Ilustrasi serangan jantung (dok .Pexels)

Khawatir Serangan jantung? Ini 3 Metode Mengatasinya

09 September 2021   |   13:29 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Serangan jantung bisa terjadi kapan pun dan dimanapun, juga menyebabkan kematian mendadak. Bukan hanya pada orang yang memiliki berat badan berlebih, kondisi ini bahkan bisa dialami mereka yang memiliki tubuh ideal dan rajin berolahraga. 

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi RS Pondok Indah-Bintaro Jaya dr. M. Fadil menerangkan serangan jantung dapat terjadi akibat adanya gangguan fungsi jantung saat otot jantung kekurangan darah karena penyempitan pembuluh darah arteri koroner. Hal ini mengakibatkan terjadinya kerusakan dan kematian dari otot-otot jantung. 

Biasanya, penyebab utama dari penyempitan tersebut adalah tumpukan plak kolesterol yang menyumbat pembuluh darah, bekuan darah, atau adanya robekan pada pembuluh darah koroner.  

Fadil menyebut beberapa faktor seperti usia, riwayat keluarga, jenis kelamin, dan pola hidup dapat memengaruhi terjadinya serangan jantung. Begitu pula dengan adanya riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, dan hiperkolesterol.

Gejala serangan jantung bisa berupa nyeri atau tidak nyaman di dada yang dirasakan memberat, terutama ketika bekerja atau melakukan aktivitas fisik lain. Keluhan ini dapat berulang atau bertambah lama durasinya, seiring dengan peningkatan aktivitas dan dapat disertai mual, muntah, serta keringat dingin. Keluhan ini akan berkurang jika seseorang beristirahat atau berhenti melakukan aktivitas.

Fadil menerangkan serangan jantung bisa ditangani dengan membuka kembali sumbatan pada pembuluh darah koroner. Hal ini dilakukan agar aliran darah dapat bergerak lancar untuk memberikan oksigen dan nutrisi ke otot jantung. 
 

Ilustrasi serangan jantung/istimewa

Ilustrasi serangan jantung/istimewa

Sementara itu, kata Fadil ada beberapa metode untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah jantung, berikut di antaranya: 

1. Terapi fibrinolitik.
Terapi ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan untuk menghilangkan penyebab sumbatan pada pembuluh darah koroner. Dengan demikian aliran darah bisa lancar kembali ke jantung. 

2. Terapi primary percutaneous coronary Intervention (PPCI).
Saat ini PPCI merupakan standar pengobatan untuk penyakit jantung koroner. PPCI adalah suatu prosedur intervensi nonbedah dengan menggunakan kateter. 

Tindakan ini dilakukan dengan membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner melalui balon atau pemasangan stent. Fadil menyebut perkembangan teknologi yang pesat beberapa tahun terakhir membuat proses PPCI menjadi semakin aman dilakukan dan perkembangan prosedurnya telah banyak menyelamatkan nyawa dari serangan jantung. 

3. Operasi coronary artery bypass graft (CABG).
Operasi CABG dapat dilakukan pada kondisi tertentu, misalnya jika terdapat sumbatan atau penyempitan pembuluh darah yang banyak di beberapa tempat.

Namun seperti kata pepatah, akan lebih baik kita mencegah daripada mengobati penyakit. Fadil menyebut serangan jantung dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat CERDIK, yakni Cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.

Editor: M R Purboyo

SEBELUMNYA

Sastrawan Gol A. Gong Selenggarakan Safari Literasi

BERIKUTNYA

Ladies, Kenali Risiko Kanker Serviks dan Cara Mencegahnya Yuk

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: