Peluang Bisnis Edukasi Anak Kian Moncer, Daycare hingga Akademi
03 May 2025 |
18:17 WIB
Kebutuhan terhadap tumbuh kembang anak saat ini tidak hanya terbatas pada sandang, pangan, dan papan tapi juga di sektor pendidikan. Makin banyak orang tua yang menyadari pentingnya mencari layanan edukatif untuk membantu pertumbuhan sang buah hati.
Apalagi jumlah anak berusia di bawah 12 tahun saat ini mencapai lebih dari 30 juta, sehingga bisa menjadi pasar potensial untuk layanan edukasi anak, baik formal maupun nonformal. Tak heran bila bisnis di sektor pendidikan, terus menggeliat. Mulai dari kelas stimulasi untuk bayi hingga program pengembangan minat dan bakat untuk anak sekolah dasar.
Tren ini tercermin dari makin banyaknya brand-brand yang menawarkan layanan edukatif bagi anak, salah satunya terlihat dalam Parentale Expo Edukasi Anak dan Parenting yang diselenggarakan di ICE BSD.
Acara yang digelar sejak tanggal 2 hingga 4 Mei 2025 ini menghadirkan lebih dari 150 brand kebutuhan anak dan edukasi di bawah satu atap. "Sebagai orang tua, kami merasa tidak ada sekolahnya jadi orang tua. Lewat event ini, kami ingin setiap mom dan dad selalu ter-update dengan inovasi terbaru dari dunia edukasi anak maupun brand-brand lokal," ujar Ayunda Wardhani, CEO Bridestory–Parenstory.
Baca juga: ParenTale 2025 Dibuka, Festival Parenting Seru & Edukatif Bagi Orang Tua dan Anak
Sementara itu, Edwina Tirta, Partnership and Event Creation Director ICE Events mengatakan, sektor pendidikan anak saat ini telah menjadi kebutuhan primer bagi banyak orang tua. Hal ini didorong berkat kesadaran orang tua terhadap stimulasi anak sejak dini, baik untuk mendukung perkembangan motorik, sensorik, hingga kognitif anak.
Menurutnya, kebutuhan akan edukasi anak terus meningkat sejak pandemi. Banyak orang tua menyadari pentingnya stimulasi sejak dini untuk menunjang tumbuh kembang anak, terutama pada masa golden age (0–5 tahun).
Hal ini diamini oleh Kara, bagian dari tim kurikulum Molome Dalome, Stimulation & Learning Center. Dia mengamini bahwa sejak pandemi, para orang tua kian sadar akan pentingnya stimulasi terukur untuk anak-anak mereka.
Kesadaran itu mendorong para orang tua mencari alternatif edukasi yang lebih spesifik dibandingkan sekadar penitipan anak (daycare) atau taman kanak-kanak biasa.
“Kami menangani anak dari usia bayi hingga toddler, dengan pendekatan yang terukur. Ada milestone dan laporan bulanan yang bisa diakses orang tua. Banyak yang tahu dari mulut ke mulut karena terbukti efektif, terutama bagi anak yang awalnya mengalami keterlambatan perkembangan,” kata Kara.
Sistem bisnis edukasi anak juga masuk ke sektor seni dan olahraga yang mengedepankan pengembangan karakter anak. Salah satunya Sparks Sports Academy yang tidak hanya mengajarkan keterampilan fisik, tetapi juga nilai-nilai sosial, emosional, dan komunikasi yang sangat penting seperti disiplin, kerja sama tim, dan kepemimpinan.
“Olahraga adalah media pembentukan karakter yang sangat baik. Kami mengajarkan anak untuk memiliki disiplin, belajar untuk bekerja sama, dan memperbaiki keterampilan motorik mereka. Semua ini dibangun dalam program yang menyenangkan dan mendidik,” ujar Viana, Growth Association Sparks Sports Academy.
Menurutnya bisnis edukasi ini akan terus berkembang. Untuk itu, pihaknya mengemas sesuai dengan kebutuhan personal tiap anak yang dikaitkan dengan program edukasi yang relevan.
Untuk membangun kesadaran dan edukasi kepada orang tua mua mengenai pentingnya stimulasi bagi tumbuh kembang anak, Sparks aktif memanfaatkan media sosial, termasuk Instagram dan TikTok, untuk membangun kesadaran dan edukasi orang tua muda.
“Kami ingin memperkuat posisi sebagai pusat edukasi yang relevan dengan kebutuhan zaman, terutama dengan target ke depan yang fokus pada program skill-based, seperti les berenang atau sertifikasi keterampilan anak,” ujar Viana.
Viana mengatakan bahwa bisnis ini bukan hanya untuk mengejar keuntungan semata, tetapi lebih berfokus pada tumbuh kembang anak sehingga ke depannya selain membuka cabang lebih banyak untuk menjangkau area lebih luas, pihak manajemen juga terus memperbaiki dari segi kurikulum.
Selain itu, EduALL, startup yang fokus pada pengembangan entrepreneurial mindset bagi anak-anak, juga makin diminati oleh orang tua yang menginginkan pendidikan yang lebih holistik. Program mereka dirancang untuk mengajarkan anak-anak keterampilan berpikir kreatif, memecahkan masalah, dan membangun resilience, kemampuan untuk bangkit dari kegagalan.
“Tujuan kami adalah membekali anak-anak dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Kami mengajarkan mereka untuk berani mencoba, tidak takut gagal, dan untuk melihat setiap kesulitan sebagai peluang untuk belajar,” ungkap Elisabeth, Head of Marketing EduALL.
Program yang dibuat tidak hanya mengajarkan keterampilan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi anak-anak untuk mengasah keterampilan kepemimpinan dan kewirausahaan. Caranya dilakukan melalui berbagai proyek dan tantangan yang mendorong kreativitas.
Baca juga: Ini Tiga Pilar Penting Dalam Parenting Anak
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Apalagi jumlah anak berusia di bawah 12 tahun saat ini mencapai lebih dari 30 juta, sehingga bisa menjadi pasar potensial untuk layanan edukasi anak, baik formal maupun nonformal. Tak heran bila bisnis di sektor pendidikan, terus menggeliat. Mulai dari kelas stimulasi untuk bayi hingga program pengembangan minat dan bakat untuk anak sekolah dasar.
Tren ini tercermin dari makin banyaknya brand-brand yang menawarkan layanan edukatif bagi anak, salah satunya terlihat dalam Parentale Expo Edukasi Anak dan Parenting yang diselenggarakan di ICE BSD.
Acara yang digelar sejak tanggal 2 hingga 4 Mei 2025 ini menghadirkan lebih dari 150 brand kebutuhan anak dan edukasi di bawah satu atap. "Sebagai orang tua, kami merasa tidak ada sekolahnya jadi orang tua. Lewat event ini, kami ingin setiap mom dan dad selalu ter-update dengan inovasi terbaru dari dunia edukasi anak maupun brand-brand lokal," ujar Ayunda Wardhani, CEO Bridestory–Parenstory.
Baca juga: ParenTale 2025 Dibuka, Festival Parenting Seru & Edukatif Bagi Orang Tua dan Anak
Sementara itu, Edwina Tirta, Partnership and Event Creation Director ICE Events mengatakan, sektor pendidikan anak saat ini telah menjadi kebutuhan primer bagi banyak orang tua. Hal ini didorong berkat kesadaran orang tua terhadap stimulasi anak sejak dini, baik untuk mendukung perkembangan motorik, sensorik, hingga kognitif anak.
Menurutnya, kebutuhan akan edukasi anak terus meningkat sejak pandemi. Banyak orang tua menyadari pentingnya stimulasi sejak dini untuk menunjang tumbuh kembang anak, terutama pada masa golden age (0–5 tahun).
Hal ini diamini oleh Kara, bagian dari tim kurikulum Molome Dalome, Stimulation & Learning Center. Dia mengamini bahwa sejak pandemi, para orang tua kian sadar akan pentingnya stimulasi terukur untuk anak-anak mereka.
Kesadaran itu mendorong para orang tua mencari alternatif edukasi yang lebih spesifik dibandingkan sekadar penitipan anak (daycare) atau taman kanak-kanak biasa.
“Kami menangani anak dari usia bayi hingga toddler, dengan pendekatan yang terukur. Ada milestone dan laporan bulanan yang bisa diakses orang tua. Banyak yang tahu dari mulut ke mulut karena terbukti efektif, terutama bagi anak yang awalnya mengalami keterlambatan perkembangan,” kata Kara.

Anak-anak beraktivitas dan berkreativitas (Sumber gambar: Unsplash/Nicole Leeper)
“Olahraga adalah media pembentukan karakter yang sangat baik. Kami mengajarkan anak untuk memiliki disiplin, belajar untuk bekerja sama, dan memperbaiki keterampilan motorik mereka. Semua ini dibangun dalam program yang menyenangkan dan mendidik,” ujar Viana, Growth Association Sparks Sports Academy.
Menurutnya bisnis edukasi ini akan terus berkembang. Untuk itu, pihaknya mengemas sesuai dengan kebutuhan personal tiap anak yang dikaitkan dengan program edukasi yang relevan.
Untuk membangun kesadaran dan edukasi kepada orang tua mua mengenai pentingnya stimulasi bagi tumbuh kembang anak, Sparks aktif memanfaatkan media sosial, termasuk Instagram dan TikTok, untuk membangun kesadaran dan edukasi orang tua muda.
“Kami ingin memperkuat posisi sebagai pusat edukasi yang relevan dengan kebutuhan zaman, terutama dengan target ke depan yang fokus pada program skill-based, seperti les berenang atau sertifikasi keterampilan anak,” ujar Viana.
Viana mengatakan bahwa bisnis ini bukan hanya untuk mengejar keuntungan semata, tetapi lebih berfokus pada tumbuh kembang anak sehingga ke depannya selain membuka cabang lebih banyak untuk menjangkau area lebih luas, pihak manajemen juga terus memperbaiki dari segi kurikulum.
Selain itu, EduALL, startup yang fokus pada pengembangan entrepreneurial mindset bagi anak-anak, juga makin diminati oleh orang tua yang menginginkan pendidikan yang lebih holistik. Program mereka dirancang untuk mengajarkan anak-anak keterampilan berpikir kreatif, memecahkan masalah, dan membangun resilience, kemampuan untuk bangkit dari kegagalan.
“Tujuan kami adalah membekali anak-anak dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Kami mengajarkan mereka untuk berani mencoba, tidak takut gagal, dan untuk melihat setiap kesulitan sebagai peluang untuk belajar,” ungkap Elisabeth, Head of Marketing EduALL.
Program yang dibuat tidak hanya mengajarkan keterampilan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi anak-anak untuk mengasah keterampilan kepemimpinan dan kewirausahaan. Caranya dilakukan melalui berbagai proyek dan tantangan yang mendorong kreativitas.
Baca juga: Ini Tiga Pilar Penting Dalam Parenting Anak
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.