Festival Sinema Australia Indonesia 2022. (Dok. Kedutaan Besar Australia Jakarta)

Festival Sinema Australia Indonesia 2022 Tayangkan 7 Film Pilihan

10 February 2022   |   20:00 WIB

Memasuki tahun ketujuh, Festival Sinema Australia Indonesia kembali menayangkan film-film pilihan dari sineas Australia dan Indonesia yang bisa Genhype saksikan. Festival ini akan berlangsung pada 19-27 Februari 2022 melalui platform daring secara gratis.

FSAI 2022 dibuka dengan pemutaran perdana film Jasper Jones (2017) di Indonesia. Film ini merupakan sebuah drama kehidupan remaja pada 1960-an di Australia Barat, yang dibintangi oleh Toni Collette dan Hugo Weaving. 
 

Karakter Jasper Jones diperankan oleh aktor keturunan Aborigin, Aaron L. McGrath. (Dok. Porchlight Films)

Karakter Jasper Jones diperankan oleh aktor keturunan Aborigin, Aaron L. McGrath. (Dok. Porchlight Films)

Di jajaran film festival tahun ini juga terdapat River (2021), sebuah film dokumenter tentang hubungan istimewa antara manusia dengan alam, yang disertai dengan musik indah hasil kerja sama apik antara Australian Chamber Orchestra dan seniman Penduduk Asli Australia, William Barton.

Judul film Australia lainnya termasuk film animasi keluarga 100% Wolf (2020 karya penulis skenario Fin Edquist, komedi indi yang membangkitkan semangat, Paper Champions (2020) dan komedi romantis yang menyenangkan, Long Story Short (2021) yang dibintangi Zahra Newman.

Tahun ini FSAI juga akan menampilkan dua film karya sineas Indonesia dari Sulawesi Selatan, antara lain film pendek Kado (2018) karya produser Mira Lesmana yang bercerita tentang keragaman identitas gender.

Genhype juga bisa menikmati pemandangan pegunungan Pipikoro di Sulawesi Selatan lewat drama Indonesia, Mountain Song (2019), yang ditulis dan disutradarai oleh Yusuf Radjamuda.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams mengatakan festival tahun ini adalah bentuk perayaan atas kreativitas dan keahlian di sektor film, hiburan dan seni kreatif antar dua negara.

“Ketika industri kreatif kita pulih dari dampak pandemi global, sungguh luar biasa melihat begitu banyak pakar terkemuka dari kedua negara bersama-sama mempromosikan film serta mendukung generasi sineas dan pemain film berikutnya," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (10/2).

Meskipun kembali dalam format virtual, menurut Williams ini justru jadi kesempatan bagi lebih banyak penonton untuk menyaksikan film-film pilihan festival tahun ini.

"Kami dengan hati-hati memilih setiap film untuk memenuhi kebutuhan semua penonton. Meskipun sayangnya kita harus tinggal di rumah sekarang, tetapi di satu sisi itu adalah kesempatan agar festival ini dapat menjangkau audiens yang lebih luas," tambahnya.

Dia juga menjelaskan alasan di balik pemilihan dua film Indonesia yang berlatar belakang Sulawesi Selatan. Ternyata, suku Aborigin dan Australia memiliki sejarah panjang dengan kawasan ini jauh sebelum kolonialisme datang.

Selain pemutaran film, festival ini juga akan mengadakan serangkaian sesi tanya jawab secara langsung dan interaktif serta masterclass film dengan sejumlah pakar industri film terkemuka Australia dan Indonesia – meliputi animasi, penulisan skenario, produksi film dan lebih banyak lagi.

Tiket semua pemutaran film dan acara gratis dan tersedia di: www.fsai2022.com.


Editor: Indyah Sutriningrum
 
SEBELUMNYA

Simak Daftar Lengkap Nominasi Piala Oscar 2022

BERIKUTNYA

Serial Juvenile Justice Buka Upaya Penegasan Hukum bagi Pelaku Kejahatan Remaja

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: