Aplikasi Meta AI Meluncur, Punya Asisten Suara AI Bernada & Lebih Personal
01 May 2025 |
12:00 WIB
Aplikasi Meta AI resmi meluncur. Selama ini, layanan kecerdasan buatan yang dikembangkan Meta itu biasa digunakan di WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Messenger. Namun kini kehadirannya lebih personal seperti ChatGPT atau Gemini.
Dikembangkan dalam arsitektur Llama 4, aplikasi Meta AI disebut mudah diajak bicara, lebih lancar, dan alami untuk berinteraksi. Seperti Siri, Meta menghadirkan asisten AI dengan ikon yang muncul ketika ingin berinteraksi.
Baca juga: Meta AI Dirilis Jadi Aplikasi Terpisah Untuk Saingi ChatGPT
Lantas apa saja fitur yang ada di aplikasi Meta AI? Simak ulasannya berikut ini yuk, Genhype.
Ngobrol dengan Meta
Disebutkan bahwa aplikasi buatan perusahaan milik Mark Zuckerberg itu lebih responsif sehingga terasa personal dan relevan. Percakapannya pun lebih bernada.
Aplikasi ini juga terintegrasi dengan fitur Meta AI lainnya seperti pembuatan dan penyuntingan gambar, yang kini semuanya dapat dilakukan melalui percakapan suara atau teks dengan asisten AI. Kendati demikian, percakapan suara ini baru tersedia di AS, Kanada, Australia, dan Selandia Baru pada masa awal peluncuran aplikasi.
Meta juga menyertakan demo suara yang dibuat dengan teknologi ucapan dupleks penuh, yang dapat diaktifkan dan nonaktifkan untuk pengujian. “Teknologi ini akan memberikan pengalaman suara yang lebih alami serta dilatih pada dialog percakapan, sehingga AI menghasilkan suara secara langsung, bukan membaca respons tertulis,” tulis pernyataan Meta dalam laman website resminya.
Lebih Cerdas & Personal
Meta AI menggunakan Llama 4 untuk membantu pengguna memecahkan masalah, menjawab pertanyaan harian, dan memahami dunia di sekitar dengan lebih baik. Dengan kemampuan untuk menelusuri web, aplikasi ini dapat membantu mendapatkan rekomendasi, mendalami suatu topik, dan tetap terhubung dengan teman dan keluarga.
Meta katanya menggunakan pengalaman puluhan tahun untuk mempersonalisasi pengalaman orang-orang di platform mereka agar Meta AI lebih personal. Pengguna dapat memberi tahu Meta AI untuk mengingat hal-hal tertentu diri pengguna, seperti senang bepergian dan mempelajari bahasa baru. Meta AI juga dapat mengambil detail penting berdasarkan konteks.
Kemudian, asisten Meta AI juga memberikan jawaban yang lebih relevan untuk pertanyaan dengan memanfaatkan informasi yang telah dipilih untuk dibagikan di produk Meta, seperti profil dan konten yang disukai. Aplikasi Meta AI juga menyertakan umpan Discover, tempat untuk berbagi dan menjelajahi bagaimana orang lain menggunakan AI.
Asisten AI
Aplikasi ini juga bisa digunakan di kacamata Ray-Ban buatan Meta. Untuk mengintegrasikan semua pengalaman AI ini, Meta menggabungkan aplikasi Meta AI dengan aplikasi pendamping Meta View untuk kacamata Ray-Ban.
Pengguna dapat memulai percakapan di kacamata, lalu mengaksesnya di tab riwayat dari aplikasi atau web untuk melanjutkan percakapan. Pengguna dapat mengobrol antara aplikasi dan web secara dua arah. Pengaturan dan media yang dipasangkan akan secara otomatis ditransfer ke tab perangkat baru.
AI di Dekstop
Antarmuka web telah dioptimalkan untuk layar yang lebih besar dan alur kerja desktop, serta mencakup pengalaman pembuatan gambar yang lebih baik, dengan lebih banyak prasetel dan opsi baru untuk mengubah gaya, suasana, pencahayaan, dan warna. Meta juga menguji editor dokumen yang lengkap di beberapa negara, yang dapat digunakan untuk membuat dokumen yang penuh dengan teks dan gambar, lalu mengekspor dokumen tersebut sebagai PDF.
Meta katanya juga menguji kemampuan untuk mengimpor dokumen agar Meta AI dapat menganalisis dan memahaminya.
Baca juga: Cek Deretan Fitur Edits, Aplikasi Editing Terbaru dari Meta
Dikembangkan dalam arsitektur Llama 4, aplikasi Meta AI disebut mudah diajak bicara, lebih lancar, dan alami untuk berinteraksi. Seperti Siri, Meta menghadirkan asisten AI dengan ikon yang muncul ketika ingin berinteraksi.
Baca juga: Meta AI Dirilis Jadi Aplikasi Terpisah Untuk Saingi ChatGPT
Lantas apa saja fitur yang ada di aplikasi Meta AI? Simak ulasannya berikut ini yuk, Genhype.
Ngobrol dengan Meta
Disebutkan bahwa aplikasi buatan perusahaan milik Mark Zuckerberg itu lebih responsif sehingga terasa personal dan relevan. Percakapannya pun lebih bernada.
Aplikasi ini juga terintegrasi dengan fitur Meta AI lainnya seperti pembuatan dan penyuntingan gambar, yang kini semuanya dapat dilakukan melalui percakapan suara atau teks dengan asisten AI. Kendati demikian, percakapan suara ini baru tersedia di AS, Kanada, Australia, dan Selandia Baru pada masa awal peluncuran aplikasi.
Meta juga menyertakan demo suara yang dibuat dengan teknologi ucapan dupleks penuh, yang dapat diaktifkan dan nonaktifkan untuk pengujian. “Teknologi ini akan memberikan pengalaman suara yang lebih alami serta dilatih pada dialog percakapan, sehingga AI menghasilkan suara secara langsung, bukan membaca respons tertulis,” tulis pernyataan Meta dalam laman website resminya.
Lebih Cerdas & Personal
Meta AI menggunakan Llama 4 untuk membantu pengguna memecahkan masalah, menjawab pertanyaan harian, dan memahami dunia di sekitar dengan lebih baik. Dengan kemampuan untuk menelusuri web, aplikasi ini dapat membantu mendapatkan rekomendasi, mendalami suatu topik, dan tetap terhubung dengan teman dan keluarga.
Meta katanya menggunakan pengalaman puluhan tahun untuk mempersonalisasi pengalaman orang-orang di platform mereka agar Meta AI lebih personal. Pengguna dapat memberi tahu Meta AI untuk mengingat hal-hal tertentu diri pengguna, seperti senang bepergian dan mempelajari bahasa baru. Meta AI juga dapat mengambil detail penting berdasarkan konteks.
Kemudian, asisten Meta AI juga memberikan jawaban yang lebih relevan untuk pertanyaan dengan memanfaatkan informasi yang telah dipilih untuk dibagikan di produk Meta, seperti profil dan konten yang disukai. Aplikasi Meta AI juga menyertakan umpan Discover, tempat untuk berbagi dan menjelajahi bagaimana orang lain menggunakan AI.
Asisten AI
Aplikasi ini juga bisa digunakan di kacamata Ray-Ban buatan Meta. Untuk mengintegrasikan semua pengalaman AI ini, Meta menggabungkan aplikasi Meta AI dengan aplikasi pendamping Meta View untuk kacamata Ray-Ban.
Pengguna dapat memulai percakapan di kacamata, lalu mengaksesnya di tab riwayat dari aplikasi atau web untuk melanjutkan percakapan. Pengguna dapat mengobrol antara aplikasi dan web secara dua arah. Pengaturan dan media yang dipasangkan akan secara otomatis ditransfer ke tab perangkat baru.
AI di Dekstop
Antarmuka web telah dioptimalkan untuk layar yang lebih besar dan alur kerja desktop, serta mencakup pengalaman pembuatan gambar yang lebih baik, dengan lebih banyak prasetel dan opsi baru untuk mengubah gaya, suasana, pencahayaan, dan warna. Meta juga menguji editor dokumen yang lengkap di beberapa negara, yang dapat digunakan untuk membuat dokumen yang penuh dengan teks dan gambar, lalu mengekspor dokumen tersebut sebagai PDF.
Meta katanya juga menguji kemampuan untuk mengimpor dokumen agar Meta AI dapat menganalisis dan memahaminya.
Baca juga: Cek Deretan Fitur Edits, Aplikasi Editing Terbaru dari Meta
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.