Ilustrasi pemilik bisnis. (Sumber foto: Freepik)

Badai Dagang AS-China Menerpa, Ini 5 Peluang Cuan Buat Pengusaha Indonesia

16 April 2025   |   17:34 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China membawa dampak besar terhadap perekonomian global. Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi yang berkembang, tentu merasakan imbasnya. Meski begitu, ketegangan ini juga menyimpan berbagai peluang bagi para pengusaha Indonesia untuk berinovasi dan memperluas pasar.

Sandiaga Salahuddin Uno, pengusaha dan Chief of Sandilogi mengistilahkan kondisi tersebut sebagai ‘gelas yang setengah terisi’. Artinya masih ada peluang di balik tantangan yang saat ini dihadapi, apalagi Indonesia memiliki berbagai keunggulan baik dari sisi demografi maupun sumber daya alam.

Baca juga: 5 Alternatif Pendanaan Bagi UMKM yang Ingin Tumbuh dan Naik Kelas

“Asal dikelola dengan tata kelola yang baik, kita [Indonesia] masih sangat menarik bagi investor jangka menengah dan panjang,” ujarnya di sela acara diskusi publik yang diselenggarakan Sandilogi x POV dalam rangkaian ulang tahun ke-13  vOffice di vOffice Event Space, Selasa (15/4/2025)

Nah, berikut lima peluang investasi yang bisa dimanfaatkan oleh para entrepreneur Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global ini.
 

1. Melirik Peluang di Pasar Non-Tradisional

Perang dagang AS-China membuat negara-negara yang bergantung pada pasar ekspor tunggal, seperti Amerika Serikat, semakin rentan terhadap ketidakpastian ekonomi. Sandiaga Salahuddin Uno, pengusaha dan Chief of Sandilogi mengatakan, diversifikasi pasar ekspor menjadi langkah penting bagi para pengusaha Indonesia.

“Indonesia harus mulai melirik pasar non-tradisional seperti Afrika, Timur Tengah, dan kawasan Asia lainnya. Pasar-pasar ini masih penuh dengan potensi besar yang belum digarap maksimal,” tuturnya.

Menurutnya, dengan memperluas cakupan pasar ekspor, pengusaha bisa mengurangi ketergantungan pada satu negara dan meminimalkan risiko ekonomi akibat ketegangan global. Diversifikasi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk merambah pasar-pasar yang berkembang dengan permintaan yang terus meningkat.
 

2. Hilirisasi Industri untuk Menambah Nilai Ekspor

Salah satu tantangan terbesar Indonesia adalah mengekspor komoditas mentah. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, Indonesia harus mempercepat hilirisasi industri, yaitu mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah.

Sandi mengatakan bahwa pemerintah perlu mendorong hilirisasi secara ekosistem, bukan hanya berfokus pada satu atau dua komoditas saja. “Hilirisasi produk akan memberi Indonesia keunggulan daya saing di pasar internasional,” jelasnya.

Sebab  dengan hilirisasi, pengusaha bisa menciptakan produk yang lebih bernilai dan memiliki permintaan yang lebih tinggi, sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih besar dan lebih berkelanjutan. Selain itu, hilirisasi juga membuka peluang untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak.


3. Menarik Investasi di Sektor Teknologi dan Ekonomi Hijau

Globalisasi dan perubahan iklim membawa Indonesia ke era baru, di mana teknologi dan ekonomi hijau menjadi sangat penting. Menurutnya, sektor ini akan terus berkembang seiring dengan permintaan untuk solusi ramah lingkungan dan digitalisasi.

 “Saat ini adalah waktu yang tepat untuk menarik investasi ke sektor teknologi tinggi dan energi terbarukan. Investasi di sektor ini tidak hanya menjanjikan keuntungan jangka panjang, tetapi juga membantu Indonesia menjadi lebih berkelanjutan,” kata Sandi.

Teknologi dan ekonomi hijau akan membuka peluang bisnis baru yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga ramah lingkungan. Dengan mendalami sektor ini, pengusaha Indonesia dapat berperan dalam membangun ekonomi berkelanjutan yang memiliki prospek cerah di masa depan.


4. Memanfaatkan Peluang Investasi dari China

Meski ketegangan AS-China memicu ketidakpastian, China sedang mencari peluang investasi di luar negeri, termasuk Indonesia. Banyak perusahaan asal China yang mencari peluang ekspansi, terutama di sektor otomotif dan teknologi.

Ali Setiawan, Managing Director PT Bank HSBC Indonesia, mengatakan, Indonesia harus bisa memanfaatkan peluang ini dengan membuka pintu bagi investor China. “Perusahaan-perusahaan China sangat agresif mencari peluang baru di luar negeri,” tuturnya.

Dengan menarik investasi dari China, Indonesia bisa mengakses teknologi dan modal yang dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan sektor-sektor strategis. Kolaborasi ini juga bisa memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan China, yang pada gilirannya meningkatkan prospek pasar Indonesia.


5. Kolaborasi Ekonomi Asean untuk Resiliensi Ekonomi

Asean sebagai kawasan ekonomi yang berkembang pesat menawarkan potensi besar dalam meningkatkan integrasi ekonomi. Pengusaha Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan bisnis secara regional.

Sandi yang juga Menteri Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif periode 2020 – 2024 ini menambahkan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yang tidak terdampak tarif, bisa menjadi andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN.

Dengan berkolaborasi lebih erat dengan negara-negara Asean, Indonesia bisa memperluas akses pasar, memperkuat ekonomi regional, dan menciptakan peluang baru yang lebih stabil di tengah ketidakpastian global.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Fakta Menarik Film Sinners, Tayang 16 April 2025 di Bioskop Indonesia

BERIKUTNYA

Survei Ungkap Gen Z Cepat Bosan Ngobrol Tatap Muka, Ini Penyebabnya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga