Marthino Lio & Cara Uniknya Mendalami Karakter di Film Penjagal Iblis
01 May 2025 |
17:00 WIB
Dalam dunia akting, membangun karakter bukan sekadar mengingat dialog atau menjalankan instruksi dari sutradara. Bagi Marthino Lio, proses ini selalu melibatkan pendekatan yang lebih personal, dan terkadang dipenuhi layer emosi yang kompleks.
Saat harus memerankan karakter Daru di film horor Penjagal Iblis: Dosa Turunan, Lio punya cara sendiri untuk masuk ke dalam peran tersebut. Dia punya triknya sendiri untuk membedah karakter yang akan dimainkannya.
"Hal pertama yang dilakukan pasti kesampingkan dulu pekerjaan dia. Aku juga kesampingkan baju-baju dia di kehidupan lahiriahnya. Aku ingin melihat karakterku ini sebagai manusia biasa," ungkap Lio.
Baca Juga: Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan Hadirkan Aksi Duel Intens Satine Zaneta & Niken Anjani
Lio mengatakan pendekatannya kepada karakter selalu dimulai dari hal yang tampak sederhana, tetapi sarat makna. Ketika membedah karakter ini, salah satu yang menarik perhatiannya ialah aksesoris cincin yang selalu melingkar di jari.
Sepanjang dia membawa naskah, karakter Daru ini tidak memiliki istri. Namun, di mana pun dia berada, karakter ini selalu memakai cincin nikahnya.
“Hal itu jadi pintu masuk aku ke karakter sih. Aku diskusi dengan sutradara Tommy. Kemudian, kita sama-sama tahu bahwa karakter ini punya layer emosi yang berat. Ibunya sudah tak ada, istrinya ninggalin dia dan anaknya dibawa pergi,” imbuhnya.
Cincin, kata Lio, kemudian jadi metafora sekaligus petunjuk yang penting. Menurutnya, cincin itu bukan tanda bahwa dia sudah istri, melainkan tanda bahwa dia pernah gagal.
Lio merasa fakta ini menjadi fondasi emosional yang kuat bagi karakter Daru, seorang pria yang dihantui kehilangan, penyesalan, dan luka lama.
“Dia udah gak percaya lagi tentang kebaikan manusia. Jadi, manusia itu cuma bisa serakah, nyakitin satu sama lain. Itu aja sih yang aku pegang,” jelasnya.
Dari sinilah Lio membentuk pijakan psikologis tokohnya, yakni Daru adalah sosok skeptis, dingin, dan logis. Selanjutnya, pekerjaan si karakter ini, yang adalah wartawan, dipakai untuk memperkuat motivasi tindakannya, yakni selalu melakukan sesuatu berdasarkan data dan fakta.
Lio mengatakan secara cerita, film ini kemudian menempatkan Daru harus berada di situasi yang pelik. Pekerjaannya itu menuntunnya untuk menghadapi kekuatan jahat yang sangat besar. Lalu, di situlah titik balik terjadi.
"Karakter ini memang butuh sesuatu yang jahat dan keras, biar dia bisa percaya lagi sama hal-hal yang manusiawi. Ya, untuk bersikap dan baik," tutur Lio.
Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan bercerita tentang sebuah tragedi kelam saat satu keluarga ditemukan tewas secara mengenaskan saat menjalani ritual ruqyah untuk mengusir roh jahat dari anak mereka.
Satu-satunya yang selamat dari insiden mengerikan itu adalah sang ustaz, pemimpin ritual tersebut. Di balik peristiwa itu, muncul sosok remaja bernama Ningrum (Satine Zaneta), pasien rumah sakit jiwa yang diduga menjadi pelaku.
Kasus ini menarik perhatian Daru (Marthino Lio), seorang jurnalis investigasi yang ditugaskan untuk mengungkap fakta di baliknya. Namun, penyelidikannya yang awalnya tampak seperti peliputan kriminal biasa perlahan berubah menjadi perjuangan hidup dan mati.
Daru terperangkap dalam pusaran konflik antara kebenaran dan kekuatan gaib yang mengancam. Film produksi Screenplay Films bekerja sama dengan Rapi Films dan IFI Sinema ini masih tayang di bioskop sejak 30 April 2025.
Baca Juga: Eksplorasi Baru Sutradara Tommy Dewo Lewat Film Penjagal Iblis Dosa Turunan
Saat harus memerankan karakter Daru di film horor Penjagal Iblis: Dosa Turunan, Lio punya cara sendiri untuk masuk ke dalam peran tersebut. Dia punya triknya sendiri untuk membedah karakter yang akan dimainkannya.
"Hal pertama yang dilakukan pasti kesampingkan dulu pekerjaan dia. Aku juga kesampingkan baju-baju dia di kehidupan lahiriahnya. Aku ingin melihat karakterku ini sebagai manusia biasa," ungkap Lio.
Baca Juga: Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan Hadirkan Aksi Duel Intens Satine Zaneta & Niken Anjani
Lio mengatakan pendekatannya kepada karakter selalu dimulai dari hal yang tampak sederhana, tetapi sarat makna. Ketika membedah karakter ini, salah satu yang menarik perhatiannya ialah aksesoris cincin yang selalu melingkar di jari.
Sepanjang dia membawa naskah, karakter Daru ini tidak memiliki istri. Namun, di mana pun dia berada, karakter ini selalu memakai cincin nikahnya.
“Hal itu jadi pintu masuk aku ke karakter sih. Aku diskusi dengan sutradara Tommy. Kemudian, kita sama-sama tahu bahwa karakter ini punya layer emosi yang berat. Ibunya sudah tak ada, istrinya ninggalin dia dan anaknya dibawa pergi,” imbuhnya.
Cincin, kata Lio, kemudian jadi metafora sekaligus petunjuk yang penting. Menurutnya, cincin itu bukan tanda bahwa dia sudah istri, melainkan tanda bahwa dia pernah gagal.
Lio merasa fakta ini menjadi fondasi emosional yang kuat bagi karakter Daru, seorang pria yang dihantui kehilangan, penyesalan, dan luka lama.
“Dia udah gak percaya lagi tentang kebaikan manusia. Jadi, manusia itu cuma bisa serakah, nyakitin satu sama lain. Itu aja sih yang aku pegang,” jelasnya.
Dari sinilah Lio membentuk pijakan psikologis tokohnya, yakni Daru adalah sosok skeptis, dingin, dan logis. Selanjutnya, pekerjaan si karakter ini, yang adalah wartawan, dipakai untuk memperkuat motivasi tindakannya, yakni selalu melakukan sesuatu berdasarkan data dan fakta.
Lio mengatakan secara cerita, film ini kemudian menempatkan Daru harus berada di situasi yang pelik. Pekerjaannya itu menuntunnya untuk menghadapi kekuatan jahat yang sangat besar. Lalu, di situlah titik balik terjadi.
"Karakter ini memang butuh sesuatu yang jahat dan keras, biar dia bisa percaya lagi sama hal-hal yang manusiawi. Ya, untuk bersikap dan baik," tutur Lio.
Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan bercerita tentang sebuah tragedi kelam saat satu keluarga ditemukan tewas secara mengenaskan saat menjalani ritual ruqyah untuk mengusir roh jahat dari anak mereka.
Satu-satunya yang selamat dari insiden mengerikan itu adalah sang ustaz, pemimpin ritual tersebut. Di balik peristiwa itu, muncul sosok remaja bernama Ningrum (Satine Zaneta), pasien rumah sakit jiwa yang diduga menjadi pelaku.
Kasus ini menarik perhatian Daru (Marthino Lio), seorang jurnalis investigasi yang ditugaskan untuk mengungkap fakta di baliknya. Namun, penyelidikannya yang awalnya tampak seperti peliputan kriminal biasa perlahan berubah menjadi perjuangan hidup dan mati.
Daru terperangkap dalam pusaran konflik antara kebenaran dan kekuatan gaib yang mengancam. Film produksi Screenplay Films bekerja sama dengan Rapi Films dan IFI Sinema ini masih tayang di bioskop sejak 30 April 2025.
Baca Juga: Eksplorasi Baru Sutradara Tommy Dewo Lewat Film Penjagal Iblis Dosa Turunan
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.