Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Yang Mulia Mehmet Nuri Ersoy. (sumber gambar: Kemenkebud)

Indonesia-Turki Jajaki Kerjasama di Bidang Budaya, dari Film hingga Musik

10 April 2025   |   13:12 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Lawatan Presiden Prabowo ke Timur Tengah, salah satunya untuk bertemu Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga dimanfaatkan jajaran kementeriannya untuk melakukan diplomasi budaya. Prabowo tiba di Bandara Internasional Esenboga di Ankara, Turki, Rabu (9/4/25) malam waktu setempat.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Yang Mulia Mehmet Nuri Ersoy, untuk menjajaki kerjasama di bidang budaya.

Baca juga:  Busana Muslim Songket Palembang sampai Gaya Kerajaan Turki Karya Dian Pelangi

Fadli mengungkap kunjungan ini juga menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Turki yang terjalin sejak 1950. Salah satu hasil dari lawatan adalah penandatanganan kesepakatan bersama di bidang kebudayaan yang sedianya akan ditandatangani Kamis, (10/4/25).

Menurut Fadli, pertemuan ini juga akan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara di bidang kebudayaan. Termasuk mempererat hubungan sejarah dan budaya kedua negara yang telah terjalin sejak masa Kekaisaran Ottoman.

“Bukti nyata interaksi budaya ditemukan dalam berbagai artefak dan manuskrip, di antaranya koin emas kuno yang ditemukan di Gampong Pande, Aceh, yang tertera nama Sultan Aceh, Alaudin Riayat Syah Al-Kahar, serta Sultan Ottoman, Suleiman I," katanya dalam taklimat resmi.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Fadli Zon (@fadlizon)




Terkait kerjasama budaya pihaknya juga sepakat membangun upaya kolaboratif untuk memperkuat hubungan bilateral. Di antaranya produksi film bersama tentang Kekaisaran Ottoman dan Kesultanan Aceh, pameran lukisan, dan pembangunan rumah budaya Indonesia di Turki, yang saat ini masih dijajaki.

Sebagai negara dengan populasi Muslim yang besar, kedua negara juga memiliki peluang untuk bekerja sama dalam bidang Warisan Budaya Takbenda. Misalnya tradisi iftar, kaligrafi, dan majelis. Senarai budaya tersebut, paparnya, bisa didorong untuk masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

"Temuan lainnya [dari interaksi budaya] termasuk ratusan koin dari Dinasti Umayah dan Abasiyah yang ditemukan di situs Bukit Bongal, Sumatera Utara, serta makam tokoh kerajaan Ottoman di Aceh, seperti Muthalib Ghazi bin Mustafa Ghazi di Bitai,” imbuh Fadli.

Lebih lanjut Fadli juga berharap melalui penandatanganan kesepakatan bersama di bidang kebudayaan ini dapat mendorong pelestarian warisan budaya, kolaborasi seni. Termasuk pengembangan kapasitas dalam manajemen talenta budaya, sastra, dan seni kontemporer, film, musik, serta budaya digital.

Menurut Fadli, kerja sama bilateral di bidang kebudayaan akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Turki, tidak hanya melalui pertukaran seni, tradisi, dan nilai-nilai budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan diplomatik kedua negara.

"Dengan memanfaatkan potensi kebudayaan masing-masing, kedua negara dapat membangun kemitraan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tandas politikus Partai Gerindra itu.

Sebagai tambahan, Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan ke sejumlah negara di Timur Tengah sejak Rabu,(9/4/25). Kunjungan tersebut dimulai dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Syahdan, dari Abu Dhabi, Prabowo akan melanjutkan ke Ankara, Turki. Pada lawatan balesan ini Prabowo akan melakukan kunjungan kenegaraan, Kamis (10/4/25), serta menggelar pertemuan bilateral untuk membahas kondisi geopolitik dan geoekonomi global.

Setelah itu, Prabowo akan melanjutkan ke Kairo, Mesir, dan dijadwalkan bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Sabtu (12/4/25). Kemudian negara yang dikunjungi adalah Qatar untuk bertemu Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Tsani,  pada Minggu (13/4/25).

Adapun negara terakhir yang dikunjungi pada lawatan kali ini adalah Jordania. Di sana Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Raja Abdullah II. Salah satu tujuan lawatan ini adalah untuk turut berperan aktif menyelesaikan konflik di Gaza dan Timur Tengah. 

Baca juga:  Sinopsis & Daftar Pemain Kuma, Kisah Cinta dengan Balutan Isu Sosial dari Turki

SEBELUMNYA

Efek Domino Tarif Impor Trump, Harga Barang Mewah Melonjak

BERIKUTNYA

Daftar 15 Perusahaan Terbaik di Indonesia 2025 Versi LinkedIn, Mana Incaran Genhype?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga