Sebagain Besar Dirahasiakan, Ini Rangkaian Acara Met Gala 2025 & Tema yang Diusung
06 May 2025 |
08:50 WIB
Acara Met Gala 2025 di The Metropolitan Museum of Art tengah berlangsung di New York, Amerika Serikat. Acara amal dan penggalangan dana yang dihadiri oleh para selebritas ternama di dunia itu mengusung tema Superfine: Tailoring Black Style dengan nuansa yang tentunya berbeda.
Dikutip dari laman The Metropolitan Museum of Art, pameran musim semi 2025 dari Costume Institute akan menyajikan kajian budaya dan sejarah gaya orang kulit hitam selama 300 tahun melalui konsep dandisme.
Baca juga: Shah Rukh Khan Bakal Hadir di Met Gala 2025, Pakai Busana Rancangan Sabyasachi Mukherjee
Di dunia Atlantik pada abad ke-18, budaya konsumsi baru – yang didorong oleh perdagangan budak, kolonialisme, dan imperialisme – memungkinkan akses ke pakaian dan barang-barang yang menunjukkan kekayaan, keistimewaan, dan selera. “Dandisme orang kulit hitam muncul dari persimpangan tradisi gaya Afrika dan Eropa,” demikian tertulis.
Tema Superfine: Tailoring Black Style mengeksplorasi betapa penting gaya dalam pembentukan identitas kulit hitam di diaspora Atlantik, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa.
Pameran ini menafsirkan konsep dandisme sebagai estetika dan strategi sosial dan politik baru dengan penyajian pakaian dan aksesori, lukisan, foto, seni dekoratif, dan sebagainya, dari abad ke-18 sampai sekarang.
Dalam pameran tersebut, Superfine disusun menjadi 12 bagian dengan setiap bagian mewakili karakteristik yang menggambarkan suatu gaya, seperti juara, kehormatan, warisan, keindahan, dan kosmopolitanisme.
Secara keseluruhan, karakteristik ini menunjukkan cara penampilan diri seseorang merupakan bentuk pembedaan dan perlawanan—dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh ras, gender, kelas, dan seksualitas.
Untuk diketahui, acara inti Met Gala biasanya akan berlangsung secara tertutup dan tamu yang masuk di dalamnya tidak boleh menggunakan ponsel atau media sosial setelah memasuki museum. Namun, sebelum menuju acara inti, sejumlah rangkaian acara akan diadakan oleh penyelenggara.
Pertama adalah red carpet atau karpet merah. Pada bagian ini, para tamu yang hadir menggunakan busana dengan tema Tailored for You. Dikutip dari Vogue, tema busana ini mengacu kepada fokus pameran terhadap busana pria dan gaya tailoring yang diprediksi akan mendorong kreativitas fesyen para tamu undangan.
Baca juga: Buku Slaves to Fashion Karya Monica L. Miller Jadi Inspirasi Pameran Met Gala 2025
Setelah karpet merah, para tamu akan memasuki museum dan menjalani acara yang disiapkan oleh penyelenggara. Kemudian, acara lainnya adalah koktail dan makan malam yang mendapatkan kurasi dari chef Kwame Onwuachi dari restoran Tatiana di Lincoln Center dan di Washington, DC.
Para peserta juga memiliki kesempatan untuk menjelajahi karya yang ada dalam pameran di dalam museum. Acara lain yang tidak kalah menarik dalam Met Gala 2025 adalah penampilan music dari artis ternama.
Dikutip dari laman The Metropolitan Museum of Art, pameran musim semi 2025 dari Costume Institute akan menyajikan kajian budaya dan sejarah gaya orang kulit hitam selama 300 tahun melalui konsep dandisme.
Baca juga: Shah Rukh Khan Bakal Hadir di Met Gala 2025, Pakai Busana Rancangan Sabyasachi Mukherjee
Di dunia Atlantik pada abad ke-18, budaya konsumsi baru – yang didorong oleh perdagangan budak, kolonialisme, dan imperialisme – memungkinkan akses ke pakaian dan barang-barang yang menunjukkan kekayaan, keistimewaan, dan selera. “Dandisme orang kulit hitam muncul dari persimpangan tradisi gaya Afrika dan Eropa,” demikian tertulis.
Tema Superfine: Tailoring Black Style mengeksplorasi betapa penting gaya dalam pembentukan identitas kulit hitam di diaspora Atlantik, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa.
Pameran ini menafsirkan konsep dandisme sebagai estetika dan strategi sosial dan politik baru dengan penyajian pakaian dan aksesori, lukisan, foto, seni dekoratif, dan sebagainya, dari abad ke-18 sampai sekarang.
Dalam pameran tersebut, Superfine disusun menjadi 12 bagian dengan setiap bagian mewakili karakteristik yang menggambarkan suatu gaya, seperti juara, kehormatan, warisan, keindahan, dan kosmopolitanisme.
Secara keseluruhan, karakteristik ini menunjukkan cara penampilan diri seseorang merupakan bentuk pembedaan dan perlawanan—dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh ras, gender, kelas, dan seksualitas.
Untuk diketahui, acara inti Met Gala biasanya akan berlangsung secara tertutup dan tamu yang masuk di dalamnya tidak boleh menggunakan ponsel atau media sosial setelah memasuki museum. Namun, sebelum menuju acara inti, sejumlah rangkaian acara akan diadakan oleh penyelenggara.
Pertama adalah red carpet atau karpet merah. Pada bagian ini, para tamu yang hadir menggunakan busana dengan tema Tailored for You. Dikutip dari Vogue, tema busana ini mengacu kepada fokus pameran terhadap busana pria dan gaya tailoring yang diprediksi akan mendorong kreativitas fesyen para tamu undangan.
Baca juga: Buku Slaves to Fashion Karya Monica L. Miller Jadi Inspirasi Pameran Met Gala 2025
Setelah karpet merah, para tamu akan memasuki museum dan menjalani acara yang disiapkan oleh penyelenggara. Kemudian, acara lainnya adalah koktail dan makan malam yang mendapatkan kurasi dari chef Kwame Onwuachi dari restoran Tatiana di Lincoln Center dan di Washington, DC.
Para peserta juga memiliki kesempatan untuk menjelajahi karya yang ada dalam pameran di dalam museum. Acara lain yang tidak kalah menarik dalam Met Gala 2025 adalah penampilan music dari artis ternama.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.