Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier (Sumber Foto: Instagram/raffinagita1717)

Detail Dekorasi Pernikahan Luna Maya Gunakan Bahan Biodegradable dari Anyaman Daun Kelapa

12 May 2025   |   18:40 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Luna Maya dan Maxime Bouttier resmi menikah pada Rabu, 7 Mei 2025, dalam sebuah upacara yang digelar di COMO Shambhala Estate, Gianyar, Bali. Pernikahan ini menggabungkan unsur adat Jawa, Bali, dan sentuhan Eropa yang mencerminkan latar belakang budaya keduanya.

Prosesi akad nikah dipimpin oleh Kepala KUA Sukawati, Ahmad Adi Wijaya. Kakak kandung Luna, Tipi Jabrik, bertindak sebagai wali nikah, sementara Irwan Mussry dan Raffi Ahmad menjadi saksi.

Baca juga: Makna Mendalam Pakaian Adat Jawa Luna Maya & Maxime Bouttier saat Akad Nikah

Maxime mengucapkan ijab kabul dengan lantang dan menyerahkan mahar berupa logam mulia seberat 7,5 gram dan uang sebesar US$2.025 yang melambangkan tanggal pernikahan mereka.

Sebelum akad, pasangan ini menjalani prosesi siraman dan sungkeman pada 6 Mei 2025, serta upacara melukat sebagai bentuk penyucian diri menurut tradisi Bali. Acara Pernikahan mereka dihadiri oleh keluarga, sahabat, dan rekan selebritas ternama Indonesia.

Dekorasi akad nikah Luna Maya dan Maxime Bouttier di COMO Shambhala Estate, Ubud, Bali, memukau dengan konsep ramah lingkungan yang menyatu harmonis dengan alam sekitar. Konsep ini menarik perhatian dan menuai pujian dari banyak orang, lantaran menggunakan bahan-bahan biodegradable alias mudah terurai.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Ren (@renryan_)


Dirancang oleh Bimo Singgih bersama vendor Stupa Caspea dan Make A Scene Bali, dekorasi ini mengusung tema "Java-French Art Nouveau Sustainably Organic," yang memadukan elemen budaya Jawa dan estetika Prancis dengan pendekatan ramah lingkungan.

Elemen utama dekorasi adalah anyaman daun kelapa dan janur yang dibuat secara manual oleh perajin lokal. Anyaman ini tidak hanya menghiasi pelaminan, tetapi juga digunakan pada meja, kursi, dan instalasi lainnya yang menciptakan suasana yang alami dan elegan.

Pelaminannya dibuat menyerupai bentuk cunduk mentul, sebuah aksesori kepala tradisional khas Yogyakarta. Cunduk mentul biasanya dikenakan oleh pengantin perempuan dalam riasan adat Jawa. Bentuknya seperti bunga atau ornamen logam yang menjulang dari sanggul, dan jumlahnya selalu ganjil karena dipercaya memiliki kekuatan sebagai penolak bala.

 
 


 
Dalam dekorasi pelaminan, bentuk cunduk mentul ini diadaptasi menjadi struktur utama yang menjulang sehingga menciptakan kesan anggun dan sakral. Desain ini memadukan elemen budaya Jawa dengan estetika Art Nouveau khas Prancis yang menampilkan garis lengkung dan detail dekoratif rumit, serta palet warna natural yang harmonis dengan lingkungan sekitarnya.

Penjor melengkung dengan hiasan mewah juga menambah keanggunan dekorasi. Adapun penjor adalah tiang bambu tinggi yang melengkung di bagian atas dan dihias dengan janur dan hasil bumi seperti padi, kelapa, pisang, umbi-umbian, serta kain putih atau kuning.

Penjor merupakan simbol penting dalam tradisi Hindu Bali yang melambangkan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan), serta sebagai wujud rasa syukur atas kemakmuran yang diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Selain itu, motif batik Dodotan yang digunakan pada lantai altar menambah kedalaman estetika tradisional. Selain sebagai elemen dekoratif, motifnya juga sarat akan makna filosofis dalam budaya Jawa. Motif batik Dodotan yang juga dikenal sebagai alas-alasan, menggambarkan alam semesta beserta isinya yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesamanya, dan lingkungan sekitar.

Terdapat representasi dari tiga lapisan alam dalam motif tersebut, yakni sebagai berikut.
  • Alam atas: Melambangkan dunia para dewa, diwakili oleh burung dan kupu-kupu.
  • Alam tengah: Tempat manusia hidup, diwakili oleh hewan berkaki empat dan tumbuhan.
  • Alam bawah: Dunia bawah yang penuh tantangan, diwakili oleh ular dan kapal.

Di sisi lain, sentuhan modern ala Perancis terlihat pada penggunaan kursi transparan Louis Ghost rancangan Philippe Starck yang berpadu apik dengan elemen alami seperti hiasan bunga-bunga putih berupa melati, mawar putih, peony, serta baby's breath. Serta, taplak meja dari rangkaian kuncup melati memberikan sentuhan lembut dan wangi alami.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Geser Agak Laen, Jumbo Jadi Film Terlaris Nomor 2 dengan 9 Juta Penonton

BERIKUTNYA

Hypereport: Pentingnya Perkuat Pondasi Pendidikan Dasar & Menengah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga