Film Happy Death Day (Sumber gambar: Universal)

Selain Final Destination, Cek 5 Film Menegangkan yang Bikin 'Jantung Copot'

13 May 2025   |   10:22 WIB
Image
Tiara Dara Clarisa Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara

Setelah penantian panjang selama 14 tahun, waralaba horor ikonik Final Destination akhirnya kembali dengan film keenam berjudul Final Destination: Bloodlines, yang dirilis pada 16 Mei 2025 di Amerika Serikat. Sementara, film tersebut tayang lebih cepat di Indonesia yakni besok, Rabu 14 Mei 2025. 

Film ini memperkenalkan karakter utama baru, seorang mahasiswi yang dihantui mimpi buruk berulang tentang runtuhnya sebuah menara pada 1960-an, visi mengerikan yang ternyata merupakan warisan dari sang nenek. Neneknya dulu pernah menyelamatkan nyawa sekelompok orang dari tragedi tersebut. 

Kini, sang cucu menyadari bahwa keluarganya kembali menjadi target kematian berantai dan harus menemukan satu-satunya orang yang bisa memutus siklus tersebut sebelum semuanya terlambat.

Baca juga: Fakta Menarik Film Final Destination: Bloodlines

Dengan kembalinya Final Destination ke layar lebar, banyak penggemar horor kembali haus akan film-film yang menawarkan sensasi serupa. Ketegangan yang membuncah, adegan kematian yang sulit ditebak, hingga atmosfer mencekam yang membuat penonton menahan napas. 

Genre ini memang punya daya tarik tersendiri, memadukan rasa takut, kejutan, dan ketidakpastian yang membuat otak dan jantung sama-sama bekerja keras. Jika Genhype termasuk salah satu pencinta adrenalin dari dunia sinema, berikut lima film menegangkan versi Sportkeeda yang siap membuat Genhype merinding. 
 

1. Triangle (2009) 

Triangle adalah film horor psikologis karya sutradara Christopher Smith yang mengisahkan tentang Jess, seorang ibu tunggal yang memutuskan untuk berlibur bersama teman-temannya dengan berlayar di laut.

Namun, perjalanan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika badai hebat menghantam kapal mereka, memaksa mereka untuk naik ke kapal pesiar tua yang tampaknya kosong. Di atas kapal tersebut, Jess dan teman-temannya mulai mengalami kejadian-kejadian aneh, termasuk perasaan dejavu dan penampakan sosok misterius yang memburu mereka satu per satu. 
 
Seiring berjalannya waktu, Jess menyadari bahwa mereka terjebak dalam sebuah lingkaran waktu yang mematikan, di mana setiap kejadian terus berulang dengan cara yang semakin mengerikan. Dia harus menghadapi kenyataan bahwa untuk keluar dari siklus ini, dia mungkin harus membuat keputusan-keputusan sulit yang melibatkan teman-temannya sendiri. 
 
 

2. It Follows (2014) 

It Follows adalah film horor psikologis karya disutradarai David Robert Mitchell, yang mengisahkan Jay, seorang mahasiswa yang menjadi korban kutukan misterius setelah berhubungan seks dengan pacarnya, Hugh. Tanpa sadari Hugh ternyata menurunkan sebuah kutukan mematikan kepada Jay dengan cara itu. 

Setelah kejadian tersebut, Jay mulai diteror oleh entitas yang hanya bisa dilihat oleh orang yang terkutuk. Entitas ini terus memburunya tanpa henti dan satu-satunya cara untuk meloloskan diri dari kutukan adalah dengan memindahkannya ke orang lain dengan meniduri orang tersebut. Seiring berjalannya waktu, Jay dan teman-temannya berusaha keras untuk menghindari entitas yang terus mengejar mereka.

Meskipun memiliki aturan yang tidak sepenuhnya jelas, film ini berhasil menciptakan atmosfer mencekam yang terus berkembang, membawa ketakutan yang terpusat pada hal-hal yang tak terlihat dan tak terhindarkan, mirip dengan konsep yang ada dalam Final Destination, di mana kematian tak terelakkan dan datang tanpa peringatan.
 

3. The Cabin in the Woods (2011) 

The Cabin in the Woods adalah film horor komedi fiksi yang disutradarai Drew Goddard dan diproduksi Joss Whedon. Film ini mengisahkan lima mahasiswa yang pergi berlibur ke sebuah kabin terpencil di hutan, tanpa mengetahui bahwa mereka sebenarnya sedang menjadi bagian dari eksperimen jahat yang dijalankan oleh sekelompok teknisi di fasilitas bawah tanah rahasia.

Para teknisi ini secara diam-diam mengatur kejadian-kejadian yang terjadi di kabin untuk melaksanakan ritual kuno, yang menyebabkan para mahasiswa secara tidak sengaja membangkitkan kekuatan supernatural berbahaya. 
 
Seiring film berkembang, para mahasiswa selamat mulai mengungkap kebenaran tersembunyi di balik kejadian-kejadian mengerikan yang menimpa mereka.

The Cabin in the Woods menghubungkan dirinya dengan Final Destination lewat penggambaran kekuatan tak terlihat yang mengendalikan nasib karakter-karakternya, memanipulasi mereka menuju situasi berbahaya yang sudah ditentukan sebelumnya, di luar kendali mereka. 
 

4. Eden Lake (2008) 

Disutradarai oleh James Watkins, Eden Lake mengikuti kisah Jenny (Kelly Reilly), seorang guru taman kanak-kanak, yang pergi berlibur bersama kekasihnya, Steve (Michael Fassbender), ke danau terpencil di pedesaan Inggris.

Awalnya tampak seperti akhir pekan romantis yang tenang, tetapi situasinya berubah drastis saat mereka diganggu oleh sekelompok remaja yang kasar. Setelah barang-barang mereka dicuri dan mobil dirusak, pasangan ini benar-benar terjebak tanpa jalan keluar. 
 
Ketegangan memuncak saat Steve mengalami serangan brutal saat mencoba menghadapi para remaja itu. Jenny pun harus berjuang sendirian di tengah hutan, terlibat dalam pengejaran penuh teror yang tak kenal ampun.

Mirip dengan Final Destination, film ini menempatkan karakternya dalam situasi hidup-mati yang kejam, dengan atmosfer intens dan rasa putus asa yang mendalam, tapi dengan kekerasan yang lebih nyata dan membumi. 
 

5. Happy Death Day (2017) 

Disutradarai oleh Christopher Landon dan dibintangi oleh Jessica Rothe sebagai Tree Gelbman, Happy Death Day menggabungkan elemen horor slasher dengan konsep time loop yang unik. Ceritanya mengikuti Tree, seorang mahasiswi yang terbangun pada hari ulang tahunnya hanya untuk dibunuh oleh sosok bertopeng. 

Namun, alih-alih mati, dia kembali terbangun pada hari yang sama, terjebak dalam siklus waktu yang memaksanya menghidupkan kembali hari kematiannya berulang kali. Untuk keluar dari lingkaran ini, Tree harus mengungkap identitas pembunuhnya dan memahami alasan di balik pembunuhan tersebut.  
 
Seiring berjalannya waktu, Tree mulai menyusun daftar tersangka dan mencoba berbagai cara untuk menghindari kematiannya, tapi setiap usaha berakhir dengan kegagalan dan kematian yang berbeda. Situasi menjadi semakin mendesak ketika dia menyadari bahwa setiap kali mati, tubuhnya mengalami kerusakan fisik yang nyata. 

Baca juga: Daftar Film Bioskop Rilis Pekan Ini, Dasim sampai Final Destination: Bloodlines

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

Fakta Menarik Game 1998: The Toll Keeper Story, Terinspirasi dari Sejarah Kelam Indonesia

BERIKUTNYA

Google Ganti Logo G Ikoniknya Setelah Hampir 10 Tahun

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: