Cerita Reza Rahadian Garap Buku Mereka Yang Pertama, Ditulis Pakai Handphone
06 May 2025 |
09:00 WIB
Aktor multitalenta Reza Rahadian baru-baru ini meluncurkan karya buku perdananya bertajuk Mereka Yang Pertama. Buku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama ini menandai perjalanan karier sang aktor baik di dunia perfilman maupun seni kreatif lainnya selama dua dekade.
Buku setebal 184 halaman tersebut ditulis oleh Reza sebagai ungkapan cinta, refleksi, dan terima kasih sang aktor kepada orang-orang yang pertama memberinya kesempatan berkarier di industri film dan kreatif Indonesia.
Baca juga: Peringati Setahun Wafat, Buku Biografi Yudhistira A.N.M. Massardi Diluncurkan di PDS HB.Jassin
Baca juga: Peringati Setahun Wafat, Buku Biografi Yudhistira A.N.M. Massardi Diluncurkan di PDS HB.Jassin
Lewat bukunya, Reza menceritakan bagaimana orang-orang tersebut memberi peluang yang membuka jalan menuju kesuksesan, sekaligus memberi pengaruh besar sebagai langkah awal di dunia hiburan.
Selama dua dekade terakhir, perjalanan Reza di dunia perfilman Indonesia tak lepas dari dukungan orang-orang pertama yang mempercayainya. Buku ini pun menjadi penghargaan bagi mereka yang berperan penting dalam menciptakan hidup yang penuh makna, baik secara profesional maupun pribadi.
Ada cerita menarik di balik penulisan buku Mereka Yang Pertama. Reza bercerita bahwa buku tersebut ditulisnya menggunakan handphone di sela-sela kesibukan dirinya sebagai aktor sekaligus sutradara. Hal itu dilakukannya lantaran dia mengaku kurang terbiasa menulis menggunakan pc/laptop, sementara tulisan tangannya juga sulit terbaca.
"Misalnya saya mau fokus tentang siapa di halaman berapa, yaudah saya tulis dulu gitu terus langsung kirim ke editor. Jadi kadang saya kirim itu bisa siang atau malam," katanya dalam acara konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.
Proses penulisan buku Mereka Yang Pertama memakan waktu sekitar 2,5 bulan. Selama prosesnya, Reza mengaku tidak menemui kesulitan apapun, lantaran sudah terbiasa menulis jurnal sejak tahun 2004. Dengan kebiasaan itu, dia mengaku sudah terbiasa untuk menuangkan pikiran lewat rangkaian kata.
Meski demikian, lanjutnya, proses penulisan buku tersebut tetap memiliki makna tersendiri baginya. Sebab, dia harus mengingat kembali siapa saja sosok-sosok yang telah berjasa khusus pada masa awal perjalanan kariernya.
"Dan untuk bisa mengingat saya harus merenungkan kembali. Tentu tidak ada satu karya yang sempurna gitu ya. Mungkin ada yang terlewat, ada yang apa, tapi saya berusaha semaksimal mungkin mengingat siapa-siapa saja gitu dan itulah yang kemudian membuat buku ini lahir," ungkapnya.

Acara peluncuran buku Mereka Yang Pertama di Bentara Budaya Jakarta, Senin (28/4/2025). Sumber gambar: The Publicist.
Aktor kelahiran Bogor itu juga mengatakan ada sekitar 43 nama yang mengisi kisah-kisah dalam buku pertamanya itu. Beberapa diantaranya menjadi sosok yang paling menguras emosi Reza lantaran peran mereka yang begitu penting bagi perjalanan kariernya.
"Ibu saya pastinya yang selalu menyemangati dari awal gitu. Lalu director pertama kali banget saya kenal, dateng kaki saya ke sebuah set tuh karena beliau. Dan tentu ada mbak Vivit Anggraini, beliau adalah pimpinan redaksi dari majalah Aneka. Itulah cikal bakal semuanya. Saya mengawali semuanya tuh gara-gara itu. Jadi sosok seperti mbak Vivit tuh sangat punya makna yang besar bagi saya," ucapnya.
Reza menuturkan buku Mereka Yang Pertama juga mengungkap hal-hal penting soal perjalanan kariernya yang tidak pernah diungkap dalam kesempatan apapun. Tentang hal-hal menarik di balik layar selama perjalanan dirinya menjadi seorang aktor selama dua dekade terakhir. Termasuk, kisah-kisah personalnya salah satunya hubungan dan peran sang ibu dalam kariernya.
"Hal menarik lainnya juga terkait ilustrasi. Buku ini mungkin tidak banyak teks. Isinya teks-teks yang tidak terlalu panjang seperti ulasan, lalu ada beberapa foto dan arsip-arsip yang lain. Mudah-mudahan bukunya bisa lebih mudah dan menarik untuk dibaca," kata aktor berusia 38 tahun itu.
Tak hanya orang-orang yang pertama, Mereka Yang Pertama juga menceritakan pengalaman-pengalaman pertama Reza selama berkarier di industri film dan seni kreatif lainnya yang selama ini mungkin belum diketahui kalangan publik luas.
Dia menambahkan, buku Mereka Yang Pertama juga menjadi bentuk perenungan, refleksi diri, dan momentum dimana dirinya mengingat kembali peran-peran para insan film, individu-individu yang memberikan dirinya begitu banyak pelajaran berharga dan membuka kesempatan ruang untuk berkolaborasi, serta mempercayakan dirinya peran-peran yang beragam.
Baca juga: Reza Rahadian Luncurkan Buku Perdana Berjudul Mereka Yang Pertama
Baca juga: Reza Rahadian Luncurkan Buku Perdana Berjudul Mereka Yang Pertama
"Inilah ungkapan rasa syukur, terima kasih, dan kebahagiaan saya bisa berbagi dan bisa dipercaya. Semoga ini menjadi pengingat bersama bahwa ada awal dalam setiap perjalanan dan menurut saya ada orang-orang yang membukakan pintu kesempatan itu untuk kita masuk, dan memulai menapaki perjalanan yang membawa kita pada sebuah petualangan," tuturnya.
Dia berharap buku Mereka Yang Pertama bisa menginspirasi pembaca khususnya generasi muda agar selalu mengingat peran-peran orang-orang yang ada di sekitar mereka. "Tidak ada sesuatu yang terbentuk secara tunggal, pasti ada orang-orang yang berperan untuk pencapaian seseorang," ucapnya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.