Terbaik (Fadillah Putri Yunidar), dan Tata Rias Terbaik (Aktris Handradjasa).
Film Heartbreak Motel ditayangkan dalam Festival Sinema Australia Indonesia 2025 lantaran memiliki keterkaitan erat dengan tema utama festival tahun ini, yaitu memperkuat koneksi budaya antara Indonesia dan Australia melalui film. Terlebih, film ini diadaptasi dari novel karya Ika Natassa, seorang penulis Indonesia yang juga merupakan alumni program pendidikan di Australia, yang makin mempererat ikatan antara kedua negara.
Baca juga: Jalan Bareng Genhype Dihelat Lagi, Kali Ini Kunjungi Pameran Marka/Matriks di Salihara
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.