Fotografer Mikael Aldo berpose dalam pameran tunggalnya bertajuk Prophecy, di Artsphere Gallery, Jakarta (sumber gambar: Artsphere Gallery, Jakarta )

Sambut Satu Dekade Berkarya, Fotografer Mikael Aldo Gelar Pameran Tunggal di Artsphere Gallery 

15 May 2025   |   06:30 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Fotografer muda Mikael Aldo menggelar pameran tunggal bertajuk Prophecy di Artsphere Gallery, Jakarta. Seteleng tunggalnya itu akan berlangsung dari 14 sampai 20 Mei 2025, yang mengetengahkan tema emosi, hasil karya-karya pilihan sang fotografer selama satu dekade terakhir.
 
Pameran Prophecy, merupakan bagian dari debut peluncuran buku foto Aldo dengan tajuk yang sama. Seri buku foto ini menghadirkan 80 karya foto yang dikurasi oleh Ibrahim Soetomo. Sementara itu, untuk pamerannya dihadirkan 17 foto pilihan sang fotografer dengan kurator Sigit D Pratama. 

Menurut Aldo, senarai karya yang dipacak dalam pameran ini merupakan refleksi yang merangkum keseluruhan dari karya dalam buku fotonya. Belasan foto yang dihadirkan, juga dapat menjadi pintu masuk untuk menyelami lebih dalam rangkaian emosi yang dihadirkan di buku foto tersebut.

Baca Juga: Pameran Fotografi Dalam Rangka Memperingati Hari Kebebasan Pers

Melalui pameran ini, papar Aldo, dia ingin menciptakan ruang bersama di mana emosi-emosi batin bisa diresapi secara berbeda. Setiap karyanya juga mengajak pengunjung melewati transisi, dari keterasingan menuju harapan, dari kerentanan menuju pemulihan, dan dari kecemasan menuju kedamaian.

"Tiap kali merasa senang, sedih, dan semangat aku selalu membuat foto sampai akhirnya terkumpul foto dalam pameran ini. Seteleng tunggal ini juga jadi semacam janji yang aku penuhi saat aku berumur 19 tahun dan mulai belajar fotografi," katanya.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Mikael Aldo (@mikaelaldo)



Secara umum, senarai karya yang ditampilkan dalam pameran, merupakan potongan, momen, atau pertanyaan yang ditarik dari lanskap emosional pribadi Mikael. Ibarat fragmen, narasi yang hadir dalam pameran ini juga tidak membentuk membentuk satu jalinan cerita yang utuh.

Ihwal penggunaan metode adalah untuk menghadirkan peta perjalanan tentang pertumbuhan, kebingungan, kejernihan, dan segala sesuatu yang berada di antaranya. Dalam satu bingkai, Mikael bisa saja menghadirkan potret figur, tetapi di bingkai yang lain, hadir pula lanskap atau objek bangunan.

"Tujuan dari kombinasi seluruh elemen ini pada visi artistik saya adalah untuk secara efektif memaksimalkan pendekatan visual yang beragam dalam menyampaikan emosi yang berbeda-beda," imbuhnya.

Setali tiga uang, kurator Sigit D Pratama mengatakan, dipilihnya belasan karya untuk ditampilkan dalam pameran ini juga membutuhkan waktu yang panjang. Sebab, selain melakukan kurasi foto yang mengedepankan pengalaman emosional, foto-foto yang dipilih juga dapat memberi gambaran umum dari apa yang ada di dalam buku foto.

Dari segi tata letak, Sigit juga memilih foto yang dapat dinikmati pengunjung dengan pola yang berbeda. Saat memasuki pintu masuk galeri, misal, publik akan langsung disuguhi karya-karya yang sureal, untuk kemudian secara perlahan publik akan diajak memasuki emosi-emosi lain, yang subtil dan retrospektif.

"Harapannya dari ke-17 karya yang dipamerkan ini sudah memberikan proporsi yang cukup lebar antara emosi satu dengan yang lain. Kita bisa saja mendisplay semua karya, tapi nanti jadinya akan linear, padahal emosi itu kan tidak linear," katanya.

Pada seri ini buku foto dan pameran ini, Aldo juga berkolaborasi dengan sejumlah figur kreatif tanah air seperti aktor Muhammad Khan serta fotografer Meidiana Tahir dan Nadia Rompas, sedangkan tatanan gaya pada seri ini diramu oleh Hafiz Akhbar. 

Adapun buku foto Prophecy karya Mikael Aldo juga tersedia dalam dua pilihan, yakni edisi The Core Edition, yang hanya dicetak 50 kopi, yang dilengkapi dengan slipcase eksklusif, print foto pilihan, stempel resmi, serta ditandatangani langsung oleh Mikael Aldo dan bernomor edisi, serta edisi The Layers.

Baca Juga: Saat Seniman Mengenang Pramoedya Ananta Toer Lewat Bahasa Rupa

SEBELUMNYA

Potret Memukau Agnez Monica Hadiri Gold Gala 2025

BERIKUTNYA

5 Anime Bernuansa Hangat yang Cocok Ditonton saat Homesick

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga