Ajang Puteri Indonesia 2025 Hadirkan Gelar Baru, Perkuat Peran Perempuan Muda
25 April 2025 |
07:55 WIB
Yayasan Puteri Indonesia (YPI) resmi mengumumkan pembaruan format kompetisi Puteri Indonesia 2025. Berbeda dengan gelaran tahun sebelumnya yang hadir dengan empat gelar utama, tahun ini ada tambahan kategori yang akan diperebutkan oleh para finalis.
Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (24/4/2025) Ketua Dewan Pembina YPI, Putri Kuswisnuwardhani menyampaikan bahwa tahun ini akan ada enam gelar utama. Menurutnya, perubahan ini sejalan dengan dinamika zaman dan upaya untuk memperkuat peran perempuan muda Indonesia dalam berbagai sektor strategis.
Pada ajang sebelumnya, para finalis berlomba meraih gelar untuk empat kategori yakni Puteri Indonesia, Puteri Indonesia Lingkungan, Puteri Indonesia Pariwisata, dan Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara itu, pada gelaran tahun ini, diubah menjadi lebih banyak.
Enam gelar tersebut adalah Puteri Indonesia 2025, Puteri Indonesia Lingkungan 2025, Puteri Indonesia Pariwisata 2025, Puteri Indonesia Pendidikan 2025, Puteri Indonesia Kebudayaan 2025, dan Puteri Indonesia Digital, Inovasi, dan Teknologi 2025.
Baca juga: Kartini di Industri Film, Deretan Sutradara Perempuan yang Karyanya Tembus Box Office
Putri Kuswisnuwardhani mengatakan tambahan gelar baru ini merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan bangsa, khususnya dalam menyongsong masa depan generasi muda Indonesia.
"Tahun ini, kita pisahkan antara pendidikan dan kebudayaan karena keduanya merupakan fondasi penting bangsa. Selain itu, hadirnya gelar Putri Digital dan Inovasi mencerminkan dukungan kami terhadap pertumbuhan teknologi dan kreativitas di kalangan perempuan muda,” ujarnya.
Putri menegaskan bahwa kebudayaan adalah kekayaan bangsa yang perlu dipromosikan ke dunia, sementara pendidikan adalah fondasi yang membentuk karakter dan daya saing generasi muda.
Adapun, penambahan gelar untuk bidang digital dan inovasi juga menjadi komitmen YPI dalam menjawab tantangan era industri 4.0. "Generasi muda Indonesia harus siap bersaing secara global. Inovasi dan kecakapan digital bukan lagi keahlian tambahan, tetapi kebutuhan dasar,” tegasnya.
Lebih dari sekadar ajang kecantikan, ajang Puteri Indonesia juga menjadi platform pemberdayaan perempuan. Tahun ini, pesan utama yang digaungkan adalah pentingnya keberanian dan kepedulian sosial.
“Bravery adalah kata kuncinya, berani melangkah untuk mewujudkan mimpi. Tapi juga harus disertai keberanian untuk memilih dengan benar dan berkontribusi pada komunitas,” tambah Putri.
Tak hanya tampil memukau di panggung internasional, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang aktif menginspirasi perempuan lain, terutama dari kalangan yang kurang beruntung. “Mereka bukan hanya tampil cantik, tapi juga punya peran mendalam di masyarakat,” jelasnya.
Tahun ini, sebanyak 45 finalis dari berbagai provinsi akan berkompetisi. YPI menekankan bahwa proses seleksi dilakukan secara mendalam selama 20 minggu melalui berbagai metode asesmen. Tujuannya adalah untuk menggali potensi dan karakter para finalis secara menyeluruh sebelum mereka mendapatkan gelar dan tanggung jawab masing-masing.
“Putri Indonesia bukan hanya panggung kecantikan, tetapi juga wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa,” kata Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Bingar Egidius Situmorang.
Dengan semangat baru dan visi yang diperluas, Putri Indonesia 2025 diharapkan tak hanya menjadi ajang seleksi kecantikan, melainkan juga ruang aktualisasi perempuan muda Indonesia untuk tampil sebagai agen perubahan yang berdampak.
Baca juga: Perempuan di SAR, Perjuangan dan Ketangguhan Rida di Balik Misi Penyelamatan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (24/4/2025) Ketua Dewan Pembina YPI, Putri Kuswisnuwardhani menyampaikan bahwa tahun ini akan ada enam gelar utama. Menurutnya, perubahan ini sejalan dengan dinamika zaman dan upaya untuk memperkuat peran perempuan muda Indonesia dalam berbagai sektor strategis.
Pada ajang sebelumnya, para finalis berlomba meraih gelar untuk empat kategori yakni Puteri Indonesia, Puteri Indonesia Lingkungan, Puteri Indonesia Pariwisata, dan Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara itu, pada gelaran tahun ini, diubah menjadi lebih banyak.
Enam gelar tersebut adalah Puteri Indonesia 2025, Puteri Indonesia Lingkungan 2025, Puteri Indonesia Pariwisata 2025, Puteri Indonesia Pendidikan 2025, Puteri Indonesia Kebudayaan 2025, dan Puteri Indonesia Digital, Inovasi, dan Teknologi 2025.
Baca juga: Kartini di Industri Film, Deretan Sutradara Perempuan yang Karyanya Tembus Box Office
Putri Kuswisnuwardhani mengatakan tambahan gelar baru ini merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan bangsa, khususnya dalam menyongsong masa depan generasi muda Indonesia.
"Tahun ini, kita pisahkan antara pendidikan dan kebudayaan karena keduanya merupakan fondasi penting bangsa. Selain itu, hadirnya gelar Putri Digital dan Inovasi mencerminkan dukungan kami terhadap pertumbuhan teknologi dan kreativitas di kalangan perempuan muda,” ujarnya.
Putri menegaskan bahwa kebudayaan adalah kekayaan bangsa yang perlu dipromosikan ke dunia, sementara pendidikan adalah fondasi yang membentuk karakter dan daya saing generasi muda.
Adapun, penambahan gelar untuk bidang digital dan inovasi juga menjadi komitmen YPI dalam menjawab tantangan era industri 4.0. "Generasi muda Indonesia harus siap bersaing secara global. Inovasi dan kecakapan digital bukan lagi keahlian tambahan, tetapi kebutuhan dasar,” tegasnya.
Lebih dari sekadar ajang kecantikan, ajang Puteri Indonesia juga menjadi platform pemberdayaan perempuan. Tahun ini, pesan utama yang digaungkan adalah pentingnya keberanian dan kepedulian sosial.
“Bravery adalah kata kuncinya, berani melangkah untuk mewujudkan mimpi. Tapi juga harus disertai keberanian untuk memilih dengan benar dan berkontribusi pada komunitas,” tambah Putri.
Tak hanya tampil memukau di panggung internasional, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang aktif menginspirasi perempuan lain, terutama dari kalangan yang kurang beruntung. “Mereka bukan hanya tampil cantik, tapi juga punya peran mendalam di masyarakat,” jelasnya.
Tahun ini, sebanyak 45 finalis dari berbagai provinsi akan berkompetisi. YPI menekankan bahwa proses seleksi dilakukan secara mendalam selama 20 minggu melalui berbagai metode asesmen. Tujuannya adalah untuk menggali potensi dan karakter para finalis secara menyeluruh sebelum mereka mendapatkan gelar dan tanggung jawab masing-masing.
“Putri Indonesia bukan hanya panggung kecantikan, tetapi juga wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa,” kata Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Bingar Egidius Situmorang.
Dengan semangat baru dan visi yang diperluas, Putri Indonesia 2025 diharapkan tak hanya menjadi ajang seleksi kecantikan, melainkan juga ruang aktualisasi perempuan muda Indonesia untuk tampil sebagai agen perubahan yang berdampak.
Baca juga: Perempuan di SAR, Perjuangan dan Ketangguhan Rida di Balik Misi Penyelamatan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.