Gim 1998: The Toll Keeper Story (Sumber gambar: GameChanger Studio)

Fakta Menarik Game 1998: The Toll Keeper Story, Terinspirasi dari Sejarah Kelam Indonesia

13 May 2025   |   06:40 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Game 1998: The Toll Keeper Story ini menjadi salah satu rilisan paling diantisipasi tahun ini, terutama di kalangan pencinta gim dengan pendekatan cerita yang kuat dan nuansa psikologis yang dalam. Meski belum resmi diluncurkan, proyek ini telah mencuri perhatian sejak diumumkan. 

1998: The Toll Keeper Story dikembangkan oleh GameChanger Studio, sebuah pengembang gim indie berbasis di Tangerang, Indonesia. Studio ini sebelumnya dikenal luas berkat trilogi My Lovely, yang terdiri dari My Lovely Daughter, My Lovely Wife, dan My Lovely Empress. 

Ketiga gim tersebut sukses menempatkan GameChanger Studio sebagai salah satu pengembang lokal yang membuat setiap rilisannya selalu dinanti-nanti. 

Baca juga: Rockstar Games Akhirnya Merilis Trailer Kedua Grand Theft Auto VI

Dalam gim terbarunya, pengembang kembali mengangkat latar waktu yang sangat spesifik dan sarat makna dalam sejarah Indonesia. Mereka mencoba mengeksplorasi narasi yang kompleks dan relevan secara sosial.

Penasaran dengan gim ini? Berikut adalah beberapa fakta menariknya:


1. Terinspirasi dari krisis moneter 1998

Gim 1998: The Toll Keeper Story (Sumber gambar: GameChanger Studio)

Gim 1998: The Toll Keeper Story (Sumber gambar: GameChanger Studio)

Game ini terinspirasi dari krisis finansial Asia tahun 1998, dengan latar cerita yang menyoroti situasi di Indonesia. Berlatar di negara fiktif bernama Janapa, gim ini mencoba menggambarkan suasana penuh ketakutan, kekacauan, dan ketidakpastian, sambil menantang pemain untuk menghadapi dilema moral antara bertahan hidup menuntut pilihan-pilihan sulit. 

Pemain akan mengendalikan karakter bernama Dewi, seorang wanita hamil yang bekerja sebagai penjaga tol. Dia terjebak di tengah krisis sipil dan gejolak ekonomi yang melanda negeri yang tengah berada di ambang kehancuran akibat gelombang protes, lonjakan harga, dan merosotnya kepercayaan terhadap pemerintah. 

Tak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, Dewi juga menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat Janapa. Pos tol tempatnya bekerja berubah menjadi ruang perjumpaan, tempat berbagai karakter datang membawa kisah, harapan, dan ketakutan mereka. Di balik interaksi itu, cerita tentang persahabatan, cinta, dan keyakinan menjadi penggerak utama dalam perjalanan Dewi menghadapi kekacauan yang tak mampu dia kendalikan.


2. Bakal penuh emosi

Gim 1998: The Toll Keeper Story (Sumber gambar: GameChanger Studio)

Gim 1998: The Toll Keeper Story (Sumber gambar: GameChanger Studio)

GameChanger dikenal sebagai studio yang menempatkan kekuatan narasi sebagai elemen utama dalam setiap karyanya. Akan tetapi, beberapa elemen unik juga terkadang diselipkan di setiap gimnya. Perpaduan ini menciptakan pengalaman bermain yang tidak hanya orisinal, tetapi juga menggugah secara emosional.

Setelah sukses mengangkat kisah-kisah fantasi, kini GameChanger mulai menyentuh tema yang lebih membumi dan relevan dengan realitas sosial, menjelajahi proses kreatif yang sepenuhnya baru bagi mereka. Melalui 1998: The Toll Keeper Story, mereka ingin menghadirkan kisah yang menyampaikan pesan mendalam dan tak sekadar menghadirkan gameplay yang seru.

“Game ini bukan hanya soal bertahan hidup secara fisik. Ini juga tentang daya tahan emosional seseorang. Bagaimana orang biasa, dalam kondisi penuh ketidakpastian, kelangkaan makanan, rasa takut yang terus menghantui, dan tanpa kejelasan arah, berusaha untuk bertahan dan tetap waras.” ujar Riris, CEO GameChanger Studio. 


3. Gaya visual ala era 90-an

Gim 1998: The Toll Keeper Story (Sumber gambar: GameChanger Studio)

Gim 1998: The Toll Keeper Story (Sumber gambar: GameChanger Studio)

Gaya visual dalam gim ini terinspirasi dari nuansa khas era 90-an, yakni menggabungkan elemen tekstur titik-titik, estetika kertas usang, serta filter biru yang ikonik. Semua ini merefleksikan keterbatasan media cetak pada masa itu sekaligus mengukuhkan atmosfer permainan dalam latar waktu dekade tersebut.

Dari sisi gameplay, pemain akan disuguhkan pengalaman simulasi naratif, dari memeriksa kendaraan, meneliti dokumen, dan mengecek identitas para pengemudi yang melintas. Di balik tugas-tugas tersebut, pemain juga dituntut untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan sumber daya dan situasi yang kian menegangkan di sekelilingnya.


4. Spesifikasi PC 

Gim 1998: The Toll Keeper Story (Sumber gambar: GameChanger Studio)

Gim 1998: The Toll Keeper Story (Sumber gambar: GameChanger Studio)

Minimum:
Membutuhkan prosesor dan sistem operasi 64-bit
Sistem Operasi: Windows 7 (SP1+), Windows 10 dan Windows 11
Prosesor: Arsitektur x86, x64 dengan dukungan set instruksi SSE2.
Ingatan: RAM 8 GB
Grafik: Mampu DX10, DX11, DX12.
Penyimpanan: Ruang tersedia 3 GB

Direkomendasikan:
Membutuhkan prosesor dan sistem operasi 64-bit

Baca juga: 8 Game Open World dengan Eksplorasi Seru yang Wajib Genhype Coba

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

Daftar Film Bioskop Rilis Pekan Ini, Dasim sampai Final Destination: Bloodlines

BERIKUTNYA

Selain Final Destination, Cek 5 Film Menegangkan yang Bikin 'Jantung Copot'

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: